Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Dongeng Sebelum Tidur


__ADS_3

Sementara itu. Rendy dan Danu masih terus menyerang Anak buah Dewa. Tembakan demi tembakan mereka lakukan untuk melumpuhkan musuh yang berada di depan mata.


Danu dan Rendy bersembunyi di balik dinding untuk menghindari tembakan dari musuh.


"Apa kau tau dimana mereka menyekap Azlan.. ??"tanya Danu.


"Entah lah.. Sepertinya mereka berada di lantai atas. Tadi aku sempat melihat Orang yang kau cari keluar dari kamar lantai atas dan kembali ke dalam.. "terang Rendy


Orang yang Rendy maksud adalah Dewa. Dewa Erlangga adalah buronan yang selama ini di cari pihak kepolisian.Banyak kasus pembunuhan yang dia lakukan. Banyak Dari berbagai Negara kini memburu nya.Mereka melakukan kerjasama untuk menangkap Dewa baik hidup ataupun mati.


Tapi sayang sampai sekarang pun Dewa masih bisa berkeliaran karena Dia menggunakan identitas palsu dan memakai topeng yang menyerupai wajah orang lain.


Korban Dewa tidak hanya Fiona dan Orang tua Azlan, Tetapi juga rekan bisnis Alfa yang tidak mau bekerjasama dengan nya untuk menghancurkan Pramudya.


Sungguh ironis. Hanya karena hal kecil membuat Dewa gelap mata dan menghabisi semua yang berhubungan dengan Pramudya.


Rendra yang mengetahui semua itu dari sahabatnya pun murka. Dia menghancurkan perusahaan-perusahaan yang terlibat atas meninggalnya anak dan menantu nya. Tapi semua itu tidak menghentikan semua nya.


Keadaan semakin kacau karena satu persatu orang kepercayaan nya menghilang bahkan ada yang mati mengenaskan.


Itu sebab nya Rendra membatal perjodohan Azlan dan juga Ariel karena Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada keluarga sahabat nya.


Hingga sampai akhir hayat Rangga,, Rendra terpaksa menyamar menggunakan identitas lain untuk mengantar sahabat nya itu ketempat peristirahatan nya yang terakhir.


Dan Saat ingin menemui Hendra, Tak sengaja Rendra mendengar pembicaraan Hendra dengan seseorang yang menyebut nama Dewa Erlangga anak angkat nya.


Sejak saat itu,, Rendra mulai curiga dan mencari tahu tanpa sepengetahuan orang-orang nya.


Kenyataan yang membuat dia terpukul Dia dapatkan. Orang yang selama ini Dia sayangi,, Dia anggap sebagai anak sendiri telah menusuk nya dari belakang.

__ADS_1


Dengan amarah yang memuncak,, tanpa sepengetahuan orang lain,, Rendra menyebarkan wajah Dewa sebagai buronan agar polisi segera menangkap nya. Tapi Dewa sungguh licik. Dia berhasil meloloskan diri setiap polisi ingin menangkap nya.


Kembali ke masa kini,, Danu dan Rendy masih terus menembak anak buah Dewa. Tidak sedikit Anak buah nya yang juga tewas tertembak.


"Kau naik lah ke atas,, Aku akan melindungimu.. "seru Danu.


Rendy menganggukkan kepalanya dan mulai berlari kearah tangga.Anak buah Dewa yang mengetahuinya segera menembak Rendy. Tapi tembakan mereka tidak tepat sasaran karena Rendy berlari menghindari tembakan itu.Dan Danu mulai menembaki Anak buah Dewa yang menyerang Rendy.


Sampai di lantai atas,, Langkah Rendy terhalang oleh Baron.


"Mau kemana Kau.. ??"hadang Baron.


"Oh Kau ini bikin kaget saja.. Hampir saja Aku jantungan. "Rendy mengatur natasnya sambil memegang dadanya.


"Kau kesini untuk melepaskan tawanan kan. ??"


"Tawanan.. ??Oh astaga.. Kenapa Aku bisa lupa. Terimakasih Kau sudah mengingatkan. Tapi sebelum itu bisa kau tunjukan dimana toilet nya.. ??"tanya Rendy


"Iya toilet. Karena tidak lucu bukan di saat Kita bertarung Aku kencing di mukamu yang rupawan itu.. "ledek Rendy


Baron menggeramkan rahang nya. Dia merasa terhina dengan ucapan Rendy. Wajah nya sebelah kanan terdapat luka bakar yang Dia tutupi dengan topeng.


Luka yang Dia dapatkan saat menolong Adik nya dari kebakaran. Tapi sayang nya Adiknya tidak bisa selamat dari kebakaran itu. Hingga Dia bertemu dengan Dewa yang mau mengulurkan tangan nya di saat semua orang menghina wajah nya yang buruk rupa.


Baginya saat itu, Dewa adalah Dewa penolong nya. yang mau menerima nya tanpa imbalan apa pun Tapi Baron bertekad akan setia pada Dewa yang sudah menolong nya.


"Kurang ajar. Berani nya kau menghina ku.. "geram Baron.


"Hei tenang kawan.. Aku tidak menghina mu Aku hanya teringat dengan dongeng yang biasa di bacakan ibu ku dulu. "

__ADS_1


"Kau tau.. Dalam dongeng itu seorang pangeran menyembunyikan identitasnya untuk mencari pendamping hidup yang mau menerima nya apa ada nya.Dan kau sama seperti pangeran itu.Kau pasti menyembunyikan wajah tampan mu di balik topeng itu kan.. "lanjut Rendy.


Baron tertawa keras mendengar lelucon yang di lontarkan Rendy. Dia lantas membuka topeng nya memperlihatkan wajah asli nya.


Rendy membulatkan matanya.. "Oh gawat. Sepertinya Aku sudah salah bicara.. "Gumam Rendy.


"Apa menurutmu Aku tampan seperti pangeran di dongeng yang di bacakan ibu mu itu bocah.. ??"seringai Baron..


"Oh.. ehmm.. itu hmm.. Sepertinya tidak. Maksudku kau tidak seperti pangeran yang berada di dongeng ibu ku yang menyamar itu.Tapi Kau seperti pangeran di dongeng ibu ku yang lain.. "


"O ya. ??!!Dongeng Apa lagi yang di bacakan ibumu.. ??"


"Si cantik dan si buruk rupa.. "Setelah mengatakan itu Rendy segera berlari menghindari Baron.


Dia yakin Ucapan nya sudah membuat Baron murka dan mengejar nya.


"Kurang ajar kau bocah tengik. Jangan lari kau.. "teriak Baron.


"Maaf tapi Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Mungkin setelah ini kau membutuhkan wanita untuk mencium mu agar kau bisa berubah wujud. "seru Rendy seraya berlari menghindari Baron.


Tapi sayang. Rendy terhenti karena mendapati jalan buntu.Dia membalikkan badan nya dan Baron sudah berada di hadapan nya..


"Mau lari kemana lagi kau bocah.. "


"Tunggu. tunggu sebentar. .."Seru Rendy menghentikan langkah Baron.Dia mengatur nafas nya yang ngos-ngosan karena berlari.


"Apa kau tidak capek mengejarku.. . ??Setidak nya kita istirahat dulu.Biar aku atur dulu nafsuku. Tidak lucu bukan jika Kau dengan mudah mengalahkan ku karena Aku lelah. Permainan tidak akan menarik.. "Tawar Rendy..


"Baiklah.. Kau istirahatlah. Aku menunggumu.."seru Baron.

__ADS_1


"Dasar Bodoh .. "


__ADS_2