Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Ekstra Chapter One Genta Dina: Bolehkah?


__ADS_3

Assalamu'alaikum


Selamat pagi....Novelku dah tamat ya readers,


tapi nih tak kasih bonus chapter hehe


met baca ya readers...


Dukung aku selalu dengan like, vote, koment, favorit...uh....bakal seneng deh....


Jantung Dina kini berdebar ketika memasuki dalam


kamar hotel yang khusus di sediakan oleh pihak keluarga Mahendra. Saat ini ia


baru menyadari kalau ruangan itu di penuhi oleh aroma bunga mawar dan melati


segar yang menghiasi di penjuru ruangan. Bahkan ia baru sadar ternyata ribuan


kelopak mawar merah juga tersebar di atas tempat tidur.


“Kenapa? Tanya suara berat dan serak di


belakangnya. Laki-laki itu memeluknya dari belakang. Aroma tubuh Dina menyeruak


di penciumannya membuat ia memejamkan matanya. Ternyata begini rasanya


berdekatan dengar seorang gadis dan merasakan langsung aroma tubuhnya. Sungguh,


ini akan membuatnya candu dan betah lama-lama di samping istrinya itu.


“Ah…tidak Bang” Gugup Dina mendapat pelukan dari


belakang itu, tubuhnya mendadak kaku dan darahnya langsung berdesir hebat.


Jangan tanyakan bagaimana jantungnya. Iramanya jelas bersaut-sautan dengan


detak yang ia rasakan menempel di punggungnya. Ya, jantung Genta juga berdetak


lebih cepat dari biasanya.


“Aku hanya takjub melihat hiasan kamar kita…”


Ucapnya lirih.


“Kau suka?” Tanya laki-laki itu berbisik langsung


di telinga Dina membuat tubuh wanita itu berdesir hebat.


“Emm, i..iya aku sangat suka, ah lebih baik Abang


mandi dulu gih…” Elak Dina seraya berusaha melepas tangan Genta dari


pinggangnya. Laki-laki itu cemberut menyaksikan tangannya memeluk udara. Tapi


akhirnya ia menurut juga melangkah ke kamar mandi, menyisakan istrinya di depan


cermin rias untuk melepas semua atribut pernikahannya yang dikenakannya tadi.


Genta keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan


sehelai handuk yang melilit di pinggangnya, dan alangkah sialnya bagi Dina yang


matanya langsung menghadap langsung ke pintu kamar mandi. Matanya langsung


takjub mengamati postur gagah di hadapannya dengan sobekan roti sempurna yang


membuat mulutnya menganga. Genta tersenyum menyeringai melihat ekspresi


istrinya, ide jahil langsung muncul di otaknya. Pelan, langkahnya mendekat


tanpa suara, ia benar-benar menggeleng tak percaya. Bahkan ia bergerakpun Dina

__ADS_1


masih tak berubah dari ekspresinya.


Genta meraih kedua tangan Dina dan langsung di


taruhnya telapak tangan itu di dadanya, saat itulah gadis itu baru tersadar


kalau suaminya sudah berdiri di hadapannya dengan senyum misterius.


Blush


 “Duh…mau


ditaruh mana nih mukaku. Malu banget kan.” Ingin rasanya saat ini ia


menenggelamkan diri di kolam terdasar yang ia tidak bisa melihat Genta.


“Nih, puasin sentuhnya, jangan diliatin aja…” Goda


Genta mengerling. Sudah tidak tahu lagi bagaimana warna wajah Dina, pasti merah


semerah-merahnya. Gadis itu menarik tangannya tapi ditahan erat oleh tangan


besar itu.


“Eh…bang, aku mau ke kamar mandi dulu ya” Dina


memandang panik ke arah lain.


“Ini gratis lho…kamu gak suka ya” Tanya Genta


pura-pura sedih. Dina langsung menggeleng.


“Eh, bukan begitu…aku…” Genta langsung tersenyum,


kemudian menarik istrinya untuk menuju ke kamar mandi.


“Mau dimandiin gak?” Tanyanya dengan suara seksi.


“Tidak-tidak, abang tunggu di tempat tidur aja…”


Dina langsung masuk dan segera menutup pintu kamar mandi. Ia menyesal telah


mengatakan kalimat terakhir tadi, seakan ia yang tidak sabar menanti malam


pertama. Duh…gadis itu menutup wajahnya malu. Sementara Genta tertawa terbahak


di kamar. Sungguh, suka sekali menjahili istrinya sekarang.


Dina keluar malu-malu dengan menggunakan handuk


kimono, ia lupa bahwa mereka masuk ke hotel tanpa membawa apa-apa apalagi baju


ganti, hingga ia memanfaatkan handuk kimono yang memang sudah di sediakan di


kamar mandi. Genta sudah naik ke tempat tidur dengan selimut menutupi sampai


pinggangnya, sementara dadanya masih tetap telanjang.


“Kok nggak pakai baju sih Bang, dingin kali” Kata


Dina mengingatkan, ia mengeringkan rambutnya terlebih dahulu dengan hair dryer.


“Emang kita bawa baju ganti?” Tanya Genta seraya


menaikkan kedua alisnya. Dina gelagapan sendiri dengan jawaban Genta.


“Kemarilah…” Lambainya kemudian menepuk ranjang


disebelahnya. Gadis itu meletakkan handuk di punggung kursi rias dan berlalu ke


tempat tidur dengan malu-malu. Kini, ia harus mulai terbiasa bahwa di kamar ia

__ADS_1


tidak akan sendirian lagi, tapi ada sosok suaminya yang akan selalu menemaninya


setiap malam, ah…salah…setiap harinya.


Genta merentangkan lengan kirinya, menempatkannya


persis di bantal sebelahnya untuk memberi kepala Dina bersinggah di atasnya.


Gadis itu semakin tersipu.


“Hmmm…malam ini istriku kenapa berbeda ya?”


“Berbeda, apanya?”


“Jadi lebih pendiam dan pemalu” Goda Genta seraya


mengelus pipinya sayang.


“Jadi selama ini aku cerewet gitu?” Cerca Dina


judes.


“Ish…sensi amat sih…aku gak bilang gitu kok, tapi…”


Genta menjeda kalimatnya membuat gadis itu mendongak menatap suaminya. Sekilas


laki-laki itu mengecup bibirnya singkat.


“Kamu cantik….” Bisiknya di telinga Dina.


Blush


Dina langsung menyembunyikan wajahnya di dada


bidang Genta, malu.


Genta menaikkan dagu Dina menghadap wajahnya, di


telusurinya wajah istrinya, sebentar kemudian ia menunduk untuk mencium lembut


bibir ranum itu, semakin lama semakin tak terkendali. Keduanya berusaha menarik


nafas sebanyak-banyaknya kemudian sama tersenyum.


“Bolehkah?” Tanya Genta lembut, Dina mengangguk


pasrah. Dengan di ikrarkan ikatan suci antara mereka, maka secara otomatis,


hati, jiwa raga, dan tubuhnya milik suaminya, jadi ia tentu tidak harus menolak


kan.


Genta tersenyum kemudian secara perlahan dengan


kelembutan seorang suami ia kembali mencium istrinya, bukan hanya bibirnya tapi


ia mulai merambah ke arah lainnya yang membuat suara aneh dari mulut Dina


secara otomatis keluar.


Dan …malam itu menjadi malam yang sangat panjang


bagi Genta dan Dina menikmati malam pertama mereka.


Ternyata Author masih tetap ndak bisa buka rahasia


perusahaan…xixixi.


Maafkan Author yang minim ekspresi masalah begituan…


Love love love....

__ADS_1


__ADS_2