
Di hari yang sama, Sebuah helikopter mengudara diatas istana megah kediaman Pramudya.
Seorang pria memakai setelan jas hitam rapi dengan kacamata hitam menambah kewibawaan pria itu nampak memperhatikan bangunan megah itu dengen bibir yang mengembang.
Sang pria meminta pilot untuk mendarat
Nino dan yang lain yang mendengar suara helikopter itu tampak siaga.
Saat benda besi itu mendarat sempurna di halaman luas Pramudya,, Nampak seorang pria keluar dari sana dan berjalan memasuki rumah utama.
Anak buah Pak Tino membungkuk hormat, sedang Nino masuk kedalam menghampiri Tuan Muda nya.
"Tu_Tuan Muda..."Nino menghampiri Azlan dan yang lain sambil berlari dan mengatur Nafasnya
"Ada apa..."tanya Rendy
"Di_di luar...Diluar ada .."
Semua nampak tegang menunggu Nino bicara.
"bicara yang jelas..!!! teriak Rendy.
"Di _ruang ke_luarga..Tu_Tuan _Tuan ..."
Azlan berdecak dan langsung menuju ruang keluarga yang di maksud Nino.
Semua nampak panik takut terjadi sesuatu.Mereka buru-buru mengikuti Azlan.Tapi Tidak dengan Pak Tino,Dia Dengan santainya berjalan mengikuti yang lain nya.
Sampai Diruang keluarga,, Seorang pria paruh baya berdiri membelakangi Azlan.Pria itu sedang memandang foto keluarga Azlan.
Dengan langkah perlahan Azlan mendekati nya.Jantung nya berdetak kencang.Mata nya tampak berembun kembali..
Ada sesuatu yang aneh yang menjalar di seluruh tubuh nya.
Dia ingat dan dia bisa merasakan sosok yang ada didepannya itu.Orang yang sangat Dia rindukan.Orang yang sangat dia banggakan.
Saat jarak mereka tinggal beberapa langkah, Azlan berhenti.Dia takut jika semua ini hanya halusinasi nya.
Hingga pria di depan nya membalikkan badan nya.Pria itu tersenyum dan merentangkan kedua tangannya.Airmata Azlan tidak bisa lagi dibendung..
Dia langsung berhambur menubruk pria yang sangat dia rindu kan itu.
"A_Ayah..Ayah..."panggil Azlan disela tangisnya.Pria itu menepuk pelan punggung Azlan.
"Ini benar Ayah kan..?? Aku Gak mimpi kan..??"
"Iya Reyn...Ini Ayah..."
Azlan diam dalam tangisnya.Dia melepaskan pelukannya.Menatap wajah pria didepannya yang nampak ada sedikit keriput diwajahnya.
Azlan kembali memeluk ayahnya..Iya ini memang benar Ayah nya. Ayah yang selalu memanggilnya Reyn ..
"Ini benar-benar Ayah.. Ayah masih hidup..??"
"Tentu Ayah masih hidup.Jika tidak bagaimana mungkin Ayah bisa memeluk mu Sekarang Anakku.."
Semua menatap haru pertemuan Ayah dan Anak itu.Orang yang meninggal beberapa tahun yang lalu ternyata masih hidup dan bisa berkumpul lagi dengan orang yang dicintai nya.
Mereka yang menyaksikan kebahagiaan seorang Azlan memilih pergi meninggalkan Ayah dan Anak itu untuk memberi ruang untuk mereka melepas rindu.
Ariel memeluk erat kakak nya saat meninggalkan ruang keluarga..
"Kak..Aku ingin pergi ke rumah kita dulu.."Danu hanya mengangguk dan mencium pucuk kepala Ariel.
"Aku tidak menyangka ternyata Tuan Alfa masih hidup.Ini benar-benar keajaiban.."ucap Rendy
"Gue juga begitu..Gue ikut bahagia untuk Azlan.Masalah yang datang bertubi-tubi akhirnya terbalas kan dengan kebahagiaan yang setimpal.."
"Sudahlah kita biarkan mereka melepaskan rindu.Sekarang gue mau bicara sama loe.Ikut Gue..."Adit menarik Rendy untuk ikut dengan nya
__ADS_1
Sedang Alex, Leonard dan Jessica memilih pulang ke apartemen nya Dan Baron ingin mengunjungi makam keluarga nya.
Di ruang keluarga,Dua pria beda generasi itu tengah duduk memandang foto keluarga yang terpajang disana.
Tidak ada sepatah katapun yang terucap.Semua tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Jika sebelumnya Azlan begitu bahagia karena Ayah nya masih hidup.Tapi sekarang begitu banyak pertanyaan yang ada di benak nya.
"Bunda...."
"Maafkan Ayah Reyn..."potong Alfa
"Semua salah Ayah..Jika saat itu Ayah menuruti ucapan Bunda mu.Mungkin semua ini tidak akan terjadi.."lanjut Alfa.
"Tidak.... Semua bukan salah Ayah Walaupun Kecelakaan itu tidak terjadi,Aku yakin Dewa akan terus menyelakai kita.."seru Azlan.
