
Assalamu'alaikum
Balik lagi nihhh
Maaf kalau ada typo yah, namanya manusia biasa pastilah ada salah-salahnya...
Mana nih like dan lain-lainnya....
Tapi...met baca aja deh readers....
Semoga terhibur.....
Yara dan Reynand beserta keluarga besar Dhanurendra
sudah berencana berangkat ke rumah Ginara pagi ini. Sesuai pesan putranya,
Aldy, untuk melamarkan Ginara sebagai calon istrinya, segera setelah ia kembali
dari Inggris.
Flashback On
“Kau serius akan pergi? Tidak bisakah Yudha saja
yang menyelesaikannya?” Tanya Yara beruntun di tengah pembicaraan bersama putra
dan suaminya, di jam yang hampir melewti tengah malam, di mana putranya telah
bersiap-siap ke bandara.
Aldy menghela nafas, “kalau itu bisa, aku tidak
akan mengatakan ini Mom” balasnya, wajahnya tampak gusar, terlebih setelah
Yudha memberitahukan masalah yang terjadi pada perusahaannya membuat ia harus
benar-benar terbang ke Inggris malam ini.
“Aku tidak akan lama Mom, paling lama seminggu, aku
sudah bilang sama Nara.” Sambungnya.
Kini bergantian Yara yang menghela nafas, “kenapa
harus ada masalah sih di saat seperti ini?”
“Yang sabar saja sayang, aku yakin Aldy akan segera
menyelesaikannya” Terang Reynand sabar.
“Temui segera orang tua Nara Mom, bicarakan apa
yang sudah aku bicarakan pada Mom dan Dad” Pinta Aldy.
“Apa Nara setuju?
“Hmm..” Aldy mengangguk, “Kami sudah
membicarakannya tadi Mom dan diam au” Ucapnya sedikit lemah, ia Kembali menarik
nafas. Di raihnya kedua tangan wanita yang dicintainya itu.
“Tolong persiapkan pernikahanku Mom” Pintanya
memohon, “Yakinkan orang tua Nara untuk menyetujui hal ini” Sambungnya lemah
membuat hati kedua orang tuanya tidak tega.
“Aku pasti akan melakukan apapun untuk putraku”
Ucap Yara seraya memeluk putranya erat, air matanya menetes haru.
“Berangkatlah, jangan khawatirkan di sini, Mom dan
Daddy akan mengurus semuanya, Ketika kau Kembali semua sudah siap” Ucap Yara
meyakinkan putranya.
“Baiklah, aku berang Mom, Dad” Aldy memeluk dan
mencium kedua orang tuanya.
Flashback Off
__ADS_1
Keluarga Dhanurendra tiba di kediaman Mahendra
pukul 10.00 pagi, tepat pada saat orang tua Ginara sedang berkumpul bersama
kedua putranya, hanya tidak ada Ginara di antara mereka. Ya, ini hari minggu,
sesuai janji Ginara ketika hari libur ia akan pulang ke rumah, bersamaan dengan
Genta yang juga pulang ke rumah. Kenapa momennya tepat sekali ya…
“Mohon maafkan kami jika kedatangan kami mendadak Pak
Reza.” Kata Reynand mengawali pembicaraan.
“Ah…ya, tidak apa-apa, hanya maafkan juga karena
kami juga tidak ada persiapan apa-apa ini” Jawab Reza merasa tak enak.
“Itu tidak masalah pak, yang penting pesan kami
bisa tersampaikan” Jawab Reynand.
“Begini, kami bermaksud melamar putri Pak Reza,
Ginara untuk menjadi istri dari anak kami Aldy, maaf mendadak, soalnya ini
pesan Aldy sebelum berangkat ke Inggris…” Sambung Reynand.
Reza dan keluarga terkejut mendapat lamaran
mendadak tersebut.
“Ah, benarkah Pak Reynand? Wah, saya benar-benar
tidak menyangka ini…”
“Iya maafkan kami Pak Reza, Bu Tiara, tapi…apakah
Ginara ada di rumah? Mungkin ia juga harus tahu tentang hal ini…” Kata Yara.
