Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Malam Yang Indah


__ADS_3

Hari menjelang malam.Setelah janji suci di ucapkan, Kedua mempelai berdiri di pelaminan menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.


Karena mereka tidak akan mengadakan resepsi pernikahan para tamu undangan langsung berpamitan setelah memberi ucapan selamat pada mereka.


Tapi itu tidak membuat pesta usai.Nyatanya sampai saat ini pesta pernikahan itu masih berlanjut.


Tidak sedikit dari mereka yang membicarakan tentang bisnis di tengah pesta itu.


"Kamu capek By..???"tanya Azlan yang sedari tadi memperhatikan Ariel yang terlihat membungkuk memijat kakinya.


"Sedikit.Aku kira acara ini cepat selesai.Tapi tidak apa-apa.Karena aku bahagia saat ini.Tidak hanya kita yang sudah resmi jadi suami istri.Tapi Aku bahagia karena Ayah masih hidup.Terimakasih Kak..."


Azlan tersenyum dan membawa tubuh Ariel ke dalam pelukannya.


"Sama-sama sayang.. Nanti saat kita berbulan madu, kita akan pergi menjenguk Ayah Hendra.."


Ariel melepas pelukannya.


"Benarkah...???"


Azlan mengangguk pelan.


"Terima kasih Kak..Aku mencintaimu.."


"Tapi.. Memang nya Ayah sekarang ada di mana...??"tanya Ariel


"Ayah ada di New York.Maaf By.. Kakak terpaksa membawa Ayah ke luar negeri karena selain di sini tidak aman, Pengobatan di sana lebih bagus dari pada di sini."


"Tidak masalah bagiku Kak.Yang terpenting Ayah masih hidup..Tapi apa boleh aku tau apa yang sebenarnya terjadi Kak..???"


Azlan menghela nafasnya.


"Sebenarnya selama ini Kakak mengirim pengawal bayangan untuk kalian.Terutama kamu Karena Kakak takut kamu dijadikan umpan untuk mencapai tujuan Dewa.Tapi seperti nya Dewa tidak mengetahui tentang kamu.Dan memilih melenyapkan Ayah.Karena dia yakin Ayah tahu soal bukti-bukti kejahatan Dewa selama ini.."


"Awalnya Kakak mendapat laporan jika beberapa kali Ayah hampir celaka.Dan anak buah Kakak berhasil menggagalkan rencana Dewa.Tapi itu tidak membuat Dewa menyerah.Dan puncaknya Anak buah Kakak melihat seseorang menyabotase mobil Ayah.Dan mau tidak mau Kakak mengambil keputusan ini.Mengikuti skenario yang di buat oleh Dewa.Dan terjadi lah kecelakaan itu.Karena kondisi Ayah yang kritis,Kakak membawa Ayah ke New York setelah mendapat persetujuan dari Danu."


"Jadi Kak Danu beneran baru tahu setelah beberapa hari Ayah kecelakaan.."


Azlan mengangguk kan kepalanya.


"Kakak sebenarnya tidak tega melihat kamu sedih.Tapi ini juga demi keselamatan kalian.Karena Kami di awasi anak buah Dewa waktu itu.Maka nya Kakak ambil resiko dengan pura-pura buta agar Dewa lengah dan muncul di hadapan kami.."


"Tapi untunglah semua sudah berakhir..Aku bahagia sekarang.."Ariel kembali memeluk Azlan.


"By...!!!"


"Hm..!!!"


"Ini udah hampir malam.Gimana kalau kita....."Azlan menaik-turunkan alisnya.


Ariel mengangguk pelan dengan wajah yang bersemu malu.Mereka meninggalkan pesta diam-diam tanpa sepengetahuan yang lain.


Sementara itu.Walau para tamu undangan sudah pulang,Tapi Alfa meminta semua pelayan dan anak buahnya menikmati pesta yang sudah usai itu.


Dia membebas tugas kan mereka untuk malam ini.Dan Dia juga meminta sahabat-sahabat Azlan dan Ariel untuk menginap.


Tentu Saja mereka sangat senang.Mereka mulai berbaur menikmati hidangan yang sangat lezat itu.


"Dimana pengantin baru kita.."tanya Luna..


"Mereka menghilang.. Jangan-jangan.."


"Ini masih terlalu awal untuk tidur kan ."seru Danu


"Ais..Kau seperti belum pernah menikah saja..Apa kau lupa bagaimana kita saat menikah dulu.."ujar Helen..


