Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Ekstra Chapter Two Davin Mahira: Tetaplah bersamaku….


__ADS_3

Assalamu'alaikum


Selamat siang readers


Semakin mendekati akhir episode ya readers


Jadi terus dukung aku yaaa dengan like, komen, vote, favorit..hehe..


Selamat membaca readers...


Davin membawa Mahira masuk kamar setelah bercanda


sebentar dengan abang dan kakaknya. Dia membimbing istrinya menuju ke


pembaringan, mereka duduk berhadapan di pinggir ranjang. Mahira masih dengan


setia mengenakan niqobnya, karena baginya di malam ini, suaminya lah yang


berhak membuka niqobnya untuk pertama kalinya. Senyum manis dan tulus terbit di


bibir gadis itu, walaupun Davin tidak melihatnya, namun pemuda itu tahu kalau


istrinya sedang tersenyum, terlihat dari matanya yang menyipit manis.


“Bolehkah?” Tanya Davin, pertanyaan ambigu bagi


yang mendengarnya, tapi bagi seorang istri permintaan suami adalah yang utama,


karena istri akan patuh kepada suaminya. Gadis itu mengangguk.


Tangan Davin bergerak ke arah wajah istrinya, ia


bermaksud membuka niqob istrinya itu untuk pertama kalinya di depan wajahnya.


Ia tidak menyesal sedikitpun menikahi Mahira, bagaimanapun rupa gadis itu


nantinya. Baginya, penampilan pertama dan sikapnya itulah yang menarik


perhatiannya.


Perlahan Davin membuka niqob itu, ini pertama


kalinya Mahira akan melepas niqobnya dan pertama kali pula bagi Davin melihat


wajah Mahira yng indah baginya.dan …..waktu seakan membeku, hati Davin


berdentam tak karuan. Ketika niqab itu telah lepas dari wajah Mahira, tampaklah


kulit yang mulus, hidung kecil yang mancung, wajah yang simetris dengan ukuran


mata Mahira yang juga pas dengan dengan alis yang melingkar seperti pohon


willow.


“Ma syaa Allah…” Ucap Davin takjub memandang


istrinya. Baginya, gadis di depannya ini bukan hanya cantik, tapi ia memiliki


pesona yang luar biasa yang bisa memikat siapa saja yang menatapnya. Tidak


salah jika ia menutupnya dengan niqab untuk menghindari fitnah.


Davin membelai wajah istrinya dengan lembut penuh


perasaan, ia bersyukur ia segera melamar gadis ini, bukannya ia takut menyesal,


tapi karena ini adalah takdir dan hadiah dari Allah untuk dirinya, seorang


laki-laki yang belum bisa dikatakan sempurna menjadi laki-laki yang bertanggung


jawab.


Mahira tersenyum menatap suaminya, mata Davin


mengarah ke bibir yang ranum dan tipis itu, di dekatkannya wajahnya dan

__ADS_1


sentuhan bibir gadis itu benar-benar lembut. Rona merah di pipi Mahira terjejak


sangat jelas, karena saat ini ia sedang sangat malu, yang membuat ia semakin


menggemaskan di mata Davin. Tak hanya itu, dagu Mahira yang bak lebah


menggantung semakin indah dan sedap dipandang mata. Davin tidak pernah bertemu


gadis secantik Mahira sebelumnya, “Ini terlihat seperti gadis yang baru saja


keluar dari dalam lukisan indah, layaknya Monalisa yang dipuja seluruh negara


di dunia” Pikirnya takjub.


“Ini benar-benar istriku bukan, aku sedang tidak


bermimpi kan?” Tanyanya masih dalam mode tidak percaya. Reflek Mahira mencubit


pinggang Davin agak kuat, membuat Davin menjerit tertahan seraya mengelus


pinggangnya.


“Sakit kan?” Tanya Mahira lembut membuat Davin


mengangguk kemudian tersenyum.


“Terima kasih telah bersedia menerimaku yang masih


memiliki segala kekurangan ini, ku mohon kamu bersedia menuntunku agar menjadi


pria yang lebih baik lagi” Ucap Davin. Mahira tersenyum.


“Aku yang harus berterima kasih Bi, dan kamulah


yang harus membimbingku menjadi istri yang baik…aku serahkan semuanya kepada


dirimu” Jawab Mahira pelan.


“Aku mencintaimu, tanpa awal, tanpa akhir, aku akan


“Apa Abi sudah benar-benar yakin memilihku, Abi


belum mengenalku dengan baik, aku takut kalau ada kekurangan yang aku miliki


ternyata tidak berkenan di hati Abi” Kata Mahira menundukkan kepala. Davin


menaikkan dagu istrinya lembut.


