
"Hahaha .. Suatu kehormatan Tuan Muda seperti Anda bisa mengenal orang kecil seperti ku..."
Azlan menaik kan sudut bibirnya dan memasukkan kedua tangan nya kedalam saku celananya.
"Maaf harus membuat mu kecewa.Tapi Aku sungguh tidak mengenal mu.Aku tau namamu pun...Baru saja.."ucap nya dengan nada mengejek
Sebastian mengepalkan tangannya.Tapi kemudian dia menyeringai
"Biar Aku tebak.Kau pasti tahu dari seseorang kan..??"Sebastian memainkan dua jari nya di dagunya seolah sedang berpikir.
"Ah..pasti kau tahu nama ku dari Polisi yang payah itu kan.Siapa ya namanya?? Danuarta... Danuarta Panca Nasution.Cucu dari Jenderal ternama Rangga Pandu Nasution..Apa aku benar Tuan Azlan.."
Azlan terdiam.Entah kenapa saat melihat matanya dan mendengar cara dia menyebutkan nama keluarga Ariel,dia merasa jika orang yang ada di depan nya ini menyimpan dendam kepada keluarga kekasih nya itu.
"Kenapa kau diam saja Tuan Muda??Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa mengenal mereka kan..???"
"Akan aku beritahu sedikit padamu agar kau tidak mati penasaran."Sebastian memasukkan tangannya ke dalam saku celananya mengambil cerutu nya yang kemudian dia nyala kan dan dihisap nya.
"Ayahku adalah penggemar berat Tuan Rangga.Sikapnya yang tegas, prestasi yang diraih dan juga cara dia menangani kasus begitu sempurna di mata nya sehingga Ayah ingin sekali menjadi seperti dirinya."
"Suatu hari Ayah yang waktu itu merupakan junior nya, Datang menemui nya hanya untuk mengutarakan keinginannya untuk menjadi murid nya.Tapi apa yang Ayah ku dapatkan??"Sebastian memandang Azlan
"Jenderal Kep***t Itu hanya menatap dan kemudian pergi.Ayahku di tolak tanpa kata-kata.Hingga Ayah ku bertekad untuk bisa menyaingi nya dengan usaha nya sendiri.Dia berlatih begitu keras.Sampai-sampai Ayah mengabaikan ibu yang saat itu sedang mengandung diriku."
Sebastian mematikan cerutu nya dengan Capitan jari telunjuk dan ibu jari nya tanpa Rasa sakit sedikit pun.Dia memandang Azlan yang masih ada di sana mendengar ceritanya nya.
Dia memang sengaja melakukan nya agar Azlan tahu alasan dia sebenarnya.Tentu juga untuk menghadang Azlan lebih lama.
"Hingga Ayah ku gugur dalam menjalankan tugas nya pun Rangga sialan itu tidak memandang nya.Dia malah pergi dari kota B bersama dengan anaknya."
"Biar Aku tebak.Kau kesini untuk membalas kan dendam ayah mu pada Kakek Rangga.Benar begitu..???"tebak Azlan
"Hahaha..Kau benar Tuan Muda .Aku kesini untuk membalas dendam pada tua Bangka itu "
"Tapi sepertinya kau salah alamat.Jika kau ingin membalas Kakek Rangga harus nya kau datang ke TPU bukan kesini.."ledek Azlan
"Apa kau pikir aku bodoh Hah ..!!! Bagaimana mungkin aku membunuh orang yang sudah mati..."geram Sebastian
"Asal kau tahu sebelum dia mati pun aku sudah pernah ingin menghajar nya tapi sayang kekuatan ku belum seperti sekarang.Dan aku dengan mudah dikalahkan oleh anak didiknya.."
"Sebuah hinaan yang Dia ucapkan tidak akan pernah bisa aku lupakan..."
"Bagaimana mungkin kau ingin melawan ku Bahkan melawan Tiger saja kau kalah.Tingkatkan dulu kemampuan mu baru datang temui aku.Walau aku yakin kau tidak ada apa-apa nya dibanding Devil... Kau sama saja dengan Ayah mu.."
Sebastian mengepalkan tangannya mengingat ucapan Rangga waktu itu.
__ADS_1
"Jadi kau kesini untuk melawan Tiger dan Devil begitu????"
"Hahaha...Tepat sekali..Aku sangat ingin menghabisi murid kebanggan tua Bangka itu.Akan aku tunjukkan padanya bahwa Aku bisa mengalahkanmu Devil.."Seringai Sebastian
Azlan masih bersikap tenang.Dia menunggu apa lagi yang akan dikatakan oleh pria didepan nya itu.
