Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Itu Aku


__ADS_3

"Ma_maaf Kak..Aku gak bisa..."


Deg


"Apa maksud kamu By...??"Azlan berdiri dan mendekati Ariel.Tapi gadis itu terus menghindar.


"By ......"


"A_aku gak pantas untuk kakak..A_aku...Aku.."


Azlan memegang kedua bahu Ariel.


"Jelasin ke Kakak.Apa maksudmu bicara seperti itu..??"


"A_aku kotor Kak...hiks...hiks..Aku sudah kotor.. Kakak berhak mendapatkan yang lebih baik dari ku .Maaf Kak..."


Ariel melepas tangan Azlan yang berada di bahu nya.


"Sekali lagi maaf..Aku gak bisa.. "


Ariel membalikkan badannya bermaksud pergi dari sana.Tapi tangan nya di cekal oleh Azlan.


"Kenapa kamu bicara seperti itu..?? Jelasin ke Kakak..!!!Apa maksudmu kamu kotor By.??"


Rendy yang berada tidak jauh dari sana memilih pergi.Dia merasa telah terjadi sesuatu pada mereka dan membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka.


"Jawab By...!!"


Ariel masih menangis.Lidahnya kelu.


"By..."teriak Azlan


"Kakak tahu kan aku pernah di culik oleh Alex.. Saat Itu Dia memberi ku obat perangsang.."Ariel menjeda ucapan nya.Dia menatap Azlan dengan berlinang air mata.


"Waktu itu ...Wa_waktu itu aku hampir diperk*** oleh nya.Tapi seseorang menyelamatkan ku.Setelah itu A_aku tidak ingat Apa yang terjadi..Ta_tapi aku bisa merasakan jika tubuh ku... Tubuh ku telah di jamah oleh orang itu..A_ku bisa merasakan nya Kak...A_aku...hiks hiks...Aku kotor Kak... hiks... hiks.."


Azlan memeluk erat tubuh Ariel.."Maaf By...Maaf..."


"Kenapa Kakak meminta maaf..?? Mestinya aku yang minta maaf Kak..."


Ariel melepas pelukan Azlan dan menghapus air matanya.."Aku mencintaimu Kak.. Tapi maaf kita sampai di sini saja.."Ariel pergi menjauh dari Azlan.Tapi lagi-lagi Pria itu menarik Ariel ke dalam pelukannya.


"Dasar gadis bodoh..!!! Kenapa kamu tidak bilang ke Kakak kalo kamu menderita selama ini.. Kakak diam karena mengira kalau kamu baik-baik saja setelah kejadian itu.."


Azlan melepaskan pelukannya.Dia menakup kedua pipi Ariel hingga pandangan mereka bertemu.Azlan menghapus air mata Ariel dan mencium kedua mata gadis itu.


"Maafin Kakak.. Kakak udah bikin kamu tersiksa selama ini.Kakak janji akan bertanggungjawab.Karena orang itu adalah Kakak."


Ariel tersentak.."A_apa maksud Kakak..."


"Itu Kakak By.. Orang yang menyelamatkan mu waktu itu adalah Kakak..."


"Ka_kakak bercanda kan... Kakak bicara seperti itu karena A_aku..."


"Itu Kakak By..."potong Azlan.

__ADS_1


"Kamu tau kan kalau Kakak pura-pura buta.. Waktu itu Kakak dan yang lain yang menyelamatkan kamu dan teman mu."


"Waktu itu..."


Flashback On


Azlan yang ikut dalam misi penyelamatan Ariel begitu geram saat melihat Ariel di lecehkan oleh Alex.


Pria itu menghajar habis-habisan Alex sampai tak berdaya.Bahkan mungkin Alex akan kehilangan nyawanya jika Danu tidak menghentikan nya.


Azlan yang melihat Ariel yang tidak baik-baik saja memilih membawa gadis itu pergi dari tempat terkutuk itu.


Tapi di perjalanan Ariel memperlihatkan reaksi dari obat yang diberikan oleh Alex pada nya.


Tubuh Azlan di gerayangi oleh Ariel.Bahkan tak segan gadis itu meremas Adik kecilnya.Membuat Azlan tidak fokus membawa mobil.


"By...!!Sadar by..!!!Ini Kakak.."seru Azlan


"Kakak..???Oh...Kak Alan Aku menginginkan mu. "Ariel tidak henti hentinya Mencumbu Azlan membuat pria itu terpaksa berhenti di sebuah hotel.


Setelah memperlihatkan identitas nya pada manager hotel.Dan melakukan sedikit negosiasi agar mereka merahasiakan keadaan nya, Azlan akhirnya membawa Ariel ke dalam kamar hotel yang ia pesan.


"Kamu diem di sini dulu By..Dan jangan melakukan hal yang tidak-tidak..!!!"


"Tunggu Sayang..!!!Kau mau kemana..???Ayo kita bercinta...Aku sudah tidak tahan..!!"teriak Ariel menggila.


Azlan memilih keluar dari kamar dan menelepon Aditya.


"Halo Lan... Bagaimana..??Apa kalian berhasil..??Apa ada yang terluka..??"tanya Adit


"Ada Apa dengan nya Lan..Apa terjadi sesuatu.??"


