
Warning 18+++
Azlan membawa Ariel kembali ke resort tempat mereka menginap.
"Pulang..??"tanya Ariel saat melihat arah mobil yang di Kendarai Azlan menuju ke resort .
''Iya.. Kenapa..??"
"Ti_tidak apa-apa.. Katanya Kakak mau kasih kejutan kedua buat Gaby..??"
"Iya..Kamu sudah gak sabar ya.."
"Bukan begitu.. Maksud Gaby kenapa kita pulang..??"
"Karena kejutan nya ada di dalam.."Azlan memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil terlebih dahulu.Dia membukakan pintu untuk Ariel dan menggenggam tangan istrinya itu.
"Kejutan apa yang mau Kakak tunjukkan padaku..??"
"Rahasia.."
Ariel memanyunkan bibirnya.Dia begitu penasaran kejutan apa yang akan di tunjukkan Azlan pada nya.Karena saat dia keluar dari kamar tidak ada sesuatu yang berbeda.Semua masih sama saat pertama dia masuk ke kamar itu.
Lalu kejutan Apa yang sudah di persiapkan oleh suaminya.
"Apa kamu siap ??"tanya Azlan yang saat ini memegang kenop pintu.
"Siap untuk..??"
''Menerima kejutan kedua dari Kakak..!!"
"Hm.."Ariel menganggukkan kepalanya.
"Tutup mata ..!!"
Ariel menghela nafasnya dan menuruti ucapan Azlan Dia menutup matanya dan di tuntun Azlan masuk ke dalam kamar mereka.
"Setelah hitungan ketiga kamu boleh buka mata...1...2..3.."
Ariel membuka matanya perlahan.Mata nya membola.Dia menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Kak..Ini.."
"Kamu suka By.."
"Iya Kak.. Aku suka..Ini Sangat Indah.."
Ariel begitu terharu sampai-sampai tidak bisa berkata apa-apa.
Bagaimana tidak.Saat membuka matanya dia sudah di Suguhkan pemandangan yang indah.Kamar mereka dihias begitu romantis dengan cahaya temaram dari lilin yang berjejer di setiap sudut ruangan.
Tempat tidur mereka di hias dengan kelopak bunga mawar yang membentuk gambar hati dan boneka sepasang merpati yang berada di tengah nya.Dan dinding yang di hias dengan rangkaian bunga dan lampu kerlap kerlip membentuk nama mereka dengan simbol hati di tengahnya.
Tidak lupa harum dari aromaterapi yang memenuhi ruangan itu membuat tubuh menjadi rileks.
Azlan memeluk tubuh mungil istrinya dari belakang.
"Kakak senang jika kamu menyukai nya By.."
"Aku sangat menyukai nya Kak.Tapi kapan kakak menyiapkan nya..??"
__ADS_1
"Saat kamu di jemput oleh Baron saat itu juga Kakak meminta mereka menyiapkan ini semua."
Ariel membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.
"Kenapa Kak Baron bisa ada di sini Kak..??Bukan kah.."
''Maaf By.. Ini pasti perbuatan Ayah.Sebenarnya dari awal Kakak sudah curiga karena saat kita berangkat Kakak tidak liat Baron dan yang lain.Pasti Ayah mengirim mereka kesini lebih dulu dari kita saat kita bilang akan bulan madu tanpa bodyguard.Padahal Kakak gak ingin ada yang ganggu kita.."
"Gaby gak papa Kak.Mereka juga tidak mungkin berani mengganggu kita.Ayah melakukan ini pasti karena sangat khawatir dengan kita.Lagipula kalau tidak ada mereka belum tentu Kakak bisa kasih Gaby kejutan seindah ini kan.."
"Terima kasih By..Aku kira kamu akan marah karena kita tetap di ikuti bodyguard.."
"Aku gak marah.Tapi minta mereka untuk menjaga jarak dari kita.Jangan sampai terlihat orang lain.."
Azlan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.Tatapan matanya tidak terlepas dari dari wajah istri mungilnya.Perlahan tatapan nya turun ke bibir ranum Ariel dan
Cup Azlan mengecup sekilas bibir Ariel.
"I Love You By.."
"I Love You too Kak.."
Azlan kembali mencium bibir Ariel.Ciuman yang awalnya lembut kini menjadi begitu kasar dan menuntut untuk melakukan lebih.
Azlan menggigit bibir bawah Ariel sehingga gadis itu membuka bibirnya.Lidah Azlan langsung masuk mengakses setiap rongga mulut istrinya.Mereka saling mengecap dan bertukar Saliva.
