Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Melahirkan?


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Tidak terasa kandungan Ariel sudah memasuki bulan kesembilan. Empat bulan yang lalu, Mia melahirkan seorang putra yang diberi nama Varen Putra Pratama. Baby Varen sangat imut dan tampan. Ariel tidak pernah absen untuk menjenguk Baby Varen yang kini tumbuh dengan sehat. Sedangkan Luna, dia fokus pada klinik baru nya yang dia bangun bersama dengan sang suami. Dia belum hamil, tapi tidak menundanya. Mungkin dia belum di beri kepercayaan oleh Yang Di Atas.


"Baby Varen!!! Lihat, aunty bawa apa?" seru Ariel yang tengah berkunjung di apartemen Rendy. Dia akan pergi kesana saat Azlan sibuk di kantor.


"Lagi? Riel, kau terlalu memanjakan Varen." seru Mia


"Tidak apa-apa. Lagipula jika anakku lahir nanti aku sudah tidak bisa main kesini lagi dan membelikan Varen mainan setiap hari." Ariel mengusap perutnya yang sudah membesar.


"Kapan dia akan lahir?" tanya Mia yang mengusap perut Ariel.


"Kata dokter beberapa hari lagi."


"Wah... Semoga semua berjalan lancar dan kalian sehat-sehat."


"Terimakasih." Ariel kembali bermain dengan Baby Varen. Rasanya sangat menyenangkan bermain dengan baby Varen. Dia terlihat imut sekali. Sepertinya jiwa keibuan Ariel sudah muncul. Bahkan Ariel dengan telaten menenangkan Baby Varen saat menangis.


Setelah kelahiran Baby Varen, Ariel tidak lagi meminta hal aneh-aneh pada Azlan. Sebelumnya, dia meminta Azlan untuk melakukan hal yang di luar nalar. Dia meminta Azlan memakai baju berwarna pink seharian. Bahkan saat tidur pun Ariel meminta Azlan memakai baju tidurnya.


Tapi setelah kelahiran baby Varen, Semua berubah. Ariel lebih fokus menimang Varen. Dia begitu senang dengan baby Varen. Rasanya dia sudah tidak sabar putranya lahir ke dunia.


Ya, setelah kandungan Ariel menginjak usia 7 bulan, mereka melakukan USG dan untuk melihat jenis kelamin anak mereka. Dan betapa bahagianya Azlan karena anak nya berjenis kelamin laki-laki. Hal itu membuat Keluarga besar Pramudya bersuka cita karena pewaris mereka adalah seorang putra.

__ADS_1


Sebenarnya tidak masalah jika nantinya yang lahir adalah perempuan. Tapi mengetahui jika anak mereka seorang putra, membuat Azlan sangat bahagia.


Saat tengah bermain dengan Varen, ponsel Ariel berbunyi. Dia mengambil ponsel yang dia simpan di tasnya. Tertulis nama sang suami di layar ponselnya. Ariel mengusap tombol hijau dan menempelkan ponsel di telinganya.


"Ada apa Kak?" tanya Ariel


"Kau jadi ke apartemen Rendy?"


"Iya, aku kesini dengan kak Lani."


"Baiklah, Sebentar lagi aku akan kesana. Jangan kemana-mana!!"


"Iya-iya." Ariel memasukkan ponselnya ke dalam tas setelah sambungan telepon berakhir. Dia melihat jam yang melingkar di tangan nya. Sudah siang, pantas saja Azlan menyusulnya.


"Tuan Azlan yang menelepon?" tanya Mia.


"Iya."


"Tuan Azlan benar-benar suami idaman. Dia sangat mencintaimu dan menjaga kalian."


"Kak Rendy juga. Kau orang pertama yang berhasil menaklukkan nya. Kau hebat Mia."

__ADS_1


Mia tertawa di susul Ariel yang juga ikut tertawa. Tapi tiba-tiba Lani masuk dan memberitahu Ariel jika Azlan sudah sampai.


"Aku pulang dulu ya." seru Ariel memeluk Mia


"Hati-hati."


Ariel mengangguk dan berpamitan dengan baby Varen. "Aunty cantik pulang dulu ya. Varen jangan nakal."


"Iya Aunty." jawab Mia dengan menirukan suara anak kecil. Ariel merasa gemas dan menciumi wajah Varen.


Lani menuntun Ariel keluar dari apartemen Mia dan di sambut oleh Azlan. Pria itu menggantikan lani memapah Ariel. Tapi tiba-tiba, Ariel merasa kesakitan.


"Akh...!!!" teriak Ariel memegangi perutnya.


"A_ada apa By?"


"Pe_perutku sakit kak."


"A_apa? Ja_jangan menakuti ku, by." seru Azlan yang khawatir bercampur panik.


"Akh.."

__ADS_1


"Tuan, sepertinya nyonya muda mau melahirkan." ucap Lani


"APA?"


__ADS_2