
"Bagaimana keadaan mu Boy..??Apa masih sakit..??"
Alex diam saja dan memalingkan wajah nya enggan melihat Ayah nya.
Leonard menghela nafas nya.Dia tau jika putra nya pasti marah dan kecewa pada nya .
Leon berjalan mendekati Putra nya.Dia ingin melihat Alex dari dekat dan mencoba memberi penjelasan kenapa Dia melakukan nya.Dia tidak mau jika sampai Alex menentang nya dan berkhianat karena itu akan membahayakan nyawa nya dan Alex.
"Boy,,Daddy tau kau pasti kecewa pada Daddy.Tapi Daddy harap kau mengerti.Daddy melakukan ini juga demi Kau dan keluarga Daddy...."
"Cih..Demi diri ku atau Daddy..??"potong Alex.Kini Dia menatap tajam pada Ayah nya.
"Ini yang Daddy dapat kan.Kebahagian Daddy bukan..??Dengan membunuh dan membuat Mommy meninggal.Apa itu yang Daddy namakan kebahagiaan??"
Leonard terdiam.Dia menundukan wajah nya karena tidak ingin melihat wajah sedih putra nya.Dia memang egois tapi rasa dendam di masa lalu nya pada Rendra sudah mendarah daging.Dan itu membuat nya gelap mata.
"Kau tidak akan mengerti Boy.Daddy melakukan ini karena Rendra mempermalukan Daddy di depan banyak orang.Bahkan Dia menurunkan jabatan Daddy menjadi karyawan biasa.Bisa kau bayang kan betapa malu nya Daddy.Bahkan banyak yang menghujat Daddy dan menghina keluarga Daddy.Daddy tidak terima Boy.Maka dari itu Daddy....
"Itu karena kesalahan Daddy sendiri."potong Alex..
"Jika ada yang berbuat curang di perusahaan Daddy Apa Daddy akan membiarkan nya begitu saja .Hah.."teriak Alex.
"Sudah untung Daddy tidak di pecat ataupun di bunuh oleh Kakek Azlan dan masih di perbolehkan bekerja untuk memenuhi kebutuhan ku dan Mommy."
"Jika Daddy di hina,itu juga karena perbuatan mu sendiri.Keluarga Daddy pun juga dapat imbas nya juga karena Daddy.Apa Daddy tau itu ..??Jawab Alex..Jangan diam saja.."bentak Alex
Alex memejamkan mata nya mengontrol emosi nya saat melihat Ayah nya yang hanya diam saja.Jika saja Leonard bukan orang yang Dia sayangi,sudah pasti Alex akan menghabisi nya sekarang juga.
__ADS_1
"Seperti yang Daddy lihat.Alex baik-baik saja .Tapi di sini.."Alex menepuk dada nya dengan kepalan tangan nya.."Hati Alex ada luka yang menganga yang tidak bisa Daddy lihat dan Daddy rasa kan.Jadi sekarang lebih baik Daddy pergi.Sebelum Putra mu ini berbuat nekad.."usir Alex
"Baik lah.Daddy akan pergi dulu.Tapi Daddy harap kau tidak macam-macam Boy.Karena Daddy tidak ingin kehilangan mu."Leonard pergi meninggalkan Alex sendiri di kamar nya.Ya, Alex sekarang berada di kamar apartemen nya.Setelah berbincang dengan Jessika,Alex memaksa untuk pulang karena merasa baik-baik saja.
"Cih..Bahkan sekarang pun Daddy sudah kehilngan diri ku.."gumam Alex
*
*
*
*
*
*
Azlan berjalan menggunakan tongkat nya menghafal langkah menuju ruang kerja nya.Ariel dan Rendy berjalan di belakang nya memperhatikan langkah Azlan karena takut pria itu terjatuh atau menabrak perabot di rumah itu.
Sesampainya di ruang kerja,Azlan meminta Ariel untuk istirahat dan meninggalkan nya bersama Rendy.
Walau sangat ingin menemani sang pujaan hati bekerja tapi tubuh nya tidak bisa menolak karena diri nya sangat lelah.Entah lah.Semenjak penculikan itu ,Ariel tidak bisa tidur nyenyak.Bahkan Dia sering bermimpi buruk di malam hari.
Ariel keluar dari ruang kerja Azlan dan berjalan menuju kamar nya.Dia mengeluarkan ponsel nya dan mulai mengetik sebuah pesan.
"*Apa Kakak sudah tahu siapa yang menolongku waktu itu..?"
__ADS_1
ting*
Pesan terkirim.Tapi tak kunjung dibalas oleh Kakak nya.Merasa bosan menunggu,,Dia bermaksud keluar dari kamar karena merasa haus.Tapi langkah nya terhenti saat melihat pak Tio si kepala pelayan berdiri di depan ruang kerja Azlan.
"Pak Tio..???Apa yang sedang dia lakukan di depan pintu ruang kerja kak Alan..?Apa Dia sedang menguping..?"gumam Ariel.
Ariel terus mengamati Pak Tio dari tempat persembunyian nya.Dia ingin tahu Apa yang di lakukan Kepala Pelayan itu.Rasa haus dan lelah menguap begitu saja karena rasa penasaran nya.
Mata Ariel tak pernah lepas dari Pak Tio hingga ponsel Kepala pelayan itu berbunyi dan dengan tergesa-gesa,Pak Tio pergi dari situ untuk menerima telepon dari seseorang.
Ariel terus mengikuti pak Tio yang berjalan menuju taman belakang.Di sana Pak Tio memperhatikan sekeliling nya sebelum mengangkat telepon nya.
"Halo.."
"..... .. "
"Baik.."
tut tut tut
Pak Tio segera memasukan ponsel nya ke dalam saku celana nya dan meninggalkan tempat itu.
Ariel semakin di buat penasaran.Dengan siapa Pak Tio berbicara.Apa ada yang di sembunyikan nya.Kenapa gerak gerik nya Aneh sekali..??
Karena terlalu serius memikirkan Gerak gerik Pak Tio,,Ariel tidak sadar jika sedari tadi ada seseorang yang berdiri di belakang nya.Dan Hap..Orang itu membekap Ariel dari belakang..
"Hhhmmmmppp...."
__ADS_1