
Rombongan keluarga Besar Mahendra tampak telah
beriringan meninggalkan pelataran rumah Mahendra menuju hotel yang telah
dipersiapkan untuk tempat akad sekaligus resepsi pernikahan ketiga putra-putri
Reza Putra Mahendra. Mobil pertama berisi para bodyguard yang membimbing jalan
raya untuk membuka jalan, mobil kedua berisi kakak beradik pengantin pria,
mobil ketiga dan keempat berisi saudara dan teman-teman dari Genta maupun
Davin, mobil kelima berisi para pengantin wanita, mobil keenam, ketujuh, ke
delapan, dan ke sembilan berisi seluruh keluarga besar Mahendra dan keluarga
besar Wijaya, terakhir dua mobil lagi berisi para bodyguard yang mengawal
iring-iringan rombongan pengantin.
Mereka tiba dengan lancar di kawasan hotel xxx
bintang lima, tempat diselenggarakannya pernikahan massal tiga kakak beradik
Mahendra. Hotel yang sudah disiapkan oleh sahabat baik Reynand dengan harga
yang fantastis dengan di lengkapi tiga kamar president suite room untuk ketiga
pasangan pengantin.
Ketiga gadis langsung dimasukkan dalam kamar khusus
untuk menunggu berlangsungnya akad yang sedang dipersiapkan oleh panitia acara,
sementara semua pihak yang hadir beserta para undangan telah menempati kursi
masing-masing. Decak kagum mewarnai prosesi persiapan tersebut.
Tampak tiga dekorasi akad telah di siapkan dalam
salah satu ruangan aula yang besar yang telah disulap menjadi sebuah ruangan
pesta yang meriah dengan di tata secara berseberangan tiga meja dengan
dilengkapi masing-masing enam kursi.
Ketiga lelaki gagah itu juga sudah menempati
kursinya masing-masing dengan di temani penghulu dan ayah masing-masing
pengantin wanita.
“Untuk pihak keluarga dan para tamu undangan,
dimohon untuk diam sejenak. Karena sesi ijab qobul akan segera di mulai” Ucap
seorang laki-laki muda sebagai pemandu acara pada sore hari ini. Dan betul
saja, suasana yang semulanya riuh karena membicarakan ketampanan tiga lelaki
yang membahana itu, kini menghening seketika.
“Baiklah, bapak ibu hadirin yang terhormat, marilah
kita ikuti sesi ijab qobul ketiga mempelai pengantin dengan khidmat, kepada
bapak-bapak penghulu bisa di mulai sekarang” Laki-laki itu mempersilakan
penghulu untuk memulai acaranya. Pada meja pertama telah siap penghulu, Fauzi
ayah Dina, dan Genta selaku pengantin pria, dan dua saksi.
Genta mengangkat pundaknya lebih tegap, kemudian
mengulurkan tangan kanannya menjabat tangan calon ayah mertuanya Fauzi Raharja.
Fauzi tampak menarik nafas untuk bersiap, “Sudah
bisa di mulai Bapak Fauzi? Tanya Pak Penghulu pada Fauzi dan laki-laki itu
mengangguk dengan tersenyum.
“Baiklah, semua sudah dihafalkan kan Pak Fauzi dan Saudara
Genta?” Tanya Pak Penghulu lagi.
“Sudah” Jawab serempak dua laki-laki itu, “Baiklah
silahkan dimulai akadnya Pak Fauzi” Fauzi mengangguk kemudian kembali menarik
nafas, kali ini lebih panjang.
“Bismillahirrohmanirrohiim” Lantang suara Fauzi di
depan mikrofon, “Saya nikahkan dan kawinkan putri saya Dina Raharja binti Fauzi
__ADS_1
Raharja dengan Engkau Saudara Prima Gentara Mahendra, dengan mahar sebesar lima
puluh juta rupiah, seperangkat perhiasan, dan seperangkat alat sholat, di bayar
tuuuunaaaaiiii” Sambungnya lantang kemudian Fauzi menggerakkan tangannya.
“Saya terima nikah dan kawinnya Dina Raharja binti
Fauzi Raharja untuk saya, dengan mahar tersebut di bayar tuuunaaaiii” Jawab
Genta tak kalah lantang dengan satu kali tarikan nafas.
“Apa semuanya sah?” Tanya pak penghulu pada semua
yang hadir.
“Saaaaaahhhhhh” Sorak semua orang bersamaan,
ruangan kembali riuh dengan suara sorak sorai dari seluruh yang hadir.
“Sah” Kata pak penghulu mengulang seraya
mengangguk.
“Alhamdulillah….” Ucap semua orang bersamaan.
“Barokallahu laka wa baaroka ‘alaika wa jamaa
bainakumaa fii khoir” yang berarti “mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik
dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan” Doa
dari pak penghulu untuk kedua pengantin.
“Tenang semuanya”, Seru pemandu acara, “Kita akan
melanjutkan pada akad yang kedua, untuk prosesi lain-lain nanti di lakukan
secara serempak setelah semua akad selesai dilakukan, “Baik silahkan beralih ke
pak penghulu yang kedua” Kata pemandu acara lagi.
