
Ariel kini tidak lagi tinggal di rumah Azlan.Karena Azlan yang sudah baik-baik saja bahkan sangat baik,Dia memutuskan untuk tinggal di rumah dinas Kakak nya.
Dia berencana untuk melanjutkan kuliah dan bekerja karena dia ingin mengambil kembali rumah nya yang di sita oleh Bank.
Kakak nya sudah menjelaskan semua kenapa Ayah bisa mempunyai banyak hutang pada Bank.
Dan ternyata Ayah melakukan itu untuk memberi pesangon pada karyawan nya sebelum kepergiannya.
Mungkin Ayah nya sudah mempunyai firasat akan ada hal buruk yang terjadi padanya.Oleh karena itu Ayah menyiapkan nya untuk kehidupan para karyawan nya.
Ayah menyerahkan uang itu pada Manager keuangan untuk di gunakan jika terjadi sesuatu pada diri nya.Dan untuk melunasi hutang itu.Dia meminta bantuan Azlan untuk menjual perusahaannya.
Azlan tidak menolak tapi juga tidak mengiya kan.
Sesuai amanah Hendra,, Setelah Dia mengalami kecelakaan, Manager keuangan memberikan pesangon pada karyawan.Tapi Azlan meminta mereka untuk tetap bekerja di perusahaan itu.
Dan sampai saat ini perusahaan Ayah nya masih berjalan dan itu semua karena bantuan dari Azlan.
Para karyawan Hendra ingin mengembalikan uang pesangon itu tapi di tolak oleh Danu.Karena bagaimana pun itu adalah amanah dari Ayah nya.
Azlan bisa saja melunasi hutang Bank tapi Danu menolak nya.Cukup Azlan membantu menjalankan perusahaan Ayah nya itu sudah lebih dari cukup.
Saat ini Ariel tengah bersantai menonton film di ponselnya.Hingga tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.
Ariel meletakkan ponselnya dan membuka pintu.
"Maaf apa benar ini Rumah Nona Ariel..??"
"Iya benar.Siapa ya..?"
"Saya utusan dari Nona Mia.Ingin mengantar surat ini untuk Nona Ariel.."
"Oh... Terimakasih pak.."
"Sama-sama Nona.Kalau begitu saya permisi dulu.."
Ariel menutup pintu setelah orang suruhan Mia pergi.
"Surat apa ini..?? Kenapa Mia gak telepon gue aja langsung.."Ariel membuka surat itu yang ternyata isinya adalah surat undangan pernikahan.
"Undangan pernikahan???Mia mau nikah??Tapi sama siapa..Apa sama Nanda..??"Ariel yang penasaran pun membuka undangan itu .
"Rendy Pratama.."gumam Ariel
Ariel membulat mata nya.."KAK RENDYYYY.....!!!!!!"teriak Ariel.
*****%%%%%*****
"Hachih....."
"Kenapa Loe Ren..?? Sakit Loe???"
"Gak Bos..Cuma gatel aja hidung saya.."
Azlan Hanya ber Oh ria..
"Kenapa gue jadi merinding gini ya.."batin Rendy
*****%%%%%*****
Ariel sudah bersiap untuk pergi menemui Rendy.Tapi disaat bersamaan ponselnya berdering dari nomor yang tidak di kenal.
"Halo..."
"Halo Riel..."
"Mia..???"
"Iya..Ini gue...Gimana loe dah terima kan surat dari gue..??"
Ariel terdiam kemudian mengembuskan napasnya dengan kasar..
"Iya gue dah terima.Bisa Loe jelasin..!!!"
Mia terkekeh diseberang sana..
"Gue akan jelasin.Tapi gak di telepon juga.Loe ke sini ya sekalian temenin gue ..."
"Ok gue kesana sekarang.."
Tut Tut Tut
Ariel bergegas pergi ke rumah Mia..
*****%%%%%*****
Kini Ariel sampai di depan rumah yang cukup mewah.
Dia menekan bel dan terkejut saat melihat orang yang membuka pintu rumah Mia..