Ariel yang mulai kehabisan oksigen memukul bahu pria itu.Dengan terpaksa Azlan melepas ciumannya.
Nafas mereka saling memburu.Azlan mengusap bibir Ariel yang basah dan sedikit bengkak.
"Apa boleh Kakak melakukan nya By..??"tanya Azlan dengan suara berat karena sudah di kuasai oleh *****.
"Kakak..!!!"pekik Ariel.Dia langsung melingkar kan kedua tangan nya di leher Azlan.
"Aku sudah tidak tahan By.."Azlan kembali mencium bibir ranum Ariel dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa melepas ciuman mereka.
Bibir Azlan turun ke leher jenjang istrinya.Kedua tangan nya tidak tinggal diam dan dengan sekali tarikan gaun Ariel robek memperlihatkan dua gundukan kenyal yang masih terbungkus kain itu.
Ciuman Azlan masih stay di leher Ariel sedang kedua tangan nya bermain lincah di dua benda kenyal Ariel.
"Ugh .."lenguh Ariel membuat Azlan semakin terbakar gairah.
Entah bagaimana kini Ariel sudah tidak memakai sehelai benang pun.Bibir Azlan tak henti-hentinya bermain di dada Ariel dan meninggalkan jejak kepemilikan disana.
Perlahan ciuman nya turun ke Perut rata istrinya.
Dengan lincah bibir Azlan bermain di bawah sana membuat Ariel menggeliat menggigit bibir bawahnya merasakan sensasi aneh yang menjalar di tubuhnya.
"Kak...Aku ingin ..."
"Keluarkan By. .."
"Aahh..."Ariel mencapai puncak untuk pertama kali.Nafas nya terengah-engah.Dia memandang suaminya yang masih ada di bawah sana.
"Kak..!!"
Azlan menegaskan tubuhnya dan langsung membuka semua yang melekat di tubuhnya.
Kini mereka sama-sama tidak memakai apapun.Ariel memalingkan wajahnya saat melihat milik Azlan yang sudah berdiri tegak.
__ADS_1
"Kenapa By..??"Goda Azlan
"Kakak.."Pekik Ariel
Azlan terkekeh dan kembali mencium bibir istrinya.
"Akhh..Sakit Kak.."teriak Ariel
"Sabar By..Ini belum masuk sepenuhnya..Kamu tahan ya.."
Jleb
"Ugh..."lenguh Azlan saat berhasil mencetak gol . Sedangkan Ariel merintih kesakitan di bawah Kungkungan suaminya..
"Akhh..... Sakit ..!!!"
Azlan menghapus air mata Ariel dan mencium kedua mata Ariel.Dia mendiamkan sejenak adik kecilnya yang sangat nyaman berada di dalam sana
"Apa masih sakit..??"tanya Azlan.
Ariel menggelengkan kepalanya
"Kalau begitu Kakak mulai ya.."
"Pelan-pelan.."
Azlan mengangguk dan mulai menggerakkan pinggulnya.
"Aaahh...Aku mencintaimu by."erang Azlan
Ariel yang tadi nya kesakitan kini merasa kan sensasi aneh tapi begitu nikmat .
"Kak..Aahh.. Lebih.."
"Tentu sayang.."sahut Azlan yang tahu keinginan istrinya.
Azlan menggerakkan pinggulnya begitu cepat hingga mereka mencapai puncak kenikmatan bersama-sama.
Azlan jatuh di atas tubuh Ariel .Nafas mereka terengah-engah.Peluh menetes di pelipis mereka.
"Terima kasih By.Kamu sudah menjaga nya untuk Kakak.."
"Sudah kewajiban ku menjaganya untuk suami ku.."
"Aku mencintaimu By..Sangat..."
"Aku juga mencintaimu Kak.."
"Kita ulangi lagi ya.."
"I_iya..Tapi pelan-pelan ya.."
Dan Akhirnya mereka melakukan kembali kegiatan panas mereka hingga pagi menjelang.
Ariel yang kelelahan akhirnya tertidur.Azlan merebahkan tubuhnya di samping istri nya.Dia menelisik setiap inci wajah istrinya.
"Aku mencintaimu By.. Sangat mencintaimu..Mimpi indah.."gumam Azlan.
Azlan mencium kening Ariel dan memejamkan matanya menyusul istrinya yang lebih dulu ke alam mimpi.
__ADS_1