"Lebih dari itu Dit.. Alex memberi Gaby obat perangsang.Gue mesti gimana sekarang Dit..??"tanya Azlan frustasi.


"Lor tenang dulu Lan.Sekarang Loe ada di mana...??"


"Gue ada di hotel.Gue terpaksa bawa dia kemari karena dia terus menggoda gue.Dia terlihat bukan seperti Gaby..Apa Loe tau cara menghilangkan reaksi obat itu Dit..???"


"Maaf Lan gue gak tau.Satu-satunya cara ya menyalurkan nya.Jika tidak itu bisa berakibat fatal pada si pengguna obat.Tapi itu semua tergantung dosis yang di berikan pada Ariel.."


"Tapi Dit.Gue merasa aneh sama Gaby .Dia tidak hanya meminta tapi juga..."


"Juga Apa..??"


"Apa ada cara yang bisa mengurangi efek obat itu Dit...?? Entah mengapa gue merasa obat yang diberikan oleh Alex berbeda dengan yang pernah gue alami.."


"*Coba Loe bawa Ariel ke kamar mandi dan siram dengan air dingin.. Mungkin saja itu bisa mengurangi hawa panas dalam dirinya.."


"Tapi Dia Sama sekali tidak mengeluh kepanasan seperti efek obat itu pada umumnya dit.."batin Azlan*


"Oke gue coba dulu.."


Azlan memasukkan ponselnya kedalam saku dan kembali ke dalam kamar di mana Ariel berada.


Glek

__ADS_1


Azlan menelan Saliva nya kasar.Pemandangan di depan nya membuat Adik kecil nya meronta-ronta ingin keluar.


Bagaimana tidak.Saat ini Ariel tidak mengenakan sehelai benang pun.Dia duduk dengan posisi kaki ditekuk ke belakang.Sedang kedua tangan nya menyangga tubuhnya di tengah-tengah paha nya.


Bagaimanapun Azlan adalah pria normal.Melihat pemandangan seperti ini tentu saja dia tergoda.Apalagi wanita itu adalah orang yang di inginkan nya.


"Kemari lah sayang..!!!Aku menginginkan mu.."pinta Ariel pada Azlan yang tanpa sadar berjalan mendekati nya.


Ariel tersenyum dan mulai meremas Adik kecil Azlan membuat pria itu melenguh panjang.Tapi kemudian Azlan tersadar jika ini tidak benar dan segera menepis tangan Ariel yang bermain di bawah sana.


"Sadar By..!! Jangan seperti ini.."


Ariel tidak menghiraukan nya dan menarik tangan Azlan hingga tubuh pria itu tertelentang di atas tempat tidur.


"Apa yang kamu lakukan By..??"tanya Azlan saat Ariel menindih tubuhnya.


"Aku menginginkan mu Sayang.."


Belum sempat Azlan menjawab, Ariel membungkam bibir Azlan dengan bibirnya.


Lama kelamaan Azlan terhanyut dalam permainan gadis itu.Ariel yang polos kini terlihat seperti wanita yang begitu berpengalaman dalam hal bercinta.


Tangan gadis itu begitu lihai menari-nari di atas tubuh Azlan.Membuat Azlan mendesah nikmat.


Tanpa Azlan sadari kini dia sudah tidak mengenakan pakaiannya.Ariel memainkan lidahnya menelusuri setiap pahatan indah tubuh kekar itu.


Bahkan dia begitu lihai saat bermain di bawah sana.Membuat si empunya mengerang hingga mencapai puncak nya.


Nafas Azlan terengah-engah.Ini adalah hal yang pertama kali terjadi pada nya.Dia lelaki normal tapi dia bukan Casanova yang biasa menikmati indahnya surga duniawi.


Saat nafas Azlan mulai teratur,Dia kembali tersentak saat Ariel kembali naik di atas tubuh nya dan berniat memasukkan Adik kecil nya kedalam kepemilikan nya.


Azlan langsung merubah posisi hingga Ariel kini berada di kungkungan nya.


"Lakukan Sayang..Aku sudah tidak tahan.."seru Ariel dengan pandangan sayu.


"Aku akan memberikan mu kenikmatan sama seperti yang kamu lakukan padaku By..."


Azlan mulai mencumbu bibir Ariel.Dirinya juga tidak ingin kalah untuk memberi kenikmatan pada kekasihnya.


Bibir Azlan terus menelusuri setiap jengkal tubuh Ariel membuat si empunya melenguh panjang.


Azlan terus bermain dengan bibirnya di bawah sana.Membuat Ariel beberapa kali mencapai puncak.Hingga tubuh ramping itu ambruk karena kelelahan.


Azlan menegakkan tubuhnya.Dia mengusap bibirnya yang basah dan menutupi tubuh polos Ariel dengan selimut.


"Maafkan aku By..Tapi aku terpaksa melakukan ini.I Love You.."


Azlan mencium kening gadis itu dan beranjak ke kamar mandi


Flashback Off


"Setelah itu Kakak membawa mu kembali ke rumah Danu.Hingga pagi menjelang saat kamu sadar.Kakak sudah mulai memainkan kembali peran Kakak yang buta.."


"Maaf By... Maafin Kakak..."

__ADS_1


__ADS_2