"Gembul...???"
"Ari-ari..??"
Ucap mereka bersamaan..
__ADS_1
"Loe ngapain disini..??"Tanya Luna..
"Harus nya gue yang tanya.Loe ngapain disini..??"
"Ini kan rumah sepupu gue.dia mau nikah.Ya gue bantu-bantu lah disini.."jawab Luna..
"Mia sepupu loe???"Luna mengangguk pelan.
"Mia itu temen kampus gue.Tadi dia telepon suruh gue kemari.."
"Ariel...!!!"teriak Mia yang berlari turun dari tangga.
"Eh Tamia jangan lari-lari bahaya.."seru Luna tapi tidak digubris oleh Mia.
"Gue kangen sama Loe Riel.."Mia memeluk erat Ariel.
"Iya gue juga kangen sama Loe.."
"Iya udah ayo kita masuk..Bibi tolong buatin minum buat temen Mia ya..."teriak Mia
"Siap Non.."
Mereka bertiga masuk kedalam kamar Mia.Dan tak berapa lama Bibi membawa minuman dan cemilan untuk mereka.
Kini mereka bertiga duduk di tempat tidur Mia.Tatap Ariel yang seperti mengintimidasi membuat kedua temannya bergidik ngeri.
"Sekarang bisa loe jelasin..??"tanya Ariel.
Mia menghela nafasnya dan mulai menceritakan semuanya.Dari mulai pertama kali Dia bertemu dengan Rendy dan tentang apa yang terjadi pada mereka dan tentang penculikan itu sampai sekarang mereka menikah.
Ariel dan Luna menitikkan air mata mendengar cerita Mia.
"Maafin gue Mia.Semua karena gue..."Ariel dan Luna memeluk Mia .
"Gak..Ini bukan salah Loe Riel.Gue yang harus nya minta maaf sama Loe karena gara-gara gue Loe dalam bahaya.."Mia membalas pelukan kedua sahabatnya.
"Udah.. Jangan saling menyalahkan diri sendiri.Yang penting sekarang semua sudah berakhir.."Seru Luna..
Mia melepaskan pelukannya dan memintanya sesuatu pada Ariel..
"Riel..Loe jangan apa-apain calon laki gue ya..Gak lucukan pas nikah nanti ada make up permanen dari kepalan tangan loe.Bisa-bisa ilang tu kegantengan laki gue.."kekeh Mia.
Ariel berdecih menjawab perkataan Mia.
.
"Riel sebenarnya ada yang pengen gue ceritain ke Loe juga.."lanjut Luna Mereka mulai menatap Luna.
"Sebenar nya gue udah jadian sama Kak Adit.."lirih Luna
Luna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
"Maafin Gue.Bukan nya gue gak mau cerita sama Loe.Tapi Kak Adit ngelarang gue hubungi Loe dulu karena takut gue dan Loe dalam bahaya."
Ariel masih diam mendengar penjelasan Luna.
"Kak Adit sudah cerita semua ke gue.Dan demi keselamatan Loe dan gue,Kak Adit minta gue untuk gak hubungani Loe dulu."
"Sebenar nya waktu Kak Azlan kecelakaan,Gue liat Loe nangis.Gue pengen banget nyamperin Loe.peluk loe nenangin Loe.Tapi saat itu gue liat orang yang mencurigakan.Dan ternyata dia mata-mata musuh Loe. Maafin gue ya.."
Ariel menghela nafasnya kasar.
"Gue gak marah sama Loe Lun.Gue gak nyangka aja Loe bisa sama kak Adit.Harusnya gue yang minta maaf karena kalian semua harus jauh dari orang yang kalian cintai demi keselamatan gue.."
"Udah-udah.. Koq pada sedih gini sih.Ini kan hari bahagia gue.."gerutu Mia
Ariel terkekeh dan memeluk Mia .
"Iya maaf.Sekali lagi selamat ya My.Moga langgeng sampai maut memisahkan."
"Makasih Riel..."