"Sayang..!! Kenapa kau mengatakan nya .."rengek Danu.


"Berhenti bersikap seperti itu pak kepala polisi.. Sungguh gue geli ngeliat nya.."Ledek Adit.


"Diem lu.."Helen melototkan mata menatap tajam Danu


Sedang Danu tersenyum kikuk karena kelepasan ..


Sedangkan Rendy saat ini tengah bersama istrinya.Dia menemani Mia yang ingin makan kue di pesta itu.


"Pelan-pelan makan nya .!!!"seru Rendy mengusap krim yang ada di sudut bibir Mia


"Iya... Terima kasih mas .."


"Mia..!!!"


"Ya...???"

__ADS_1


"Mas belum pernah merasakan sebelumnya.Tapi seperti nya Mas ...."


"Ya...???"


"Mas mencintaimu..."ungkap Rendy


Mia mematung.Dia menatap Rendy tanpa berkedip.


"Kenapa..???Kamu pasti ragu kan dengan perasaan Mas ???Tapi Mas tidak perduli.Yang penting Mas sudah mengatakan yang se...hmmph.."Mia mencium bibir Rendy.


"Aku juga mencintaimu Mas..."Rendy terkejut.Dia tidak menyangka jika perasaan nya terbalas.


"Benarkah..???"Mia mengangguk cepat.


Rendy tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.Dia kembali menyatukan bibirnya dengan Mia.


🍁🍁🍁🍁🍁


Di taman keluarga Pramudya, nampak seorang wanita yang tengah menikmati suasana Malam itu.


Dia menatap langit malam itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Malam ini dingin.. Kenapa Kau di sini dengan pakaian seperti itu.."


Wanita yang tidak lain adalah Lani menengok kebelakang . Dia tersenyum kala kekasihnya memakaikan jas ke tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan disini...???"tanya Nino


"Tidak ada..Aku hanya menikmati udara malam..."jawab Lani .Dia kembali menatap langit malam.


"Daripada Kau menatap langit lebih baik kau menatap ku ."gumam Nino.


"Kau mengatakan sesuatu..??'


"Ah Ti_tidak..Aku tidak mengatakan apa-apa.."


Lani hanya ber oh ria.


Nino menghela nafasnya.."Kenapa Aku mempunyai kekasih yang tidak peka..??"gerutu Nino.


"Apa maksud mu..??"tanya Lani menatap tajam Nino.


"Ais... Malam ini kita di bebas tugas kan.Jadi bisakah kau berbicara sedikit lembut padaku..??? Dan singkirkan tatapan horormu itu..!!!"


"Sebenarnya apa maumu..??"


''Aku..??? Tentu saja Aku ingin merasakan menjadi pasangan kekasih pada umumnya.Kita sudah lama berpacaran tapi belum pernah melakukan apapun.."


"Apa maksud mu melakukan apapun..??? Memang nya kau ingin melakukan apa .??? Jangan macam-macam ya..."ancam Lani


Lagi-lagi Nino menghela nafasnya.."Kita sedang berdua Lani..Jadi bersikap lah lebih lembut padaku..Apa kau tidak ingin menyusul Tuan Muda..??"


"Menyusul kemana..??Tuan Muda kan sedang istirahat dengan Nona , bahkan mungkin mereka saat ini sedang...."Lani tidak melanjutkan ucapannya.Wajahnya memerah kala membayangkan apa yang saat ini Tuan Muda tengah lakukan..


"Kenapa wajahmu memerah..??"Goda Nino


"Jangan menggodaku Nino..!!!"


Nino tersenyum dan menggenggam kedua tangan Lani.


"Kita tidak mempunyai siapa-siapa di Dunia ini Lani .Tanpa alm.Tuan Besar kita juga tidak bisa menjadi seperti sekarang.Kita sudah bekerja keras untuk melindungi keluarga ini sampai semua berakhir dan aku rasa ini saat nya kita mengatakan pada semua.."


"Ma_maksudmu..??"


"Lani..Aku mencintaimu..Dan aku tidak ingin berpisah lagi dengan mu.Melihatmu dalam bahaya sungguh membuat ku takut.Jadi maukah kau menikah dengan ku..??"


"Ni_Nino..!!A_aku..."


"Kau tidak perlu khawatir..Biar semua aku yang urus.Kau hanya tinggal menjawab saja.Jadi...????"