“Ah, ya, maaf sekali, sampai lupa memanggilnya,
Dav…” Tiara memanggil Davin, pemuda itu langsung mengerti perintah bundanya.
Ceklek.
bangun…Kak..bangun napa, jam berapa ini” Davin menggoyang-goyang bahu Ginara.
Terlihat mulai ada gerakan dari gadis itu, ia membuka selimutnya dan menatap
Davin kesal.
“Eh, kenapa tuh mata? Nangis? Dih…” Ejek Davin
seraya tertawa. Ginara hanya mendengus seraya melempar adiknya dengan bantal.
Ia bermaksud melanjutkan tidurnya, karena rasanya malas sekali beraktifitas tapi
tanpa ada semangat.
“Eh, ni anak orang, di suruh bangun juga, hei, noh
di samperin camer tuh” Kata Davin lagi dengan gemas. Benar saja, gadis itu
langsung terduduk heran.
“Maksudnya?”
“Iya, tuh camer udah di ruang tamu, udah gih, cepet
mandi sono…” Kata Davin dengan menarik kedua tangan Ginara dari tempat tidur,
karena gadis itu masih saja linglung.
“Gak pake lama, bunda udah nunggu juga”
“Iya” Sahut Ginara dari dalam kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri Ginara bergegas
turun ke bawah dan menuju ke ruang tamu, benar saja, di sana ada beberapa orang
dari keluarga Aldy. Ia melangkah dengan malu ke arah Tiara.
__ADS_1
“Sini sayang” Panggil Tiara melihat Ginara, gadis
itu duduk di sebelah Tiara.
“Mom?” Sapa Ginara pelan. Wanita itu tersenyum
mengangguk.
“Sayang bagaimana kabarmu?” Tanya Yara.
“Baik Mom”
“Kau sudah tahu maksud mereka datang kemari?” Tanya
Reza. Ginara menatap ke orang tua Aldy memastikan. Yara mengangguk lagi.
“Aldy ingin setelah pulang dari Inggris ia akan
menikahimu, katanya sudah dibicarakan denganmu, apa benar?” Tanya Yara. Ginara
terdiam kemudian mengangguk pelan.
“Jadi kau setuju untuk menikah setelah Aldy pulang
dari Inggris?” Tanya Yara lagi dengan mata berbinar.
“Jika Papa dan Bunda juga setuju Mom” Ucapnya
pelan. Tiara menggenggam tangan Ginara yang mendingin.
“Papa sudah mengatakan setuju dan mengikuti saja
maumu, Bunda juga setuju” Kata Tiara tersenyum.
“Jangan khawatir tentang persiapan pernikahannya Bu
Tiara, kami akan menyelesaikannya dengan baik” Ucap Yara yakin. Reza dan Tiara
mengangguk.
“Bun…” Panggul Ginara pelan.
“Ya sayang, kenapa wajahmu kelihatan ragu?” Tanya
Tiara mengusap pipi Ginara.
“Abang…” Ginara menoleh ke Tiara kemudian beralih
menatap Genta. Laki-laki itu hanya tersenyum.
“Jangan khawatirkan abangmu, Bunda sudah punya
rencana untuk kalian semua” Kata Tiara misterius. Ginara menaikkan alisnya
demikian juga dengan Genta yang belum mengetahui rencana Tiara.
“Apa maksud Bunda?” Tanya Genda akhirnya. Tiara dan
Reza hanya tersenyum.
“Bunda bermaksud mengadakan pernikahan massal untuk
ketiga anak bunda, bagaimana menurut kalian?” Tiara memandang ketiga
putra-putrinya.
“Wah…kalau begitu sekalian konsepnya di atur
bersama saja Bu Tiara, ini akan sangat menakjubkan” Sela Yara bahagia. Kakak
beradik itu masih shock mendengar rencana bundanya.
“Gimana, kalian setuju kan, terutama Davin yang
tidak boleh bertemu calon istrinya sebelum menikah” Goda Reza menatap Davin.
Pemuda itu tersenyum malu.
“Ya sudahlah kami serahkan semuanya pada Papa dan
Bunda.” Kata Genta akhirnya.
“Alhamdulillah” Jawab serempak yang hadir di ruang
__ADS_1
tamu tersebut.
To Be Continued