Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Pengganggu


__ADS_3

Di hari yang sama malam itu.Seorang gadis berdiri di balkon apartemen nya.


Dia menatap langit gelap berteman kan bintang.Perlahan seutas senyum menghiasi wajah cantiknya.


Siapa lagi jika bukan Ariel.


Walau acara resepsi pernikahan Rendy belum selesai, Dia dan Azlan memilih untuk pulang terlebih dahulu karena malam yang kian larut.


Malam ini begitu indah.Ariel tidak bisa berhenti untuk tidak tersenyum.Dia turut bahagia dengan semuanya.


Semua yang berakhir dengan canda tawa dan perdamaian . Kebahagiaan sepasang insan yang terpisah sementara karena dirinya kini sudah menyatu.


Ariel memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menerpa tubuhnya.Hingga ia merasakan sepasang tangan kekar memeluk nya dari belakang.


"Apa yang kau pikirkan..hmm.??"Azlan meletakkan dagunya di bahu gadis itu menghirup aroma tubuh yang selalu ia rindukan.


"Tidak ada..Aku hanya sedang bahagia.."


"Benarkah..??!!"Azlan membalikkan tubuh kekasihnya agar berhadapan dengan nya.Kini tatapan mereka bertemu.


Tangan Azlan mengusap lembut pipi gadis itu sedang tangan nya yang satu nya memegang pinggang rampingnya..


"Apa yang membuat mu bahagia..??"


"Aku bahagia karena semua orang terdekat ku bahagia.Kak Rendy akhirnya menikah dan sebentar lagi akan memiliki anak.Luna dan dokter Adit juga sebentar lagi menikah.Kau ..??Aku turut bahagia karena Ayah kakak masih hidup.Dan sebentar lagi aku juga tidak kesepian lagi karena Kak Danu berjanji akan pindah ke kota ini lagi.."


Azlan mengerutkan keningnya.Dia merasa aneh dengan ucapan kekasih nya.


"Lalu kita ....??"tanya Azlan.


Ariel tersenyum dan melingkarkan tangannya ke leher kekasih nya.


"Memang nya Apa yang Kakak harapkan dari hubungan kita..??"


"Tentu saja seperti di Rendang dan Tamia.. Apalagi.."


Ariel terkikik dan mengusap rahang pria itu.


"Kakak lucu.Suka banget ganti nama orang.Kaya Luna..


Azlan menangkap tangan Ariel yang mengusap rahang nya Dia menarik tubuh gadis itu hingga merapat pada tubuhnya.


Pandangan mereka bertemu dan wajah Azlan mulai mendekat.Bibir pria itu menyatu dengan bibir kekasih nya.Ciuman itu semakin menuntut.Azlan menekan tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciuman.


Terdengar ******* disela-sela ciuman itu membuat Azlan semakin menginginkan lebih.


Diangkat nya tubuh Ariel.Gadis itu melingkarkan kaki nya di pinggang Azlan.


Tanpa melepas ciumannya, Azlan membawa gadis itu masuk kedalam dan merebah tubuh gadis itu dengan perlahan di atas tempat tidur.


Ciuman itu masih terjadi.Bahkan tangan Azlan sudah masuk ke dalam baju tidur Ariel dan mere*** dua benda kenyal favorit nya.


"ughh..."lenguh Ariel.


Azlan melepas ciumannya.Mereka berlomba meraup oksigen sebanyak-banyaknya.Terlihat Ariel yang membuka bibirnya akan mengatakan sesuatu tapi Azlan sudah terlebih dahulu menyambar bibir ranum gadis itu.


Dia melu*** bibir Ariel dengan buas.Dan mengakses setiap rongga mulut gadis itu.Sementara kedua tangan nya masih asyik bermain di dada gadis itu.


Bibir Azlan turun menelusuri leher mulus kekasihnya dan meninggalkan jejak bibir nya disana.


Ciuman Azlan semakin turun ke dada Gadis itu.Membuat si empunya melenguh bahkan tanpa disadari, Ariel menekan kepala Azlan saat menikmati dua benda kenyal miliknya.


Hingga terdengar dering telepon dari ponsel Azlan membuat mereka tersadar.Ariel reflek mendorong tubuh Azlan yang berada di atas nya hingga terjungkal kebawah tempat tidur.

__ADS_1


Gubrak..


"Aw..."Azlan mengaduh mengusap pantatnya yang sakit.Sedang Ariel Merapikan bajunya kembali dengan tergesa-gesa.


Dia begitu merutuki kebodohan nya..


"Apa yang baru saja Loe lakukan gadis bodoh..??"batin Ariel


Azlan bangun dan berdehem karena gugup.Dia juga mengumpat pada diri nya sendiri dengan apa yang telah dia lakukan.


Ponsel Azlan kembali berdering.Azlan mengambil ponselnya yang ada di nakas dan menjawab telepon nya.


"......."


"Iya Yah..Alan akan segera pulang."


Tut Tut Tut..


"Dasar pengganggu.."gerutu Azlan


Azlan memutuskan sambungan telepon nya.Dia melihat Ariel yang tidak mau menatap nya.


