
Danu melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah lama nya.Dia memarkirkan asal mobil nya dan berlari kedalam Rumah nya.
ceklek
Danu masuk ke Dalam dan mulai mengatur nafas nya.Dia melangkah perlahan ke kamar Alm Kakek Rangga.
Pria itu membuka pintu kamar dan masuk kemudian menutup kembali pintu kamar tersebut.Seolah takut orang lain tau apa yang akan dia lakukan.
Danu memandang sekilas kamar kakek nya kemudian dia mendekati lemari pakaian kakek nya.
"Maafkan Danu kakek.."lirih Danu
Kemudian Danu menggeser lemari pakaian kakek nya.Dia meraba-raba dinding belakang lemari itu.Setelah mendapatkan apa yang dia cari,Danu menekan tombol yang menyerupai dinding itu.Jika tidak di perhatikan dengan seksama tidak ada yang akan menyangka jika ada tombol di dinding itu.
Danu menekan beberapa tombol seperti memasukan kode di sana.Ya..Setelah mengintrogasi pria itu di markas Azlan,,Danu jadi mengingat brankas rahasia milik kakeknya.
Dulu kakek nya pernah memberitahu nya tentang letak brankas itu dan Kakek meminta Danu untuk merahasiakan nya.Hingga kakek meninggal dan dia menikah ,,Danu seolah lupa dengan brankas rahasia kakek nya itu.
Sreeekk...
Terdengar suaara lantai terbuka di bawah tempat tidur kakek nya.
Lagi-lagi Danu menggeser tempat tidur yang lumayan berat itu.Kemudian dia memasukan kode ke brankas besi yang tersembunyi di bawah lantai tempat tidur kakek nya.
klik
Danu membuka pintu brankas itu dan mengambil harta kakek nya.
Bukan Uang perhiasan atau pun surat penting tentang kekayaan kakek nya.Tetapi beberapa lembar berkas bukti otentik keterlibatan beberapa perusahaan yang ingin menghancurkan keluarga Pramudya.Dan tentu saja terdapat daftar nama perusahaan yang sudah di ratakan oleh Rendra Pramudya.
"Kakek pernah memberikan berkas ini pada Ayah tapi kenapa yang di simpan kakek ini berbeda..??"guman Danu
Pria itu begitu teliti membaca tiap lembar berkas itu..Hingga dia tersentak dengan satu nama yang membuat nya seolah tidak percaya..
"Ini..ini tidak mungkin..??!!Apa semua ini benar adanya..??!!Pria tadi juga bilang begitu..Ini bukan kebetulan..Ya..Aku harus segera memberi tau Rendy.."
Danu memasukkan kembali berkas itu pada Amplop coklat dengan terburu-buru hingga tanpa sengaja selembar foto jatuh dari tumpukan berkas itu.
Danu mengambil nya dan melihat foto itu dengan seksama.Foto seorang pemuda memegang senjata dengan sorot mata yang tajam seolah memendam kebencian.
Danu membalik foto pemuda itu dan tertulis sebuah nama di belakang foto itu.
"De-Devil.."ucap Danu terbata.
"Hah..Jadi Dia ..Dia adalah Devil..Sungguh sulit di percaya.."gumam Danu
"Tidak ada waktu untuk memikirkan nya.Lebih baik sekarang Aku temui Tiger dan menyerahkan bukti ini..Agar aku cepat menangkap buronan itu dan membantu mereka menyelesaikan masalah ini.."
Flasback On
Saat berada di Rumah Lama nya ,Ponsel Danu berbunyi.
__ADS_1
Danu merogoh ponsel nya yang berada di dalam celana nya..
"Bisa datang Ke Kota A sekarang??Kami membutuhkan bantuan mu. Ini sangat penting.Jika bisa ,datanglah ke Apartemen ku.."
Danu menyeringai.Kemudian dia memasukkan kembali ponsel nya tanpa membalas pesan tersebut.
Dia segera meluncur ke Apartemen Rendy dan ingin tau apa yang di ingin kan pria itu.
Sesampainya di Apartemen Rendy,,Danu menekan bel berkali-kali hingga pintu di buka oleh empu nya.
"Kau..??Kenapa cepat sekali kau datang..??"tanya Rendy yang kaget dengan kedatangan Danu.
Pria itu nampak Acuh dan masuk ke dalam apartemen Rendy tanpa di persilahkan masuk oleh empu nya.
Danu melihat ada dua pria yang sudah berada di ruang tamu .Danu tampak menaikan sudut bibirnya.Tanpa berbasa-basi langsung menanyakan Apa yang mereka ingin kan..
"Ada yang bisa Aku bantu Tuan Muda Pramudya..??"Danu melihat Azlan yang duduk di kursi roda dengan wajah yang datar dan juga dingin Dia dapat melihat tatapan mata nya yang tajam di balik kaca mata hitam nya.
"Jelaskan dulu..Bagaimana bisa kau begitu cepat sampai disini..Apa kau memang sudah berada Di kota ini sebelum nya..??"Rendy benar-benar penasaran dengan kedatangan Sahabatnya itu.Apa ada sesuatu yang dia lewatkan..
"Kau tidak perlu tau.."Danu menghempaskan tubuh nya di sofa.Dia merasa sangat lelah karena baru saja datang di Kota tersebut..."Yang pentingkan Aku sudah datang.Jadi apa yang kalian ingin kan..??Oya Ren..Aku haus.."
"Ck.."Rendy berjalan ke dapur mengambilkan minuman untuk tamu nya..
Danu menatap Azlan yang sedari tadi diam.Tidak seperti Adit ataupun Rendy yang berbasa-basi menanyakan kabarnya.
