Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Duel Maut


__ADS_3

Alex dan Leonard masih terus menembaki Anak buah Dewa.Mereka bersembunyi menghindar agar tidak terkena tembakan dari musuhnya.


Saat tengah membidik tanpa sengaja Leonard melihat Dewa yang berlari menghindari peperangan.


"Lex.. Bukan kah itu Dewa..???"Leonard menunjuk kearah kemana pria itu berlari.


"Iya.. Itu Dewa..."


"Kejarlah Dia.Jangan biarkan Dia lolos.Soal mereka biar Daddy yang hadapi.."


"Apa Daddy yakin..??"Alex tidak rela meninggalkan ayah nya bertarung sendiri.Dia begitu mengkhawatirkan pria tua itu.


"Percaya lah Nak.. Serahkan semua pada Daddy.Kau cepat kejar dia sebelum kehilangan jejaknya.."


"Baiklah.Berhati-hatilah Dad..!!"


"Pasti.."Leonard melihat punggung Alex yang mulai menjauh mengejar Dewa.


"Semoga Kau baik-baik saja Nak.Dan maafkan Daddy.."gumamnya.


Leonard tersadar saat sebuah tembakan hampir mengenai dirinya.


Dia dengan sigap membalas menembaki mereka.Dia berguling,berlari menghindari timah panas yang terus mengejar nya.


Hingga Dia terpojok.Tiga anak buah Dewa mengarah kan senjatanya pada dirinya.Dia ingin melawan.Tapi seperti nya percuma karena senjata nya kehabisan peluru.


"Mungkin ini akhir dari hidupku.Aku tidak menyesal.Setidaknya mereka sudah memaafkan ku.Selamat tinggal Anak ku Alex.."Leonard memejamkan matanya.Tapi tak kunjung ada yang menembaknya.


Saat Dia membuka matanya.Dia melihat ketiga anak buah Dewa tadi sudah tergeletak tak bernyawa di depannya.


Dia merasa bingung kenapa bisa begini..Hingga dia melihat beberapa orang berperawakan besar menghampiri nya.


"Anda baik-baik saja Tuan..??"tanya pria besar itu


"I-iya ..Aku baik-baik saja,, Kalian....."


"Kami Anak buah Tuan Aditya.."


Leonard menghela nafas lega.."Terimakasih Tuhan.. Akhirnya bantuan datang Juga.Semoga ini cepat berakhir..."


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Sementara itu.Azlan masih bertarung melawan Sebastian.Sudah berkali-kali Azlan terkena pukulan dan tendangan dari Sebastian.


"Hahaha...hanya segitu kah kemampuan Murid Jenderal ternama itu??? Bahkan aku belum mengeluarkan kemampuan ku secara maksimal kau sudah tak berdaya.. Sungguh ironis.."Ledek Sebastian


Azlan menyeka darah disudut bibirnya.Dia memegang perutnya yang baru saja terkena pukulan Sebastian.


"Tidakkah kau lihat.Walaupun sedari tadi Kau berhasil melukai ku,Apa kau melihat Aku terjatuh kelantai ini.??"sindir Azlan.


Tawa Sebastian terhenti.Memang benar, serangan Sebastian berhasil mengenai tubuh Azlan tapi Tuan Muda Pramudya itu masih berdiri kokoh ditempat nya.


Sebastian menggertak kan rahang nya..Dia kembali menyerang Azlan dengan kekuatan penuh karena merasa di remeh kan oleh nya.


Saat mereka bertarung, Ariel yang saat itu mencari keberadaan Dewa menghentikan langkahnya.Dia melihat Azlan yang terus diserang tanpa bisa membalas serangan lawan nya.


Ariel mencari sesuatu yang bisa dia lempar ke arah Sebastian yang saat itu membelakangi nya.


Wuuussshh...


Batu berbentuk patung kecil itu Ia lemparkan.Tapi Sebastian menyadari nya dan melakukan salto kebelakang dan menendang kembali batu itu hingga berbalik arah Pada Ariel.


Buuugh..


Argghh..


Ariel yang tidak sempat menghindar terkena batu itu di bahu nya..


"Wah... Ternyata ada tikus kecil yang mengganggu.."Sebastian melihat Ariel yang tidak jauh dari nya.


"Baiklah aku akan membereskan mu terlebih dahulu tikus kecil.."Sebastian berlari menyerang Ariel..


"Tunggu...!!! Lawan mu adalah aku ..!!"Azlan menghentikan Sebastian yang akan menyerang Ariel tapi tidak digubris nya.


Sebastian melayangkan pukulan pada Ariel tapi bisa ditangkis oleh gadis itu.Tapi walau begitu pukul an Sebastian begitu keras sehingga Ariel tidak bisa terlalu lama menahan nya hingga akhirnya ia harus terkena serangan dari Sebastian..


Ariel terjatuh dan memuntahkan darah..


