
Ariel sampai di tempat yang di sebutkan oleh Mia.Dia merasa aneh dengan tempat itu karena terkesan sepi walau masih ada satu dua orang yang hilir mudik.
"Ini bukan ya tempat nya..??Koq sepi sih..??"gumam Ariel
Ariel merogoh ponsel yang berada di tas selempang nya.Dia ingin menghubungi Mia jika dia sudah sampai di tempat itu.Tapi belum sempat tersambung,Tiba-tiba seseorang membekap nya hingga dia kehilangan kesadaran.
***
Sementara itu di Rumah Utama,Azlan tiba-tiba merasa resah.Entah rasa nya seperti telah terjadi sesuatu.
Rendy yang melihat kegundahan Bos nya mencoba bertanya ..
"Ada apa Bos..??"
"Gak tau Ren,,tiba-tiba perasaan gue jadi gak enak.."
"Apa Bos mengkhawatirkan Nona..?Bukan kah Nona bertemu dengan Teman nya ..Lagi pula Nona di kawal ketat anak buah kita jadi Nona pasti baik-baik saja.."Rendy mencoba menenangkan Azlan padahal dirinya sendiri juga mengkhawatirkan seseorang.
Azlan menghela nafas nya "Ya..Semoga saja Dia baik-baik saja.."Azlan dan Rendy melanjutkan pekerjaan mereka di ruang kerja Azlan.
Hingga waktu cepat berlalu tak terasa kini sudah malam tapi Ariel belum juga pulang.Azlan meminta Rendy menghubungi Ariel tapi Ponsel nya tidak Aktif.
Dengan menahan amarah Azlan meminta Rendy menghubungi Nino dan anak buah nya yang bertugas mengawal Gadis itu.
"Cepat hubungi Nino atau siapa pun yang mengawal Gaby.."perintah Azlan dengan amarah yang memuncak.
Lagi-lagi ponsel mereka tidak bisa di hubungi membuat Azlan semakin menjadi.Hingga terdengar ketukan dari luar.
Rendy membuka pintu dan terlihat Nino yang babak belur membuat Rendy tersentak.
"Apa yang terjadi..??"tanya Rendy
"Maaf Bos..No-nona..__
"Ayo masuk.."Rendy memapah Nino masuk ke ruang kerja Azlan.Dan hal itu tak luput dari seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa seperti ini No..??Ada apa sebenar nya..??"
"Maaf kan kami Bos.Kami lalai dalam menjalan kan tugas.Nona..__
"Ada apa dengan Gaby.."potong Azlan.Jantung nya berdetak tak karuan mendengar nama Ariel di sebut.
"Maaf Tuan..Nona Di culik oleh seseorang."Nino menundukkan kepala nya karena merasa bersalah dan takut menjadi amukan Tuan nya.
"Bagaimana bisa..??Apa yang kalian lakukan.hingga Gaby bisa di culik hah.."bentak Azlan
"Ma-maafkan kami Tuan.Saat kami mengikuti Nona tiba-tiba ada yang menghadang kami.Dan terpaksa kami melawan mereka karena tidak ada celah untuk lolos dan menyusul Nona."terang Nino.
"Lalu bagaimana keadaan yang lain..??"tanya Rendy yang mencoba tenang.Walau sebenar nya hati nya tidak menentu.
"Kami semua selamat tapi..__"Nino menggantungkan kalimat nya karena ragu untuk mengatakan nya.
"Tapi Apa..??"
"Kami semua nyaris meregang nyawa jika saja tidak segera di beri pertolongan.Untung saja Anak buah Tuan Danu menyelamat kan kami di saat yang tepat dan membawa kami kerumah sakit."
"Apa kau kabur dari rumah sakit..??"tanya Rendy dan dijawab anggukan oleh Nino.
"Seperti nya semua ini sudah di rencana kan Tuan.Dan mereka tau kalau kami mengawal Nona kemanapun Nona pergi.Maka nya mereka menghadang kami dengan jumlah yang banyak."
Azlan nampak diam.Entah apa yang dia pikirkan hanya dia yang tau.Sedang Rendy mencoba menghubungi Ariel.Tapi ponsel nya masih tidak aktif.
Saat mereka diam dalam pikiran mereka masing-masing tiba-tiba ponsel Azlan berbunyi.Rendy dengan sigap menjawab telepon tersebut.Barang kali si penelpon adalah orang yang menculik Ariel.
"Ha.."
"Apa Anak buah loe yang bodoh itu ada di sana..??"
Rendy mengerutkan kening nya dan melihat lagi nama si penelpon.."Dokter Codot.."Rendy ingin tertawa tapi situasi sedang tidak memungkinkan..
"Ada apa Dok..?"tanya Rendy
__ADS_1
"Ck..Gue tanya apa Anak buah loe yang bodoh itu ada di sana.."
"Maksud dokter.."Rendy melirik ke arah Nino
"Iya si Nina Bibo apa ada di sana.Jika ada cepat bawa kemari..Dia mengalami patah tulang di beberapa bagian.Dan harus segera di beri tindakan.Apa lagi dia juga terluka karena senjata tajam.."
Rendy meneliti keadaan Nino.Memang terdapat luka benda tajam di perut sebelah kiri dan di tutupi dengan tangan nya.
"Baik Dok saya akan bawa dia ke sana.."
tut tut tut
"Kita bicarakan Nanti .Sekarang Loe anter Si Nina Bobo ini ke rumah sakit tempat Adit bekerja.."ucap Azlan.Dia mendengar pembicaraan Rendy dan Adit karena suara Adit yang begitu keras.Sedang Nino sudah tidak memperhatikan lagi pembicaraan mereka karena menahan sakit.
Rendy meminta Lani mendorong kursi roda Azlan dan diri nya yang memapah Nino.
"Tuan Muda.."sapa Pak Tio
"Saya akan mengantar Anak buah saya ke rumah sakit Pak.Dia baru saja di serang oleh sekelompok perampok.Setidak nya saya ingin bertanggung jawab dengan keadaan nya sekarang."dusta Azlan
"Baik Tuan.Hati-hati di jalan.."
Azlan hanya berdehem menjawab ucapan pak Tio.
Rendy membantu Nino masuk di jok belakang Kemudian membantu Azlan duduk di samping kemudi.
"Lani..Tolong temani Nino di belakang.."ucap Azlan.
"Ba-baik Tuan.."Lani duduk di samping Nino.Dia merasa kasihan dengan keadaan pria itu.Diam-diam Lani mengusap sudut mata nya.
Nino yang melihat Lani menangis menggenggang tangan wanita itu."Kamu tenang saja.Aku tidak apa-apa.."lirih Nino.membuat Lani tersenyum.
Sedang Rendy yang melihat interaksi kedua nya dari kaca spion terlihat tersenyum simpul.Begitu pula dengan Azlan.
"Aku harap kamu baik-baik saja By.."
__ADS_1