"Bagaimana kabar loe Dan..?Sudah lama kita tidak bertemu..??"tanya Adit
"Minumlah Dan.."Rendy memberikan minuman bersoda pada pria itu.."Ceritakan padaku.Bagaimana kau bisa Berada di sini..?!"
"Apa kau punya penyakit tua..??Bukan nya kau sendiri yang menyuruhku datang kesini.."
"Ck ..Bukan itu maksudku..Ah sudahlah..Ada hal yang lebih penting dari itu.."
Danu menaikan kedua alis nya.."Bukan nya dari tadi aku juga bertanya pada kalian.Ada hal penting apa menyuruhku kemari..??Astaga Ren..Kita hanya selisih satu tahun dan kau sudah sepikun ini. ??ih ih ih...Sungguh menggelikan.."
Rendy melempar bantalan sofa pada Danu karena tidak terima di katai pikun.
"Sudahlah hentikan pertengkaran kalian ini..Ingat kalian bukan bocah umur 5 tahun lagi. "Adit menengahi perdebatan Rendy dan Danu karena ini bukan waktu nya untuk bercanda.Dia tau Danu dan Rendy adalah sahabat dekat.Jadi Dia yakin ulah mereka saat ini karena mereka saling merindukan.
"Ini.."Rendy menyerahkan berkas yang pernah di berikan Hendra pada Azlan. ."Ini adalah bukti yang di berikan Om Hendra pada kami.Dan kami sudah mengantongi identitas orang yang kami duga adalah dalang dari semua kekacauan ini.Tapi Kami merasa ada yang kurang dengan bukti itu..Apa kau tau sesuatu Dan??..karena Om Hendra pernah bilang Hanya Tuan Rangga ,,Om Hendra dan juga Kau yang tau semua ini..."
Danu mengambil berkas itu dan membaca nya.."Iya..Aku memang mengetahui nya.Dan aku juga pernah di beritahu kakek tentang bukti-bukti ini.."Tapi kenapa serasa berbeda dengan yang kakek tunjukan padaku..??Apa aku yang salah ingat.."batin Danu
"Jadi apa kau mengetahui perusahaan mana saja yang alm Tuan Rendra hancurkan..??"
Danu menggeleng pelan .."Entahlah Ren..Aku tidak ingat.."Danu melihat Azlan yang sedari tadi masih Diam dan beralih pada Rendy.
"Jika aku ingat sesuatu aku akan memberitahu kalian tapi sekarang aku__
""Gue akan bantu loe buat menangkap buronan yang loe cari.."ucapan Danu terpotong oleh Azlan yang membuat semua mata tertuju pada nya..
__ADS_1
Danu menaikan sudut bibir nya.."Apa Kau memata-mataiku Tuan pramudya..??Kau begitu mengetahui apa yang saat ini ingin aku lakukan.."
"Apa maksud nya Bos..??"tanya Rendy
"Ck..Kau begitu bodoh Ren..Kau Orang kepercayaan Tuan Azlan tapi tidak tau apa maksud Tuanmu itu..??"
"Apa loe bisa mengubah panggilan Tuan itu Danuarta.."Azlan menekan setiap ucapan nya..Rahang nya menggeram membuat wajah datarnya begitu menyeramkan
Glek
Susah payah Ketiga pria itu menelan saliva nya melihat aura Azlan yang menyeramkan.Mendadak atmosfer di ruangan itu terasa mencekam kan.
"*Pria ini benar-benar terlahir di kutub utara..Atau memang dia titisan Balok Es..?"batin Danu
"Kenapa Bos berubah seperti monster.."Rendy bergidik ngeri
"Bisa Gawat kalau Si Alan ini sampai mengamuk.."Adit takut terkena imbasnya*.
"Kenapa kalian Diam..??"Tanya Azlan dengan menaikan sedikit intonasi suara nya.
"Ti-tidak kenapa-kenapa Bos.."
"Em..Bagaimana kabar Ariel Tu- eh Lan..??"tanya Danu mengalihkan pembicaraan
"Baru inget loe sama Adik loe..Sudah Dari tadi loe di sini dan baru sekarang loe tanya kabar Adik loe??"cibir Azlan
"Cih..Bener-bener nie beruang kutub..Gimana bisa Adek kesayang ku bisa suka sama ni balok Es.."geram Danu dalam Hati
"Besok Aku ingin bertemu dengan nya .Itupun kalau kau mengijinkan nya."
Azlan menaikan kedua bahu nya acuh..
"Cih..Kau harus ingat Lan..Dia calon kakak ipar loe..Tanpa restu dia loe gak bisa nikahi gadis loe itu.."Danu menipiskan bibir nya karena di bel oleh Adit.
"Apa gue tanya pendapat loe Dit..??Dan loe Dan..Loe bisa bawa buronan yang loe cari tapi loe harus bantu kita mencari daftar perusahan yang sudah kakek hancurkan.Dan gue rasa loe tau sesuatu..Gue yakin itu.."
"Dari mana loe tau..eh.."Danu membekap mulut nya.."Kenapa aku bisa keceplosan gini sih..Kalo nyai di rumah tau Aku pakai bahasa loe gue lagi.Tamat riwayat ku.."batin Danu
"Kenapa Dan...Kau takut singa betina yang ada di rumah mengamuk..hemm"ledek Rendy
"Cih..Ini semua gara-gara kalian.Cepet katakan dimana Aku bisa membawa Buronan itu.."
"Tidak sekarang Danuarta.."ucap Azlan
"Memang nya siapa Buronan yang Danu cari Bos..??"tanya Rendy
"Ck..Loe bener-bener Bodoh Ren..Bukan nya loe sendiri yang menangkap nya beberapa hari yang lalu.."
"Maksud Bos..Kenzo..??"
"Iya..."
__ADS_1