Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Waspada


__ADS_3

Saat ini Azlan, Adit dan Rendy tengah berada di Apartemen Azlan.


Ketiga pria itu sedang membahas apa yang akan mereka lakukan selanjut nya.Bagaimana pun cepat atau lambat musuh mereka pasti akan curiga dengan apa yang telah terjadi.


"Kita harus melakukan sesuatu.Gue yakin mereka sekarang curiga dengan apa yang terjadi dengan orang-orang mereka.."ucap Adit


"Iya..Apa lagi kenzo sekarang Ada di markas kita dan anak buah nya kita jebloskan ke penjara...Saya yakin mereka akan mencari keberadaan Kenzo dan anak buah nya.."lanjut Rendy


"Kita sudah bertindak terlalu jauh dan terang-terangan.Menghilang nya Kenzo pasti membuat mereka waspada...Apa loe punya rencana Ren..??"tanya Azlan


"Kenapa Saya Bos..??"tanya Rendy


"Bukan nya loe yang membuat keadaan jadi seperti sekarang.Loe buat Jessi masuk Rumah Sakit,,Dan sekarang Kenzo dan Anak buah nya.."seru Adit


Rendy menggaruk kening nya yang tidak gatal.Soal Kenzo memang dia yang merencana kan tapi Jessi..??Dia melakukan itu karena ingin membalas perbuatan wanita itu.


"Kenapa Diam..??!"tanya Adit lagi

__ADS_1


"Maaf Dok.Mengenai Wanita itu saya hanya ingin ..___


"Ingin apa..??"tanya mereka serempak membuat Rendy menutup rapat mulut nya..."Jangan sampai mereka tahu.."


"Saya hanya ingin memenuhi permintaan nya yang meminta Saya untuk memuaskan nya.."dusta Rendy


"Tapi tidak dengan Sepuluh pria sekaligus Ren.."


"WHAT..!!!SEPULUH..???!!"Teriak Azlan mendelik sambil menunjukkan sepuluh jari tangan nya.Sedang Rendy hanya menyengir kuda dan bersiap menerima omelan dari manusia kulkas di depan nya.


"Ma-maaf Bos..Saya merasa terhina dengan omongan nya yang bilang saya belum bisa memuaskan nya,,Apa lagi Dia berniat mencampurkan obat perangsang pada Saya..Jadi ya gitu Bos.."dusta Rendy lagi


"Dasar Sekretaris gila.."batin Adit dan Azlan serempak


"Lalu bagaimana keadaan wanita itu sekarang Dit..?"tanya Azlan


"Dia sudah mendingan..Tidak lama lagi dia juga diperbolehkan pulang.."

__ADS_1


Azlan hanya menganggukkan kepalanya.."Jadi mulai sekarang kita harus mulai waspada..Walau Kenzo dan anak buah nya sudah berhasil kita ringkus tapi entah kenapa gue merasa masih ada lagi kekuatan yang melindungi mereka.Melihat selama ini mereka bisa melakukan berbagai manipulasi dan bisa dengan mudah menarik orang-orang untuk bergabung dengan mereka."


"Iya..Saya setuju Bos..Tapi sayang sampai saat ini Saya tidak bisa menemukan siapa yang mendukung mereka.Andai saja ada sedikit petunjuk."Rendy menghela nafas nya.Karena ternyata semua tak semudah yang mereka bayangkan.Masih ada lagi orang lain yang berperan penting dalam konspirasi ini..


"Apa loe inget sesuatu Lan.Misal nya siapa yang menurut loe punya dendam sama loe.."


Azlan mengangkat kedua bahu nya."Mana gue tau Dit..Semua juga gue tau dari kalian kan.Lagian siapa yang tidak mengenal Keluarga Pramudya Pemilik perusahaan ARP Group.Apa lagi saat ada di bawah kepemimpinan Kakek.Bukan nya banyak perusahaan yang di hancurkan kakek waktu itu..Gue yakin banyak yang masih dendam sama keluarga Gue.."


"Karena ingin membalaskan kematian Ayah dan Bunda,Kakek melakukan itu semua..Huh..Apa bisa gue melewati semua ini.Entah kenapa semua menjadi sangat sulit...."lanjut Azlan..Dengan keadaan nya yang sekarang akan sangat sulit bagi nya mengungkap pelaku yang sebenar nya.


"Loe jangan berkecil hati seperti itu Lan..Loe gak sendiri.Ada kita yang akan selalu ada buat loe .Kita akan sama-sama membalas perbuatan mereka..Nyawa harus di bayar dengan Nyawa"Seru Adit.Entah mengapa dia merasa meninggalnya sang Ayah juga ada kaitan nya dengan musuh yang sekarang mereka hadapi.Walau belum ada bukti tapi Ayah Adit adalah salah satu orang kepercayaan Rendra.


"Andai kita tau Perusahaan mana saja yang punya dendam sama kakek.Tapi sayang nya.Bukti yang di kasih Om Hendra gak menyebutkan siapa saja yang terlibat.Hanya beberapa orang saja.Dan salah satu nya adalah mereka.."ucap Adit.


"Sedang keluarga wanita itu juga sudah tak tersisa.Karena mereka mati kelaparan.Mungkin kita bisa mencari di suatu tempat di Rumah Utama Lan..Siapa tau Kakek menyimpan nya di suatu tempat..Huftt...Andai ada Om Hendra di sini.Pasti Beliau tau sesuatu.."lanjut Adit yang langsung mendapat tatapan tajam dari kedua sahabat nya.


"A-Ada apa...??Apa aku salah bicara..?"

__ADS_1


"Danuarta.."ucap Azlan dan Rendy serempak


__ADS_2