
Seperti biasa aku ke kampus hanya dengan berjalan kali,aku tidak lelah karna ya jaraknya memang dekat.
Kalian mungkin bertanya kenapa aku tidak bareng sasya. Dia selalu menawariku untuk mengantar dan menjemputku tapi aku menolak apalagi arah rumah kami yang berlawanan terlebih lagi aku harus bekerja sepulang kuliah.
Jujur saja selama bersahabat dengannya kami jarang keluar bareng seperti abg-abg lainnya.
Aku sibuk bekerja sedangkan sasya dia diawasi ketat oleh ayahnya paling jika dia rindu padaku dia akan mengunjungi ku di cafe tempat ku bekerja.
Selama bersahabat dengannya aku sangat bahagia,dia selalu mendukung apapun yang aku lakukan dan tidak segan menegurku jika aku salah dan akupun sebaliknya. Ya memang persahabatan seharusnya seperti itu. Dia anak yang ceria dan sangat cantik dia sempurna dan dia bukan tipe gadis penindas atau gadis-gadis kaya yang cantik dan genit. Bisa di bilang dia gadis yang sangat beruntung, dia juga tidak sombong dan dia bisa bergaul dengan siapapun.
Dia cukup cerdas dan kami berdua termasuk mahasiswa berprestasi di kampus itu meskipun sasya adalah murid pindahan. Banyak laki-laki yang mau menjadi pacarnya tapi semuanya dia tolak dengan alasan mau fokus kuliah padahal alasannya sebenarnya adalah karna dia tahu para lelaki itu hanya mencintai harta dan tubuhnya. Dan aku pun cukup di sukai banyak pria hanya saja mereka akan segera menjauh jika sudah tahu aku anak kuli bangunan. Entahlah apa yang salah dengan pekerjaan itu,bukankah itu pekerjaan halal?tapi ya sudahlah aku hanya berharap bahwa kelak akan ada pria yang mencintaiku apa adanya.
Hari ini sasya mengajak ku kerumahnya aku bingung karna aku harus bekerja,tapi aku juga tidak bisa menolak keinginan sasya. Selama ini aku sudah sering menolaknya. Akhirnya kuputuskan untuk minta izin ke manajer cafe dan syukurlah dia mengizinkanku bahkan gajiku pun tidak akan di potong.
__ADS_1
Sasya yang mendengar persetujuanku pun sangat senang,dan di sepanjang perjalanan dia tidak berhenti mengoceh. Aku hanya tersenyum melihatnya dan bersyukur kepada Tuhan bahwa masih ada orang yang tulus berteman denganku.
Kami berhenti di sebuah mini market,sasya membeli banyak cemilan untuk kami,dia sungguh bersemangat. Cemilan yang dia beli bahkan cukup untuk sepuluh orang,sangat banyak bukan?aku pun heran melihatnya.
Sekitar 45 menit perjalanan akhirnya kami sampai di rumahnya. Aku takjub melihat rumahnya yang begitu megah dengan taman bunga yang indah.
"sya..kupikir rumah seperti ini hanya ada dalam dongeng nyatanya benar-benar ada", kataku takjub.
" udah ah lihatnya, masuk yuk",katanya sambil menggandeng tanganku.
Lagi-lagi aku di buat tercengang dengan isi rumahnya yang bagaikan istana. Sasya benar-benar sangat kaya rasanya seperti mimpi aku bisa melihat rumah seperti istana ini. Kami pun menuju kamar sasya. Kamarnya sangat luas 5 kali lipat lebih luas dari kamarku dan desainnya juga sangat indah dan nyaman.
Sasya langsung membersihkan dirinya dan dia pun memberiku sepasang baju dan celana dan menyuruhku untuk membersihkan diri juga. Setelah selesai membersihkan diri kami pun menonton film sambil memakan cemilan yang sasya beli tadi. Aku senang sekali ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini dan untuk pertama kalinya aku tidak merasakan beban apapun.
__ADS_1
Tidak terasa malam telah datang akupun pamit pada sasya,dia memaksa ku menginap dengan alasan aku tidak bisa jauh berpisah dari keluargaku padahal aku ingin sekali menginap. Akhirnya sasya pun mengalah dan mengantarkan ku pulang.
Terima kasih Tuhan ini hari yang sangat indah................
happy reading...
.
.
.
.
__ADS_1