"Melihat Ayah yang selamat,,Aku pikir Bunda juga...."Azlan tidak berani melanjutkan kata-katanya.Begitu sakit hatinya mengingat orang yang Dia sayangi.
"Apa yang sebenarnya terjadi Yah...??"
"Waktu itu Ayah harus pergi ke kantor cabang karena ada hal penting yang harus Ayah selesai kan..Bundamu sempat melarang Ayah pergi.Tapi karena ini penting Ayah harus tetap pergi.Dan Bunda memaksa untuk ikut."
"Diperjalanan Bunda terus saja mengatakan hal yang aneh menurut Ayah . Bunda selalu bilang sayang dan cinta pada Ayah.."Kekeh Alfa.
"Bunda juga meminta Ayah untuk menjaga Kamu jika bunda pergi.Tentu itu membuat Ayah marah karena perkataan nya itu."
"Karena perkataan itu Ayah jadi tidak fokus menyetir.Tiba-tiba ada truk dari arah berlawanan yang sengaja ingin menabrak mobil Ayah."Alfa diam sesaat sebelum melanjutkan ceritanya.
"Ayah terpaksa banting setir dan menabrak pembatas jalan dan hampir saja masuk ke jurang.Ayah melihat Bunda yang baik-baik saja dan meminta Bunda untuk segera keluar.Tapi belum sempat kami keluar dari arah belakang ada mobil yang sengaja menabrak mobil kami hingga mobil kami terjun ke jurang.."
"Itu menjadi mimpi buruk untuk Ayah..Saat mobil terjun Bunda melepas seat belt Ayah dan mendorong Ayah keluar dari mobil.Dapat ayah lihat Bunda yang masih didalam mobil tersenyum pada Ayah.Hingga Ayah jatuh ke danau.Dan mobil jatuh menimpa batu besar dan meledak.."Alfa memegang dadanya yang terasa sesak mengingat kejadian itu.
Azlan?? Jangan ditanyakan lagi.Hatinya begitu sakit mendengar nya.
__ADS_1
"Ayah mencoba berenang ke tepian.Tapi entah lah Setelah itu Ayah sudah tidak ingat apa-apa lagi.Saat Ayah sadar, Ayah sudah berada di sebuah kamar.Ayah berfikir jika Ada yang menyelamatkan Ayah.Dan apa Kau tahu siapa yang menyelamatkan Ayah..??"
Azlan menggelengkan kepalanya
"Hendra dan putri nya.."
Azlan membulat kan matanya.."Om Hendra..???"Alfa mengangguk pelan.
"Jadi Om Hendra tau Ayah masih hidup dan tidak memberi tahu Aku dan Kakek???"
"Jangan salah kan Om Hendra Reyn..Om Hendra tau apa yang menimpa keluarga kita.Jadi Dia juga waspada agar keselamatan Ayah tidak diketahui musuh.Diam-diam Hendra menghubungi Kakekmu.Dan Kakek mu langsung mengirim Ayah ke Luar Negeri untuk pengobatan.Karena Ayah waktu itu mengalami kelumpuhan."
"Ayah sempat tidak semangat untuk hidup.Ayah selalu menyalahkan diri Ayah sendiri dengan kepergian bunda.Tapi Kakek selalu memberi tahu tentang diri mu yang membutuhkan Ayah.Jadi Ayah mulai melakukan terapi agar cepat bisa berjalan "
"Kau ingat waktu kau belajar di Luar Negeri.Sebenarnya saat itu kita berada di tempat yang sama.."
Azlan tersentak .Dia memegang kedua bahu Ayah nya "Lalu kenapa Ayah tidak menemui ku ..??Apa Ayah tidak menyayangi ku lagi..??"
"Maaf Reyn, Justru karena Ayah menyayangi mu Ayah tidak bisa menemui mu waktu itu.Ayah tidak ingin kau terluka.Apa lagi saat itu Ayah belum bisa berjalan dengan sempurna.."
"Banyak musuh mengelilingi mu.Dan Ayah hanya bisa melindungi mu dari balik layar."lanjut Alfa
"Aku merasa jadi anak yang tidak berguna Yah."Azlan menangis...
"Semua tahu Ayah masih hidup tapi Aku sebagai anak ..."
"Jangan pernah menyalahkan diri sendiri Reyn.Walau Kakek tau Ayah masih hidup tapi sama seperti Ayah.Kakek tidak bisa menemui Ayah sampai di akhir hayat nya.."
"Jika Om Hendra dan Gaby yang menyelamatkan Ayah.Tapi kenapa Gaby tidak ingat ,Apa Om Hendra juga meminta Gaby untuk tidak memberi tahu siapa pun..??"
Alfa terkekeh.."Kamu pikir anak usia 3 tahun tau apa Reyn..??Pasti saat itu Anak Hendra Belum tahu masalah kita..."
Alfa menghela nafasnya.."Aku jadi ingin bertemu dengan menantu ku.. Cepat lah kalian menikah dan beri Ayah cucu..."
"ck..Ayah..." Azlan memalingkan wajahnya karena tidak ingin ayah nya tau jika wajahnya memanas karena malu..
__ADS_1
Alfa tertawa melihat putranya yang malu..