*****%%%%%*****
Sementara itu Di apartemen. Rendy yang baru saja pulang dari rumah Azlan kini tengah berbaring dan menatap langit-langit kamar nya dengan tatapan kosong..
Dia baru saja menyelesaikan pekerjaan nya sebelum dia cuti menikah selama seminggu.
Kini Dia harus mempersiapkan mental nya untuk acara besok..Dia juga sudah meminta Nino untuk menjemput Ibunya.
Walau Rendy mendadak mengabari nya tapi Ibu Rendy begitu senang karena Putra nya akan melepas Masa lajang nya.
Rendy masih tidak percaya jika Dia akan segera menikah.
Tapi inilah hasil dari perbuatannya.Bagaimanapun Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Flashback On
Setelah keluar dari Apartemen Jessica,Rendy bermaksud kembali ke apartemen nya untuk menghilangkan efek dari obat perangsang yang di berikan oleh wanita itu.
Tapi diperjalanan Dia melihat orang yang dia kenal sedang diganggu oleh preman.
Rendy menepikan mobilnya dan menyelamatkan gadis itu.
Melihat baju yang dipakai gadis itu sudah tidak berbentuk, Rendy memakai kan jas nya untuk menutupi tubuh bagian atas gadis itu.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa..??"Tanya Rendy
Gadis itu mengangguk pelan dan terlihat masih gemetar ketakutan.
"Ayo ku antar kau pulang.."
Rendy yang masih di kuasai oleh hasrat karena obat perangsang tidak sadar membawa gadis itu ke apartemen nya.
Gadis yang tak lain adalah Mia terlihat bingung karena di bawa ke apartemen pria itu.
Berfikir mungkin Rendy ingin mengambil barang yang ketinggalan,Mia malah mengikuti Rendy sampai ke apartemen nya.
Pria itu nampak tidak baik-baik saja.
Kedua mata Mia membola kala melihat Rendy yang tiba-tiba melepas dasi dan kemeja nya..
"Tu_Tuan apa yang kau lakukan..??"
Rendy membalikkan badannya dan kaget melihat Mia berada di sana..."Kau...Apa yang kau lakukan disini..??"
"Ma_maaf Tu_tuan.Bu_bukankah tadi Tu_tuan ingin mengantar saya pulang.Tapi Tu_tuan malah kesini.Jadi saya mengikuti Tu_tuan karena takut di mobil sendiri.."Mia menunduk tidak berani menatap Rendy.Dia mengeratkan Jas yang ada di badan nya.
Rendy menelan Saliva nya kasar menatap penampilan Mia
Tanpa aba-aba ,Mia di tarik Rendy ke kamar nya dan menghempaskan tubuh gadis itu ke tempat tidur.Rendy merangkak ke atas tubuh Mia.
"Tu_Tuan..."Mia menahan dada Rendy yang menghimpit nya.Terlihat raut wajah Mia yang ketakutan.
"Tolong Aku...Aku membutuhkan mu.."Seru Rendy dengan suara yang serak karena menahan hasrat nya.
"A_apa yang harus saya lakukan Tu_tuan..."
"Ada yang menaruh obat perangsang di minumanku.."Mia menelan Saliva nya kasar.Haruskah dia membantu Rendy dengan mengorbankan mahkota nya.Walau sebenarnya dia menyukai pria itu Tapi harus kah...??
"Tu_tuan .Maaf ..Sa_saya hhmmmppptt.."Bibir Mia dibungkam oleh Rendy dengan bibirnya.
Ciuman yang mula nya lembut berubah kasar dan semakin dalam.Rendy menggigit bibir bawah Mia hingga dengan mudah lidah nya mengakses tiap rongga mulut Mia.
Bibir nya mulai turun ke leher Mia dan meninggalkan kan jejak kepemilikan disana
Dengan kasar Rendy merobek baju Mia dan kembali menelusuri setiap jengkal tubuh Mia.
Tanpa Mia sadari dia juga menikmati nya.Bahkan kepala Rendy dia tekan saat bermain di dadanya.