"Emm..Kakak harus pulang By.."seru Azlan tapi hanya dijawab deheman oleh gadis itu.Membuat Azlan salah tingkah.


"Ma_maaf so_soal yang tadi.Kakak kebablasan.."Ucap Azlan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


Ucapan Azlan malah membuat kedua pipi Ariel merona . Ingin rasanya dia bersembunyi karena malu.


"Ya sudah kalau begitu..Met malem By.."Azlan keluar dari kamar Ariel dengan tergesa-gesa.


Setelah memastikan Azlan pergi, Ariel langsung berteriak merutuki kebodohan nya.


"Kyaaaa.....Apa yang baru saja gue lakukan..???!!!!dasar Ariel bodoh bodoh . bodoh...!!!!!!"teriak Ariel


Keesokan harinya,Matahari telah menampakkan sinarnya.Burung-burung bertengger di pepohonan saling berkicauan menandakan pagi yang cerah.


Semua orang mulai menjalankan aktivitas rutin yang biasa mereka lakukan di pagi hari.Ada yang lari pagi, Pergi berbelanja, berangkat ke sekolah ataupun kantor dan lain sebagainya.


Tapi semua itu nyata nya tidak berlaku untuk sepasang pengantin baru yang masih bergelut dibawah selimut mereka.


Sinar matahari yang masuk melalui jendela kamar hotel tempat mereka menginap sama sekali tidak membuat mereka terjaga.


Hingga dering ponsel si pengantin pria berbunyi begitu nyaring membuat si empunya mengerjakan matanya.


Rendy yang merasa terganggu meraba-raba nakas mencari ponselnya yang berdering.


"Siapa sih pagi-pagi telepon..?? Ganggu saja..!!!"gerutu Rendy


Rendy melihat nama si penelepon dengan menyipitkan matanya.


"Ck... Kenapa sih si Bos suka banget ganggu kesenangan orang..??Gak tau apa kalo Saya lagi cuti...Ganggu pengantin baru aja.."


Rendy meletakkan ponselnya kembali di atas nakas saat dering ponselnya berhenti.Dia melihat Mia yang masih tertidur disampingnya tanpa terganggu sedikit pun dengan bunyi ponsel nya.


Sejenak Dia mengulum senyum mengingat pertempuran semalam.Dia tidak menyangka akan menikah secepat ini.


Rendy mendekati Mia dan bermaksud menjahili nya,Tapi lagi-lagi ponselnya berdering membuat Rendy berdecak kesal.


"Ha-halo Bos..."


"..........."


Rendy melebarkan kedua matanya..

__ADS_1


"Beneran Bos..???!!!"


"............."


"Baik Akan saya kerjakan secepatnya.."


Tut Tut Tut


Rendy bersorak kegirangan tanpa mengeluarkan suara.Tapi pergerakan tubuh nya membuat Mia terbangun dari tidurnya.


"Ada apa Mas..??"


Rendy tersenyum dan mendekati Mia.


"Apa aku mengganggu tidur mu sayang..??"


Mia menggeleng kan kepalanya..


"Kalau begitu bagaimana kalau kita bersiap-siap..Aku ada sedikit pekerjaan dari si Bos.."


"Mas gak cuti..??"


"Mas cuti sayang.Tapi ada satu pekerjaan yang harus mas kerja kan.Dan mas butuh bantuan kamu untuk mengerjakan nya.."


"Aku..???"Mia menunjuk dirinya sendiri.


"Iya..Tapi sebelum itu kita harus ke rumah sakit dulu untuk memeriksa kandungan kamu.."


"Kenapa..??"


"Mas hanya ingin mengetahui apa dia baik-baik disana.."ucapnya sambil mengelus perut Mia.


"Lagipula kita juga harus bertanya pada Dokter apakah Kamu boleh melakukan perjalanan jauh atau tidak.. Bukan kah Kamu ingin honeymoon ke Jepang..???"lanjut Rendy


"Beneran Mas...???"tanya Mia yang begitu antusias..


Rendy mengangguk pelan..


"Lagian Mas juga ingin berkonsultasi sama dokter nya.."


Mia mengerutkan keningnya..


"Berkonsultasi...???"


Lagi-lagi Rendy mengangguk kan kepalanya.Dia mendekat kan bibir nya ke telinga istrinya.


"Mas ingin berkonsultasi kira-kira berapa kali mas boleh mengunjungi anak kita.Gak


lucu kan kita honeymoon tapi gak ngapa-ngapain.."bisik Rendy


blush


kedua pipi Mia seketika memanas.


"Dasar mesum.."


Rendy terkekeh dan mulai mengungkung Mia..


"Satu kali lagi ya.Buat makanan pembuka.. Karena habis ini kita harus cari tempat yang di inginkan di Bos.."


"Memangnya Tuan Azlan ingin tempat untuk apa .??"


"Nanti saja kita bahas.Sekarang Mas ingin kamu dulu.."

__ADS_1


Dan di pagi yang cerah itu sepasang pengantin baru mengawali hari nya dengan bergulat kembali.


__ADS_2