"Matilah kau tikus kecil..!!!"Sebastian mengangkat kakinya untuk menginjak Ariel tapi dengan sigap Azlan menendang nya dari belakang hingga Sebastian terhuyung Beberapa langkah.


"Gaby..Kau tidak apa-apa..???? Jawab kakak...??"Azlan mengangkat kepala Ariel dalam pangkuan nya..


"Gaby sayang...!!!Hai..buka mata kamu..!!lihat Kakak..."Azlan menepuk-nepuk pipi gadis itu agar tetap terjaga..


"Ka-kak A-lan..."ucap Ariel terbata


"Ia ini kakak....."


Pada saat itu Danu dan Rendy datang.Mereka menghampiri Ariel yang berada di pangkuan Azlan.


"Ariel....Kamu tidak apa-apa kan...??"Danu begitu mengkhawatirkan adiknya.. Azlan menyerahkan Ariel pada Danu dan Rendy.

__ADS_1


"Bawa Gaby ketempat yang aman.Obati lukanya dan juga luka kalian.."seru Azlan yang melihat wajah mereka yang penuh dengan luka.


"Tapi Bos..Biar Danu yang membawa Nona..Saya Akan membantu Bos melawannya.."ucap Rendy


"Dia bagian ku.Dan cepat kalian pergi dari sini.Cari Dewa sampai dapat.."


"Baik Bos.."Danu membawa Ariel dalam gendongan nya ketempat yang aman dan memanggil Adit untuk mengobati nya..


"Kau....!!! tunjuk Azlan pada Sebastian


"Beraninya kau melukai gadis ku..."sorot mata itu berubah menjadi begitu menyeramkan kan..


"O..jadi tikus kecil itu kekasih mu ya...Maaf..Aku tidak tau..Tapi melukai nya begitu sangat menyenangkan.."Sebastian tertawa terbahak.


"Kau ingin membunuh ku bukan ..???maka lakukan lah.Karena jika tidak segera kau lakukan aku yang akan membunuh mu.. Membalas setiap kesakitan yang tikus kecil itu rasakan..."


Sebastian menghentikan tawanya.Entah mengapa Dia merasa kan aura berbeda dari Pria yang ingin di bunuh nya itu.


"Aku akan membunuhmu Devil...!!!"Sebastian kembali menyerang Azlan.Tapi kali ini Azlan juga membalas serang an Sebastian..


Pukulan mereka beradu hingga membuat mereka mundur selangkah.Azlan menendang pinggang Sebastian tapi justru kaki Azlan ditangkap dan dipukuli oleh Sebastian.


Azlan yang merasa kesakitan segera menendang Sebastian menggunakan kaki satu nya hingga pegang an Sebastian terlepas.


Azlan mengibas-ibaskan kaki nya yang sakit.Sebastian kembali menyerang dengan memukul Azlan tapi Dengan sekali tendang Sebastian jatuh terjungkal ke belakang.


Tidak ingin memberi kesempatan bagi Sebastian, Azlan berlari menyerang Sebastian tapi pria itu berhasil menghindar dengan berguling kesamping.


Sebastian kembali berdiri yang melayang kan pukulan nya kearah kepala Azlan,tapi bisa dicekal oleh Azlan dan tangan Sebastian di pelintir dan dipukul nya ketiak Sebastian berkali-kali oleh Azlan.Membuat Sebastian berteriak kesakitan.Dan setelah nya Azlan menarik lengannya dan membanting tubuhnya kekar itu.


Bugh...


Argghh....


Sebastian berinsut mundur sambil memegang lengan nya yang patah.. Diam-diam dia mengambil belati yang dia sembunyikan.


Dia berdiri dan menyerang kembali Azlan.Tapi dengan mudah ditangkis oleh nya.Dan tanpa sepengetahuan Azlan, Sebastian menyerang nya menggunakan belati yang dia sembunyikan.


Crasss...


Belati itu melukai lengan Azlan.Sebastian tertawa.Tapi seolah tidak merasa kan sakit, Azlan justru mencabut belati yang menancap di lengannya.


Sebastian yang melihat itu kembali mengambil senjata nya tapi dengan sigap Azlan berlari dan menendang tangan Sebastian sehingga senjata itu jatuh .Dan disaat yang bersamaan Azlan menancap kan belati Sebastian tepat ke jantung Sebastian.


Jleb...


Bruukk..


Sebastian roboh dan tewas seketika..


Azlan memandang wajah Sebastian untuk yang terakhir kalinya."Seperti yang di katakan oleh kakek Rangga.. Dengan ku pun kau belum tentu bisa menang.."

__ADS_1


Azlan melangkahi mayat Sebastian dan meninggalkan nya begitu saja.Dia ingin sekali melihat kelas Ariel.Tapi dia harus mencari terlebih dahulu si pembuat kekacauan ini .


__ADS_2