Entah bagaimana,kini mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun .Dan dengan sekali hentakan Kejantanan Rendy masuk kedalam kehangatan Mia.
Mia berteriak kesakitan.Tapi Rendy seolah tidak menghiraukan kan nya.Dia yang sudah ditutupi hawa nafsu menggerakkan pinggulnya nya dengan kasar.
Hingga beberapa saat kemudian.Mereka melenguh mencapai puncak kenikmatan.
Rendy ambruk diatas tubuh Mia.Nafas mereka terengah-engah.Keringat bercucuran di pelipis mereka.
Rendy mengangkat kepalanya dan melihat Mia yang berada dibawah nya.
Pandangan mereka bertemu.Tapi kemudian Mia memutuskan pandangan nya dan melihat kearah lain.
Rendy mengusap Air mata Mia terus saja mengalir.
"Maafkan Aku.Aku berjanji akan bertanggungjawab.."
Mia memejamkan matanya merasakan tubuh yang terasa remuk karena pergulatan tadi karena Rendy begitu kasar .
Rendy mulai menciumi leher Mia kembali.Kali ini Dia melakukan nya dengan lembut.Hingga terjadi lah pergulatan itu kembali.
Malam menjelang.Mia merasa tubuhnya benar-benar remuk Karena mereka melakukan nya berkali-kali.
Mia mencoba bangun dan membersihkan diri .Di kamar mandi Dia melihat tubuh nya di cermin.Begitu banyak jejek bibir pria itu.
Mia menghela nafasnya dan mulai membersihkan diri.Masih terbayang di ingatan nya pergulatan panas tadi siang.
Mia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya.Dia mencari baju Rendy yang tidak terlalu besar dan memakai nya.
Mia memandang Rendy yang masih terlelap.Dia kembali menghela nafas dan pulang setelah memesan taxi online.
Rendy mengerjapkan matanya dan meraba-raba sisi ranjang nya yang kosong .Dia langsung tersadar bahwa gadis itu sudah tidak ada di samping nya.
Tersisa penyesalan di hati nya Tapi mau bagaimana lagi.Semua sudah terjadi.Dan kini Rendy segera membersihkan diri dan pergi menjemput Jessica dan melancarkan rencana nya membalas perbuatannya Wanita itu.Tak lupa Rendy meminta Nino untuk mencari keberadaan Mia.
Beberapa hari kemudian.Rendy yang sudah mendapat alamat kost Mia mengunjungi gadis itu dan akan menepati janji nya untuk bertanggungjawab.Tapi Mia harus bersabar karena Rendy masih harus menyelesaikan pekerjaannya.
Hingga terjadi penculikan itu.Lagi-lagi Rendy menyelamatkan Mia Tapi kenyataan yang dia dengar bahwa kini Mia mengandung anak nya.Dan saat itu juga Dia mengakui nya di hadapan kedua orang tua Mia dan akan bertanggungjawab.
Tidak ada penolakan dari kedua orang tua Mia.Malah mereka begitu senang.
Siapa yang tidak tahu Rendy .Sekretaris sekaligus Asisten pribadi Tuan Muda Pramudya.
Hingga setelah semua sudah kembali seperti semula.Musuh sudah mereka lenyap kan.Rendy mendatangi rumah Mia dan mulai melamar gadis itu.
Rendy juga sudah menjelaskan siapa sebenarnya Dia..Dia bukanlah siapa-siapa tanpa alm Kakek Rendra.Dan dia harap orang tua Mia mau menerima diri nya.
Tapi siapa sangka.Orangtua Mia tidak keberatan sama sekali dengan latar belakang pemuda itu.Dan meminta agar pesta pernikahan diadakan secara sederhana.Karena Itu yang di inginkan Mia sendiri.
Rendy terlihat ragu.Bagaimana pun Dia sanggup jika memang mereka menginginkan pesta yang meriah.Tapi lagi-lagi Mia menolak.
Flashback Off
__ADS_1
"Semoga Aku bisa membahagiakan kalian.."gumam Rendy