Lani tersenyum dan mengangguk pelan.."Iya..Aku mau.."


Nino begitu bahagia.Dia memeluk Lani begitu erat.."Terima kasih sayang..Aku mencintaimu.."


"Aku juga mencintaimu Nino.."Nino melepas pelukannya.Dia mendekatkan wajahnya dan menyatukan bibir keduanya..


"Akhirnya setelah sekian lama Aku bisa mencium mu juga Lani sayang.."


"Ck.. Dasar tidak tahu tempat.."gerutu Baron yang tidak sengaja melihat adegan ciuman itu.


Dia berjalan tergesa-gesa karena tidak ingin berlama-lama di sana.


"Hah... Kenapa jadi Aku yang malu.."Sungut Baron.

__ADS_1


Brukh


Pyaar


"Hei..!!!"


"Ma_maaf Tu_tuan.Sa_saya tidak sengaja.."seorang pelayan membungkuk dan membereskan pecahan gelas yang terjatuh karena bertabrakan dengan Baron.


"Auw..."pekik gadis itu kala jari nya terluka karena pecahan gelas itu


"Kau tidak apa-apa...??"Baron berjongkok di depan gadis itu dan refleks menghisap jari nya yang terluka.


"Tu_tuan...!!!"


"Apa..??"tanya Baron yang belum sadar dengan apa yang Dia lakukan.


"I_itu.."Gadis itu melihat kearah jarinya yang ada di mulut Baron.Reflek Baron mengikuti arah dari gadis itu dan melepaskan jari nya


"Maaf.."


"Ti_tidak apa-apa Tuan.Saya justru berterima kasih.."


"Kenapa kau disini..??Kau tidak ikut dengan yang lainnya..??"


"Sa_saya kurang bisa bergaul dengan orang lain Tuan.Walaupun mereka baik padaku.."


"Kenapa..??"


Gadis itu terdiam dan memandang wajah Baron.


"Jika kau tidak mau cerita tidak apa-apa.."seru Baron


Gadis itu masih terdiam.


"Kenapa Kau melihat ku seperti itu..??Kau takut dengan wajah ku..??"


Gadis itu menggeleng cepat.Dia berdiri setelah selesai membersihkan pecahan gelas itu.


"Saya tidak takut Dengan wajah Tuan.Karena saya yakin hati anda baik."gadis itu tersenyum membuat jantung Baron berdebar.


"Saya hanya gadis yatim piatu yang tidak beruntung.Karena sejak kecil saya mendapat pelecehan dari Kakak sepupu saya.Bahkan saya pernah mencoba bunuh diri.Tapi Tuan Rendra menyelamatkan saya dan memberikan saya perlindungan dan pekerjaan.Tapi saya masih trauma jika berdekatan dengan orang lain.."terang gadis itu


"Lalu kenapa kau menceritakan nya padaku..??"


"Karena saya yakin Tuan orang baik ."sahut gadis itu dengan bibir yang mengembang.


"Manis.."


"Aku tidak sebaik yang kau kira..Oh ya Jangan memanggil ku Tuan.Aku bukan Tuan mu.Kita ini sama.. Panggil saja Aku Baron.Jadi siapa namamu..??"tanya Baron


"Namaku Ayna..Tuan bisa memanggil ku Ana.."Sahut gadis itu.


"Sudah Aku bilang jangan panggil aku Tuan.."


"Ma_maaf..saya belum terbiasa.."


"Tidak apa-apa.Kau bisa memanggil ku Kakak jika kau tidak bisa memanggil namaku.Tapi boleh kah Aku memanggil mu Ay..??"


Ayna nampak berfikir.Kemudian Dia tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


"Kakak bisa memanggil ku Ay..Aku suka panggilan itu.."


*Deg


"Kenapa jantung ku berdebar kencang*..."


"Kak ..!!!"


"Ah ..Iya ada apa Ay...??''


blush .


wajah Ayna memerah mendengar Baron memanggil nya begitu lembut.


"Wajah mu merah Ay.."goda Baron


"Berhenti menggoda ku Kak..!!"pekik Ayna.


Baron terkekeh.Dan mereka melanjutkan obrolan mereka di posko dekat paviliun tempat Baron berjaga.


Mereka tertawa tanpa rasa canggung sama sekali.


Seperti nya benih-benih cinta tumbuh di hati kedua nya.

__ADS_1


__ADS_2