Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Putriku sangat cantik


__ADS_3

Assalamu'alaikum


Selamat malam


Hadir lagi nih....


Hehe...pingin deh dapat like novelku, seneng kali rasanya kalau banyak yang suka sama novel yang aku buat....


Dah lah...cukup sekian curhatnya...


Met baca reader....


Di ruang kerja Reza, tampak duduk berhadapan dengan


di batasi meja kerja, Reza dan Aldy. Awalnya Reza bingung, dia kira pemuda itu


datang untuk menemui Davin, tapi ternyata ingin berbicara empat mata dengan Reza,


dengan penasaran pria paruh baya itu mengajak Aldy ke ruang kerjanya.


Tanpa basa basi Aldy langsung mengutarakan


keinginannya untuk menjalin bahkan bisa dikatakan ini adalah lamaran informal


yang disampaikannya pada calon papa mertua. Pemuda itu memang selalu apa


adanya, tidak mau bertele-tele, namun permintaan yang di luar perkiraan Reza


membuat pria itu terdiam sangat lama. Matanya menerawang jauh, seakan ia


mengenang kembali masa kecil putrinya.


Akhrinya Reza mulai bercerita tentang masa kecil


Ginara hingga remaja, ada tangis bahagia dan juga sesak Reza perlihatkan


sepanjang bercerita sebanyak yang ia dengar.


“Jadi setelah kecelakaan maut itu merenggut nyawa


mamanya, kami berusaha dengan sabar untuk mengembalikan Ginara menjadi gadis


yang ceria lagi. Butuh hampir lima tahun untuk menghilangkan trauma pada Ginara”


Cerita Reza.


“Trauma?” Ulang Aldy. Reza mengangguk.


“Hemm.., dia menjadi sangat pendiam dan ketakutan,


bahkan dia kehilangan suaranya, kami mengira dia mendadak mengalami kebisuan


saat itu. Dia tidak bisa mendengar suara yang keras, bahkan selama itu dia


tidak bisa masuk ke dalam mobil, setiap kami mencoba membawanya masuk ke dalam


mobil, dia akan memberontak dan menangis tapi tanpa mengeluarkan suara


sedikitpun. Dia sangat ketakutan Ketika melihat mobil” Reza Kembali menitikkan


air matanya mengenang masa kelam itu.


Aldy terkejut, terharu, teriris hatinya kala


mendengar traumatis yang di alami Ginara setelah kematian mamaya, ia tidak


mengira seberat itu penderitaan batin Ginara yang sudah di alaminya sejak


kecil.


“Ketika calon adiknya juga mengalami hal yang sama,


kepercayaan dirinya langsung hilang. Perselisihan dengan nenek dan tantenya


dari mamanya semakin menambah ia terpuruk ke dalam dunia gelap dan


kesendiriannya dan ia membentengi diri dengan tulisan di kaca cermin kamarnya


‘aku pembawa sial, tak pantas bahagia’. Aku baru tahu fakta terbaru saat Ayah


mertuaku menceritakan semua percakapan dan hujatan nenek dan tantenya, saat itu


aku hanya bisa meredam amarah, karena ucapan mereka yang membuat putriku


menjadi gadis yang benar-benar tidak mau mengenal siapapun di sekitarnya karena


ia takut orang yang dekat dengannya akan celaka.” Sambung Reza, kini


sesenggukan yang ia dengar. Seorang ayah tidak akan membiarkan putrinya


mengalami traumatis yang parah.


Aldy baru menyadari kenapa Ginara enggan untuk


menemui keluarga Akung saat bertemu di Warung Pedes dulu, perasaanya Kembali


teriris mendengar cerita Reza. Ia hanya menganggap sikap cuek, dingin, angkuh


yang diperlihatkan Ginara hanya sebagai bagian dari kepribadian gadis itu.


Ternyata di balik itu ada trauma yang mendalam. Ia sudah bertekad dan berjanji

__ADS_1


dalam hati, akan selalu menghadirkan dan membuat Ginara Bahagia selamanya.


“Putriku sangat cantik, sedari kecil dia adalah


kebanggaan kami” Kata Reza setelah mampu menguasai perasaannya Kembali. Sudah


tidak ada air mata di wajah yang masih terlihat awet muda itu.


“Aku ingin putriku Bahagia, tapi selalu ada saja


yang membuatnya merasa ia tak berhak Bahagia. Dia pernah menjalin hubungan


dengan seorang pemuda….”


“Kak Azril…” Potong Aldy, Reza menatap seksama


kepada Aldy kemudian tersenyum mengangguk.


“Kamu sudah tahu rupanya, apa putriku sudah


menceritakan semuanya?”


“Dia kakak kandungku, Om” Reza berjingkat kaget, ia


menegakkan tubuhnya menatap tak percaya pemuda di hadapannya. Kepalanya


menggeleng-geleng tak percaya.


“Kau putra Pak Reynand? Ma syaa Allah, dunia ini


sempit sekali”


“Setelah meninggalnya Kak Azril, Mommy shock sampai


hampir hilang kewarasan, kami membawanya berobat ke Inggris, sekalian mengurus


bisnis Daddy di sana. Mommy sangat mencintai kami berdua, tapi Aldy memilih


melanjutkan kuliah ke Inggris, jadi Kak Azril yang selalu berada di dekat


Mommy, hingga Mommy benar-benar sangat kehilangan…”


“Apa…Nara tahu?” Aldy mengangguk.


“Nara ketemu sama Mommy dan tanpa penjelasan dia


langsung pergi meninggalkan kami, dan Aldy mencarinya kemana-mana sampai menemukannya


di makam Kak Azril” Katanya sendu.


