
Malam ini, pesta kembali di gelar di kediaman keluarga Pramudya. Ini benar-benar kabar bahagia di mana pewaris keluarga Pramudya tengah tumbuh di rahim Ariel. Semua menyambut suka cita atas kehamilan Ariel.
"Selamat adikku, Akhirnya dia hadir juga setelah perjuangan bercocok tanam setiap malam." seru Helena.
Ariel berdecak. Kakak iparnya selalu berkata hal yang tabu. Tapi dia cukup mengerti apa yang Kakak iparnya maksud.
"Selamat Lan. Akhirnya kecebong mu hadir juga." seru Danu.
"Iya, aku tidak menyangka si Bos tokcer juga." sambung Rendy.
"Tentu saja, karena benihku berkualitas tinggi. Otomatis dia bisa cepat tubuh di rahim Ariel." Azlan membanggakan diri. Tapi hal itu terlihat menggelikan di mata Ariel.
"Astaga, ada apa dengan semua orang? kenapa mereka mengatakan hal seperti itu?" batin Ariel.
Tidak mau ambil pusing, Ariel memilih pergi dari perkumpulan para pria itu. Dia mencari sesuatu untuk mengisi perutnya. Entahlah sejak kemarin dia mudah sekali lapar. Mungkin itu pengaruh dari kehamilannya.
Ariel melihat Mia yang begitu lahap memakan kue. Hal itu membuat Ariel menelan ludahnya. Dia ingin makan kue Mia. Tapi jika Azlan tahu, pasti dia akan melarangnya.
__ADS_1
Ariel melihat kearah Azlan yang masih berbicara dengan Danu dan Rendy. Ini kesempatan bagus. Dia akan meminta sedikit kue milik Mia.
Arier tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia mendekati Mia dan duduk di samping wanita itu.
"Eh, bumil.. Makasih ya kue nya." seru Mia.
"Ck.. Harusnya kau mengucapkan selamat padaku. Tapi kau justru mementingkan makan daripada aku." Ariel memasang wajah sedih yang membuat Mia tidak enak hati.
"Maaf!! Ini keinginan Baby. Jika aku tidak menurutinya, nanti dia bisa ileran." Mia mengusap perutnya yang sudah terlihat membuncit.
"Aku mohon Mia, ini keinginan Baby. Aku minta sedikit saja." pinta Ariel. Dia memasang wajah memohon agar Mia luluh dan mau memberinya sedikit kue milik nya. Tapi Mia tetap Keukeh. Dia tidak mau memberikan kue nya pada Ariel. Alhasil Ariel mengeluarkan jurus terakhir nya, yaitu menangis.
Tentu saja hal itu membuat Mia panik. Jangan sampai Azlan salah paham. Akhirnya dia mengalah dan memberikan kuenya pada Ariel.
"Terimakasih Mia.." Ariel memakan kue Mia dengan lahap. Bahkan semua kue yang Mia ambil ludes di makan bumil muda itu.
"Dia menghabiskan semua kue ku? Astaga, apa setiap bumil akan bersikap aneh seperti ini? Di meja banyak sekali kue tapi dia memilih makan gue miliku?" batin Mia. Dia tidak sadar jika dirinya pun begitu. Dia suka meminta sesuatu pada Rendy yang membuat pria itu kebingungan untuk menuruti semua keinginan nya.
__ADS_1
Waktu terus berlalu. Dan pesta masih saja berlangsung. Ariel sudah lebih dulu istirahat karena dia sudah mengantuk dan lelah. begitu juga dengan Mia, dia tidur dikamar tamu di temani Rendy. Setiap Mia tidur, dia meminta suaminya untuk mengusap perutnya sampai dia tertidur. Sedangkan Azlan dan yang lain masih menikmati pesta malam itu.
"Aku senang masih di beri kesempatan untuk ikut merasakan kebahagiaan putri ku. Aku berharap bisa menimang cucu ku nanti." seru Hendra.
"Jangan bicara seperti itu, kita pasti bisa menimang nya nanti. Ah tidak... tapi kita akan berebut nanti nya." Alfa tertawa. Ini adalah cucu pertama nya jadi dia tidak akan kalah dari Hendra.
"Ya, kau benar. Aku bahagia sekarang. Putriku sudah menemukan orang yang tepat. Aku pikir, dia tidak akan bahagia menerima perjodohan ini."
"Hei, Cinta datang karena biasa. Azlan itu seperti ku. Dia hanya akan mencintai satu wanita. Anggap saja masa lalu Azlan itu adalah sebuah kesalahan. Lagi pula wanita itu mengkhianati Azlan. Walau pada akhirnya dia bertaubat. Tapi ini akhir yang bagus bukan?"
"Ya, kau benar."
Mereka menikmati pesta malam itu dengan perasaan bahagia. Apalagi untuk sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara. Siapa lagi jika bukan Lani dan Nino. Mereka memilih keluar untuk menikmati pemandangan malam yang indah. Mereka merencanakan masa depan mereka berdua. Setelah ini, mereka akan jujur lada Azlan dan meminta izin untuk bersama.
Begitu juga dengan Baron dan Ayna. Mereka bercanda dengan pelayan yang lain. Untuk pertama kalinya Ayna bisa berbaur dengan yang lainnya. Dan itu semua karena Baron.
Kebahagiaan tidak hanya di rasakan oleh keluarga Pramudya. Tapi juga anak buah Azlan. Ini adalah awal yang baik untuk semuanya. Di saat suasana hati Azlan membaik, maka Nino akan segera memberitahu Azlan tentang hubungan nya dengan Lani. Begitu juga dengan Baron. Dia sudah memutuskan untuk bersama Ayna. Tapi mereka tidak tahu jika setelah ini mereka akan sangat sibuk karena Tuan dan nyonya mereka.
__ADS_1