"Kau ingin mengalahkan ku??"tanya nya dengan wajah yang berubah dingin
"Ya Tuan Devil.. Bertahun-tahun Aku mencari siapa Devil sebenarnya.Dan aku sungguh tidak menyangka Dia adalah Tuan Muda Pramudya."
Azlan menghela nafasnya.."Aku Rasa Aku tau kenapa Kakek Rangga menolak ayahmu waktu itu.Itu pasti karena Ayah mu memiliki ambisi yang besar yang bisa membahayakan orang-orang di sekitar nya.Sama seperti dirimu.Kau terlalu berambisi mendapatkan sesuatu tanpa berpikir bahwa itu merugikan orang lain.Akibatnya Kau di keluarkan secara tidak terhormat oleh atasan mu.."
" Kau....."
"Beraninya kau mengungkit masalah itu.."Sebastian geram dengan ucapan Azlan yang mengingatkan nya pada tragedi memalukan itu.
"Aku tidak akan segan.Akan aku habisi kau Devil..."teriak nya .Dia berlari menyerang Azlan bertubi-tubi.
Azlan terus menghindar dan menangkis pukulan dan tendangan yang Sebastian layangkan pada nya.
Dia akui Sebastian begitu hebat Bahkan pukulannya yang begitu keras saat dia tangkis.
"Kenapa kau tidak melawan Hah..!!!Kau takut???"ledek Sebastian
Azlan mengatur nafasnya sebelum meladeni serangan Sebastian lagi..
"Ayo tunjukkan kehebatan mu Devil...???"
*
*
*
*
*
*
Sementara itu keadaan ruang tamu dan yang lainnya sudah porak-poranda karena dua kubu yang masih saling memainkan senjata api nya menyerang satu sama lain.
Hingga tak berapa lama terdengar dobrak yang begitu keras.
Bruak...
__ADS_1
Sebuah mobil Jeep masuk menabrak pintu utama . Seorang pria keluar membawa senjata nya dan mulai menembak anak buah Dewa yang tersisa.
Disusul orang-orang berperawakan besar masuk kedalam rumah utama dan juga menyerang musuh tuanya.
Anak buah Dewa yang mendapat serangan dadakan dari luar pun akhirnya nya bisa dikalahkan.
Beberapa dari mereka yang selamat atau menyerahkan diri diikat menjadi satu disana.
Orang yang berhasil mengalahkan anak buah Dewa itu pun berjalan dengan gaya cool nya melewati mayat-mayat yang tergeletak di lantai.Ya .Orang itu adalah Aditya.
Aditya melepas kacamata hitamnya dan berdiri di depan anak buah Dewa yang tertangkap..
"Dasar bodoh..."umpat nya
Dia bermaksud ingin mencari teman-teman nya tapi mereka lebih dulu melihat Aditya.
Adit melebar kan bibir nya saat tau teman-teman nya masih hidup walau keadaan nya sedikit mengenaskan.
Dia merentangkan kedua tangannya mengira teman-temannya akan datang memeluk nya dan mengucapkan terima kasih.
Tapi sayang nya bukan itu yang terjadi.
Rendy, Danu,Pak Tio dan Baron memang mendekati nya tapi kemudian sebuah jitakan mendarat mulus di kepala Dokter muda itu.
Pletak
"Awww...Loe kenapa pukul gue sih Dan...Sakit tau.."Adit mengaduh sambil mengelus kepalanya.
"Loe kemana aja sih Dit.Jam segini baru Dateng Hah!!!Kita hampir mati tau.."
''Tau nih dokter.Gak setia kawan banget.Nunggu kita sekarat dulu baru ditolong in.."Rendy ikut memanasi keadaan.
"Apaan sih kalian.Bukan nya makasih gue Dateng tepat waktu eh..malah ngomel-ngomel kaya emak-emak lu pada..."gerutu Adit
"Gimana kita gak ngomel-ngomel Adit.Loe kaya anak perawan yang gak tau jam pulang.Lama bener.."
"Dan...Loe koq ngomong loe gue..??Gak takut singa dirumah marah.."
"Bodo Amat"sungut Danu
"Lagian kan ayang bebeb gak ada disini Jadi aman huehehe.."batin Danu.
Adit melengos kesal Tapi kemudian dia merasa ada yang kurang..."O iya...Alan sama Ariel mana..???"tanya Adit
"Astaga...!!!!Kita lupa cari Dok..."Rendy langsung berlari mencari bos nya.Begitu juga dengan Danu yang melupakan keberadaan Adiknya.
__ADS_1
Adit yang melihat tingkah kedua orang itu hanya menggelengkan kepalanya.
Sedang Pak Tio dan Baron hanya menghela nafasnya melihat tingkah konyol mereka.