
Alex meremas lembaran-lembaran berkas yang ada di tangan nya.
"Ini tidak mungkin..Tidak mungkin..Kau pasti menipuku agar Aku tidak membunuh kalian bukan..Hah.."bentak Alex
"Semua terserah padamu.Mau kau percaya pada ku atau tidak.Tapi semua yang ada di tangan mu adalah kenyataan yang sebenar nya.Itu adalah bukti kejahatan kalian yang telah membunuh banyak orang yang tidak bersalah bahkan nenek ku yang tidak ada sangkut paut nya pun tak luput dari kejahatan kalian.."Danu menahan sesak di dada nya.Dia mengusap kasar sudut mata nya.
"Bahkan Aku tidak tau bagaimana rupa nenek ku.Jadi siapa sekarang yang pembunuh Hah.."teriak Danu.
"Kalian lah pembunuh sebenar nya.Hanya karena kalah dalam berbisnis,,Iri dengan kemewahan dan kekayaan keluarga Pramudya kalian gelap mata dan menyusun rencana menghancurkan keluarga Pramudya.Tanpa pandang bulu,,kalian membunuh orang-orang terdekat Pramudya..Dan sekarang.Kau datang ingin membalaskan dendam ibu mu.LAlu bagaimana dengan ku ,Bagaimana dengan Azlan dan keluarga orang terdekat Pramudya HAH.."Bentak Danu
"Jawab Aku..Kenapa kau diam Saja Alex..Jawab Aku.."Danu mencengkram kerah baju Alex.Dia meluapkan semua apa yang Dia rasakan.
Alex menundukkan kepala nya.Dia tidak percaya jika ternyata Ayah nya yang selama ini Dia sayangi tega melakukan semua ini.Bahkan rekan bisnis Ayah nya terlibat dengan kejadian ini.Mereka benar-benar iblis berdarah dingin..
Melihat Alex yang diam saja,,Danu menghempaskan tubuh pria itu hingga terduduk di lantai.
"Jadi selama ini Aku hanya di manfaatkan oleh Ayah ku..Hah..lucu sekali."lirih Alex.Dia mendongakkan kepala nya menatap sendu sahabat nya itu.
"Semua salah kami.Apa kau akan membunuhku sekarang..??"Alex putus asa dengan kenyataan yang baru saja Dia ketahui.Dia marah dan kecewa pada Ayah nya.
"Membunuhmu..???Kau tau Aku sangat ingin membunuhmu saat ini.Tapi sayang nya Aku tidak bisa melakukan nya.Ada orang yang lebih pantas menghukum mu dari pada Aku."
"Renungkan lah Apa yang baru saja kau lihat dan kau dengar.Aku tidak memintamu percaya pada ku.Tapi Aku harap Kau mau bekerja sama dengan Kami untuk menangkap Dalang utama yang melakukan semua ini."Danu pergi meninggalkan Alex yang masih menunduk di lantai.
"Ayah..Benarkah semua ini Ayah..Itukah alasan mu ingin Aku membunuh mereka karena Ayah ingin menguasai Harta mereka karena rasa iri Ayah pada mereka..??Ayah..heh..Daddy..Kau iblis berwujud manusia.."Lirih Alex.Sorot mata Alex penuh dengan kebencian.Marah dan kecewa .
__ADS_1
****
Disebuah Rumah yang megah keluarga Hartanto.Mia tengah berada di dalam kamar nya.Setelah kejadian penculikan itu Dia tidak lagi mendengar kabar dari Ayah dari anak yang dia kandung.
Dia terus mengulingkan tubuh nya kesana kemari berharap Pria itu menghubungi nya.Karena ada yang ingin dia sampaikan.
Mia ingin bertanya pada pria itu Apakah Dia bersungguh-sungguh akan bertanggung jawab.Karena sungguh Dia tidak ingin menikah dengan pria pilihan Ayah nya.Yang dia ingin kan hanya pria itu .Ayah dari anak nya.
"Kenapa Dia tidak menghubungiku ..??Apa dia membohongi ku. ??Aish..Aku harus bagaimana ???Aku tidak ingin menikah dengan pria pilihan Ayah.."
"Aku harap kau bersungguh-sungguh dengan ucapan mu ingin menikahi ku.Aku akan menunggu mu.."ucap Mia.
Saat tengah merasa gelisah menunggu pria itu menghubungi nya,,tiba-tiba ponsel nya berdering.Dia terlonjak kaget.Buru-buru dia mengangkat telepon nya tanpa melihat siapa si penelepon.
"Halo Mia.Apa kabar.."
Mia menjauhkan ponsel nya dari telinga nya.Dia melihat nama si penelpon.
"Ariel.."lirih Mia
"Halo Mia..Kau masih di sana.."
"Ha Ha lo Riel...Gimana keadaan loe..??Maafin Gue Riel gara-gara gue loe dalam bahaya..Gue emang jahat.Loe pantes benci gue .Gue dah bikin loe celaka,,Loe pasti marah dan kecewa sama gue .Gue emang bukan temen yang baik..hiks hiks..maafin gue Riel.."
"udah ngomong nya..??"
__ADS_1
"U udah hiks ..."
"Gimana keadaan loe.."
"A-apa..?"
"ck..Gimana keadaan loe sekarang..?Kata Kak Rendy loe masuk Rumah Sakit."
"Gue baik-baik aja.."
"Syukurlah..Mia semua ini bukan salah loe.Tapi gue.gue minta maaf karena gue loe di culik.Gue tau loe ngelakuin itu karena di ancam kan.Maafin gue gak pernah cerita sama loe.Tapi untuk sementara kita kaya gini aja dulu.Gue takut nyawa loe kembali terancam ."
"Mak-maksud loe...?"
"Gue gak bisa cerita sekarang tapi yang jelas gue gak nyalahin loe .Gue gak marah ataupun kecewa sama loe.Kita tetep sahabat.Gue harap loe jaga diri dan hati-hati.Okay.."
"Iya Riel.Makasih Loe masih mau temenan sama Gue.."
"Iya My..Kalo begitu Gue tutup dulu telepon nya.Bye Mia"
"Bye Riel.."
tut tut tut
"Masalah apa sebenarnya yang sedang Ariel hadapi..?Semoga semua cepet selesai dan baik-baik saja.."
__ADS_1