“Tetaplah bersamaku hingga aku benar-benar mampu


untuk berdiri, dan berjalanlah di sampingku agar kau melihatku bangkit


karenamu. Aku mencintaimu karena Allah, sehingga kelebihan dan kekuranganmu


akan menjadi semangat untukku berjalan di sisimu.” Jelas Davin lembut. Ia


sendiri heran, dari mana kata-kata bijak dan indah itu muncul, tapi ia


mengatakan semua itu jujur dari dalam hatinya. Mahira menitikkan air mata


bahagia, ia bersyukur pilihannya untuk menerima Davin sebagai suaminya benar


adanya, seorang pemuda yang tidak pernah mengenalnya bahkan selalu mendapat


penolakan darinya, hingga ia menyatakan ingin menikahinya. Itu sudah cukup


baginya untuk meyakini bahwa niat Davin tulus dan jujur.


Ketika tiba saatnya bagi jiwa untuk bertemu


walaupun tidak ada saling mengenal dan terikat apapun, maka tidak ada apapun di


bumi ini yang dapat mencegah kehendak Allah Yang Maha Kuasa untuk mempertemukan


mereka. Ketika dua hati ditakdirkan untuk satu sama lain, maka tidak ada jarak

__ADS_1


yang terlalu jauh, tidak ada waktu yang terlalu panjang, dan tidak ada cinta


lain yang dapat memisahkan mereka. Ya, campur tangan Allah sangat kuat bagi


pertemuan mereka. Cinta memang tidak pernah salah, dua hati telah bersatu maka


masing-masing hati itu akan saling menjaga, mengisi, melindungi, dan


membahagiakan pasangannya masing-masing.


“Apakah aku sudah boleh meminta hakku?” Ucap Davin


seraya mengelus wajah anggun di depannya. Gadis itu tersenyum dan mengangguk,


membuat mata Davin langsung membelalak senang.


“Ayo kita membersihkan diri dulu, gaunmu juga harus


di lepas bukan? Pasti gerah rasanya dari tadi…” Kata Davin seraya mengerlingkan


matanya. Mahira hanya tersenyum tersipu. Ia membiarkan Davin melepas satu


persatu hijab yang membungkus kepalanya, sampai nampak rambut yang tergelung


sempurna yang langsung di tarik oleh Davin, sehingga terlihatlah rambut hitam


legam yang tergerai indah sampai punggung gadis itu. Mahira terdiam masih


dengan perasaan malu dipandang begitu intens oleh suaminya, ia diam terpaku.


“Kenapa? Mau aku bukakan juga gaunnya?” Goda Davin


melihat istrinya masih duduk diam. Gadis itu mendongak terkejut.


“Eh…?” Davin tertawa senang bisa mengerjai istrinya


yang dalam mode malu. Ia menarik kedua tangan Mahira untuk berdiri dan


membalikkan tubuhnya, di bukanya resleting gaun istrinya sampai batas pinggang,


kemudian seraya reflek pemuda itu mengelus sedikit punggung yang nampak terbuka


itu. Namun, ia segera sadar ketika merasakan tubuh Mahira yang bergetar. Ia


kembali membalikkan tubuh istrinya menghadap ke arahnya kemudian tersenyum. Di


kecupnya perlahan kening, hidung, kedua pipi, dan terakhir bibir Mahira cukup


lama. Gadis itu hanya terpejam dengan tangannya yang meremas lengan Davin.


“Mandilah terlebih dahulu, aku akan membersihkan


diri di kamar mandi luar, hmmm” Mahira mengangguk tersenyum. Ia benar-benar


menjadi gadis beruntung yang mendapatkan cinta laki-laki setia dan lembut


seperti Davin, ia serasa melayang setiap menit mendapatkan perlakuan romantis


pemuda itu.


Dan……kegiatan malam pertama bagi pengantin baru


terjadi dengan semestinya, yang layak dilakukan oleh sepasang pengantin di


manapun berada. Kegiatan yang memang telah di halalkan bagi dua insan laki-laki


dan perempuan yang telah diikat dalam sebuah perjanjian berupa pernikahan.


Xixixixi, maaaapppp sekali lagi, masih juga belum


bisa menuliskan adegan horror itu….hehehehe….cukup sekian ya ekstra part


Davin-Mahira….tinggal ekstra part untuk pasangan pengantin utama kita…..di


tunggu yaaaa…….

__ADS_1


To Bo Continued


__ADS_2