
Setelah tiga hari mendapatkan perawatan intensif, Ariel sudah di perbolehkan untuk pulang. Azlan dengan hati-hati memindahkan Ariel ke kursi roda. Sedangkan Baby Azriel berada di gendongan Ariel.
Ariel tidak henti-hentinya menciumi wajah menggemaskan baby Azriel. Dia sangat bahagia bisa merasakan perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya. Dan yang pasti perjuangan itu belum berakhir karena mereka masih harus merawat bayi mungil yang baru saja melihat dunia ini
Mereka harus menyiapkan mental karena konon bayi lebih sering terbangun di malam hari. Entah karena haus, atau karena popoknya basah atau mengajak bermain. Yang pasti malam nanti adalah malam yang berat untuk mereka.
Rendy sudah stand by di depan rumah sakit dengan mobil yang terparkir di sana. Dia membukakan pintu mobil untuk Ariel dan Azlan membantu Ariel pelan-pelan masuk ke mobil.
Rendy menginjak pedal gas setelah semua masuk ke dalam mobil. Dia melirik ke kaca spion melihat keluarga yang sedang berbahagia itu.
Rendy tersenyum simpul. Dia juga pernah berada di posisi mereka. Tepatnya empat bulan yang lalu. Itu adalah momen yang tidak bisa dia lupakan.
Dia mengabadikan momen bersejarah itu dalam otaknya sebagai pengingat jika perjuangan ibu yang melahirkan anaknya tidak bisa di nilai dengan apapun.
"Kita sudah sampai Tuan." Seru Rendy. Dia turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Azlan dan Ariel.
__ADS_1
Lagi-lagi Azlan membantu Ariel. Pria itu memapah Ariel yang tidak melepaskan pandangannya dari baby imut di gendongan nya.
"Surprise!!!" teriak semua orang yang menyambut kedatangan mereka.
"welcome home ..!!!"
"Terimakasih semuanya." seru Ariel. Dia terharu semua orang menyambut kedatangan nya begitu meriah. Mereka semua berkumpul dan mereka menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk menyambut Baby Azriel. Dia merasa bersyukur, semua keluarga berkumpul.
"Cucu Kakek." Alfa meminta Baby Azriel dari gendongan Ariel. Dia sudah sangat menanti momen ini. Andai Istri dan Ayahnya masih hidup, mereka pasti juga ikut bahagia.
"Selamat Adik ipar.. Akhirnya kau menjadi seorang ibu juga " seru Helena
"Terimakasih Kak."
"Kyaaa... Ariel!!! Selamat ya, Akhirnya penantian mu terbayar sudah." seru Luna
__ADS_1
"Makasih Lun. Tapi ngomong-ngomong kapan kau akan menyusul kami?"
Luna menyengir, bukan dia tidak ingin mempunyai keturunan, tapi Luna dan Adit masih sibuk akhir-akhir ini. Tapi bukan berarti mereka menundanya. Mereka tetap berusaha, dan berharap kabar baik mereka dapatkan..
"Halo dedek Azriel.." seru Mia menirukan suara anak kecil. Dia melihat Baby Azriel dari dekat yang berada di gendongam Alfa.
"Lihatlah jagoan Kakek!! Kau mempunyai teman sekarang." seru Alfa
Mereka mulai bergantian melihat baby Azriel dari dekat. Bahkan mereka berebut untuk menggendongnya. Tapi tentu saja itu hanya angan-angan mereka saja. Mereka tidak berani melakukan nya. Apalagi ekor mata tajam milik Azlan siap menusuk relung jiwa para maid
Jika Azlan dan Ariel tengah berbahagia dengan kelahiran putra mereka, berbeda dengan dua pria berbadan kekar yang berdiri tidak jauh dari kerumunan orang yang berebut untuk melihat baby Azriel.
Mereka adalah Nino dan Baron. Mereka juga ikut merayakan kedatangan Baby Azriel. Tapi ada satu hal yang sekarang mereka pikirkan. Yaitu tentang kelanjutan hubungan mereka dengan pasangan mereka masing-masing.
Sekarang Nyonya mereka sudah melahirkan. Itu artinya hukuman mereka juga berakhir bukan? Tapi mereka cukup takut untuk mengatakan hal itu karena mereka tidak ingin menghancurkan kebahagiaan yang tuan dan nyonya mereka rasakan. Biarlah mereka bersenang-senang dulu, baru nanti setelah semua selesai, mereka akan pergi menemui Azlan untuk meminta ijin menikahi pasangan mereka.
__ADS_1
Sungguh perjuangan yang sangat berat bukan.