“Bu Yara tidak apa-apa?” Tanya Reza khawatir.


menghela nafas berat.


“Nara selalu menyalahkan dirinya atas kecelakaan


yang menimpa Azril, entah kenapa putriku itu selalu mengalami kejadian yang


sama, orang lain mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan nyawanya. Itulah yang


menyebabkan putriku tidak mau berhubungan dengan siapapun, karena dia tidak ingin


hal itu akan terulang terus. Dia selalu men-cap dirinya pembawa sial, Om sudah


tidak bisa berbuat apapun untuk mengubah persepsi itu, pendiriannya sangat


teguh.” Kata Reza Panjang lebar.


“Mommy tidak pernah menyalahkan siapapun Om, semua


itu adalah takdir Allah, bahkan sampai detik ini keinginan Mommy Cuma satu


ingin melihat Nara Bahagia. Ketika pertama kali Mommy pulang Kembali ke


Indonesia, sebenarnya beliau ingin bertemu Nara tapi belum ada kesempatan


sampai mereka bertemu secara tidak sengaja” Reza tersenyum lega. Dia bangkit


dari duduknya dan menghampiri Aldy yang ikut berdiri. Di peluknya pemuda itu


sambil menepuk-nepuk punggungnya.


“Aku menggantungkan harapan besar padamu nak,


sekali lagi orang tua ini berucap, buatlah Nara ku selalu tersenyum, sudah lama


aku menantikan senyum di wajah putriku.” Reza melepas pelukannya kemudian


menepuk Pundak Aldy.


“Jangan sekali-kali kamu membentaknya, jangan


pernah perlakukan ia dengan buruk apalagi sampai mengasarinya, bawa dia Kembali


menjadi gadis yang ceria seperti masa kecilnya dulu.”


“Aldy berjanji Om akan selalu melimpahkan


kebahagiaan kepada Nara, aku sangat mencintainya, dari awal bertemu, sekarang,


dan selamanya, in shaa allah aku akan selalu menjaganya Om” Reza terharu

__ADS_1


melihat kesungguhan pemuda di depannya, ia bisa mempercayai ketulusan dan


kesungguhan pemuda itu.


“Terimakasih, selalu aku pegang janjimu. Baiklah,


sebaiknya kamu pulang kan?” Kata Reza seraya menaikkan kedua alisnya. Aldy


tersenyum kikuk.


“Iya Om, terima kasih atas kepercayaan Om, Aldy


pamit dulu, tolong salamkan pada Tante Tiara” Reza mengangguk kemudian


mengantar pemuda itu keluar ruang kerja dan langsung membawanya ke pintu


keluar.


Benar-benar, sedikit saja ingin melihat Nara susah


banget, sudahlah yang penting restu papa Ginara sudah di dapat. Batinnya.


Ceklek.


Tiara yang duduk bersandar di pembaringan sambil


melihat wechat di hpnya menoleh ke arah pintu yang terbuka, tampak suaminya


masuk dengan tersenyum. Laki-laki itu mendekatinya dan mencium keningnya.


“Kok belum tidur honey?” Tanya Reza dengan


panggilan yang hanya Ketika ada mereka berdua di kamar.


“Hmm, iya masih menunggu kamu mas, ada yang ingin


aku bicarakan.” Reza mengangguk.


“Sebentar ya” Tiara mengangguk kemudian meletakkan


hpnya di nakas, ia menunggu Reza yang masih ke kamar mandi.


Reza keluar dari kamar mandi dengan wajah yang


segar, air di wajah dan Sebagian rambutnya masih sedikit menetes. Walaupun


sudah berumur tapi laki-laki itu di mata Tiara masih terlihat gagah dan tampan.


“Awas, air liurnya menetes tuh” Goda Reza tersenyum


sambil naik ke tempat tidur, di usapnya bibir Wanita yang sudah menemani


hidupnya selama hampir 24 tahun itu dengan senyum menggoda.


“Ih apa sih mas, sudah tua kali ya” Reza tertawa.


“Eh, tua-tua gini masih tampan kan? Buktinya


sayangku masih saja terpesona…”


“Hih, iya iya, sampai ingin aku kurung aja di dalam


rumah, biar tidak melirik yang lain”


“Lah, kok malah bahas yang aneh-aneh sih honey”


Reza memeluk istrinya gemas, di gesernya tubuh itu mendekatinya dan di peluknya


dengan erat.


“Makin sayang deh” Di kecupnya bibir istrinya yang


cemberut, “Mau bicara apa nih?” Dipandangnya istrinya dengan sayang.


“Emm, itu aku ingin mengenalkan Gi sama putra


temenku, menurut mas gimana?” Tanya Tiara pelan. Reza terdiam, ia tersenyum


lembut ke arah istrinya.


“Gak perlu” Jawabnya membuat Tiara merasa bersalah


karena ingin mencampuri kehidupan Ginara.


“Aku salah ya, maaf ya mas, aku nggak bermaksud…”


“Gak perlu repot-repot mengenalkan putri kita, ada


yang siap menjaga putri kita.” Potong Reza membuat Tiara terbangun seketika.


“Eh, siapa mas? Kok aku nggak tahu?” Reza Kembali


tersenyum, ia menarik istrinya untuk tidur di sebelahnya lagi.


“Sudah besok aja, kejutan untuk istriku tersayang”


Reza menyudahi pembicaraan dengan menaikkan selimut kemudian mulai menciumi


istrinya sampai akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2