Meja kedua telah siap dengan pak penghulu, Reza,
Aldy, dan dua orang saksi yang akan melaksanakan prosesi akad.
“Baiklah semua sudah dipersiapkan Pak Reza dan
Saudara Aldy?”
“Baiklah kalau begitu mari silahkan di ucapkan
akadnya”
Reza memejamkan mata sejenak untuk berdoa semoga di
lancarkan dalam menikahkan putri semata wayangnya, ia menarik nafas panjang.
“Bismillahirrohmanirrohiim” Lantang suara Reza di
depan mikrofon, dengan menjabat tangan kanan Aldy erat, “Saya nikahkan dan
kawinkan putri saya Ginara Safiera binti Reza Putra Mahendra dengan Engkau
Saudara Aldy Dhanurendra, dengan mahar sebesar seratus juta rupiah, seperangkat
perhiasan, dan seperangkat alat sholat, di bayar tuuuunaaaaiiii” Sambungnya
lantang kemudian Reza menggerakkan tangannya.
“Saya terima nikah dan kawinnya Ginara Safiera
Mahendra binti Reza Putra Mahendra untuk saya, dengan mahar tersebut di bayar
tuuunaaaiii” Jawab Genta tak kalah lantang dengan satu kali tarikan nafas.
“Apa semuanya sah?” Tanya pak penghulu pada semua
yang hadir.
“Saaaaaahhhhhh” Kembali sorak semua orang
bersamaan, ruangan kembali riuh dengan suara sorak sorai dari seluruh yang
hadir.
“Sah” Kata pak penghulu mengulang seraya
mengangguk.
“Alhamdulillah….” Ucap semua orang bersamaan.
“Barokallahu laka wa baaroka ‘alaika wa jamaa
bainakumaa fii khoir” yang berarti “mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik
__ADS_1
dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan” Doa
dari pak penghulu kedua untuk kedua pengantin.
Reza menitikkan air mata telah berhasil menikahkan
putrinya dengan lancar tanpa hambatan, di iringi dengan tangisan istri dan
keluarga besarnya, demikian juga keluarga Aldy. Mereka bukan menangis sedih
tapi menangis bahagia untuk semua yang sudah dilalui oleh Ginara semasa kecil
sampai sekarang. Hal itu membuat keharuan menyeruak di relung kalbu
masing-masing dua keluarga itu. Aldy tersenyum bahagia telah berhasil
mengucapkan ijab qabul dengan sempurna tanpa kesalahan.
“Baiklah saudara-saudara semuanya, kita tinggal
menunggu satu akad lagi yang terakhir, silahkan langsung pak penghulu” Ucap
pemandu acara.
Kembali pada meja ketiga yang berisi pak penghulu,
Omar Ramazan, Davin, dan dua saksi.
“Bagaimana Pak Omar, sudah siap semuanya?” Tanya
pak penghulu.
“Alhamdulillah sudah siap pak” Jawab Omar ramah
seraya tersenyum.
“Saudara Davin, bagaimana?”
“Saya sudah siap pak” Kata Davin dengan suara
mantab.
“Baiklah, silahkan Pak Omar” Pak penghulu
mempersilakan Omar memulai menjabat tangan Davin.
“Bismillahirrohmanirrohiim” Lantang suara Omar di
depan mikrofon dengan menjabat tangan Davin erat, “Saya nikahkan dan kawinkan
putri saya Mahira Ramazan binti Omar Ramazan dengan Engkau Saudara Davin
Febrian Mahendra, dengan mahar sebesar lima puluh juta rupiah, seperangkat
perhiasan, dan seperangkat alat sholat, di bayar tuuuunaaaaiiii” Sambungnya
lantang kemudian Omar menggerakkan tangannya.
“Saya terima nikah dan kawinnya Mahira Ramazan
binti Omar Ramazan untuk saya, dengan mahar tersebut di bayar tuuunaaaiii”
Jawab Davin lantang dengan satu kali tarikan nafas.
“Apa semuanya sah?” Tanya pak penghulu pada semua
yang hadir.
“Saaaaaahhhhhh” Untuk ketiga kalinya sorak semua
orang bersamaan, ruangan kembali riuh dengan suara sorak sorai dari seluruh
yang hadir.
“Sah” Kata pak penghulu mengulang seraya
mengangguk.
“Alhamdulillah….” Ucap semua orang bersamaan.
“Barokallahu laka wa baaroka ‘alaika wa jamaa bainakumaa
fii khoir” yang berarti “mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka
maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan” Doa dari pak
penghulu ketiga untuk kedua pengantin.
Semua tamu undangan yang hadir langsung bertepuk
tangan riuh menyaksikan prosesi akad ketiga kakak beradik Mahendra, yang
menurut mereka adalah moment langka. Karena baru kali ini mereka menyaksikan
terjadinya tiga akad sekaligus.
__ADS_1
To Be Continued