Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Pak Tio


__ADS_3

Flashback On


Saat Ariel terluka karena menerima taruhan dari kakak nya saat menangkap penjahat, Semua tugas nya yang berhubungan dengan Azlan di ambil alih oleh Pak Tio


"Sekarang saya akan membantu anda membersihkan diri Tuan Muda.."Pak Tio mendorong kursi roda Azlan ke kamar pria itu dan menyiap kan air untuk mandi.


Azlan berjalan menggunakan tongkat untuk ke kamar mandi.Dia sudah biasa dan hafal letak kamar mandi dan tentu saja karena di bantu oleh Ariel.


Selesai mandi,,Azlan memakai baju yang sudah di siapkan oleh pak Tio.Dia meraba-raba tempat tidur nya karena biasa nya Ariel meletakkan nya di pinggiran tempat tidur.


"Pak Tio keluar saja.Saya ingin istirahat sebentar.Bangun kan saya saat makan malam nanti.."


"Baik Tuan muda. "Pak Tio membuka pintu dan menutup nya .Tapi dia tidak keluar dari sana.Dia masih mengamati Tuan nya yang meraba-raba sisi Ranjang dan mulai merebahkan tubuh nya.Dia melepaskan kaca mata nya menatap kosong pada langit-langit di kamar nya.Tak berapa lama mata Pria itu terpejam dan terdengar dengkuran halus dari pria itu.


Pada saat itu Pak Tio mendekati Azlan dan mengamati nya dari dekat.


"Sebenar nya Aku tidak percaya Kau cacat Tuan.Kau pria yang kuat tapi kau terlihat rapuh sekarang.Andai Aku bisa menjaga mu dari dekat seperti keinginan Tuan Besar mungkin semua ini tidak akan terjadi."


"Maafkan Aku Tuan yang hanya seorang pecundang ini . Tapi percaya lah Aku akan membalas mereka yang sudah membuat mu seperti ini.Maafkan Aku Tuan Besar yang tidak bisa memenuhi Janji ku pada mu"


Setelah mengatakan itu Pak Tio membuka perlahan pintu kamar Tuan nya dan keluar dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.


Setelah terdengar samar pintu tertutup,Azlan membuka kembali mata nya.Entah kenapa mata nya tiba-tiba terasa panas hingga air mata nya jatuh begitu saja..


"Gue Harap semua itu tidak benar.."


Sejak saat itu Azlan bertanya-tanya siapa sebenarnya pak Tio.Dia hanya seorang kepala pelayan tapi kenapa seolah Beliau menanggung beban yang besar.


Hingga suatu ketika Dia tidak sengaja mendengar pembicaraan pak Tio dengan seseorang.

__ADS_1


Dia mendengar Pak Tio yang akan melakukan penyerangan.Tadi nya Dia berfikir jika Pak Tio adalah pengkhianat.Hingga Akhirnya saat berada didalam kamarnya,Azlan memberanikan diri menanyakan siapa sebenarnya pak Tio.


Flashback Off


"Apa benar Pak Tio itu Pengkhinat???"Rendy benar-benar tidak percaya dengan apa yang Dia dengar.


Azlan hanya diam dan menatap Alex.Rendy mengikuti arah pandang Azlan.


Alex menghela nafasnya."Sebenarnya Aku tidak yakin.Aku hanya tau jika Dewa menempatkan orang kepercayaan nya di rumah itu.Aku hanya curiga jika itu adalah Pak Tio.Tapi melihat Dia yang susah untuk di dekati Aku jadi ragu."


"Apalagi Jessica dan orang-orang Dewa yang sebelumnya bilang jika pak Tio adalah orang yang waspada."lanjut Alex


Rendy dan Danu tidak menyangka jika pak Tio adalah pengkhianat.Padahal Dia sangat setia pada Kakek Rendra.


Mereka bertanya-tanya apa yang menyebabkan pak Tio melakukan semua ini..


"Pak Tio memang pengkhianat.Tapi sayang nya umurnya tidak panjang.Tapi disaat-saat terakhir Beliau sudah berusaha melindungi orang yang dicintai nya.."Seru Azlan seolah mengenang pembicaraan nya dengan pak Tio beberapa waktu lalu.


Semua mata tertuju pada nya . Seolah meminta penjelasan dari nya.


"Apa kau pikir bisa membunuh ku begitu saja hmm??Kau terlalu percaya diri Baron..??"ledek Dewa.Dia tertawa melihat kebodohan mantan anak buah nya.


Baron tersenyum sinis.Tangan nya masih memegang erat senjatanya yang dia arah kan pada Dewa.


"Aku tidak takut mati Tuan.Kau tau itu bukan.Walaupun Aku harus mati sekarang asal aku bisa membunuh mu dengan senang hati akan aku lakukan.."


"Harusnya Aku membunuh mu tadi saat ada kesempatan tapi hati ku tergerak untuk menyelamatkan wanita-wanita itu"ucap nya sambil melirik kearah para pelayan.


"Aku hanya tidak ingin ada korban lagi.Tapi ternyata Aku terlalu berlebihan.."Baron menggeser dirinya mendekati Pak Tio.Sedang Ariel berdiri dibelakang pak Tio.

__ADS_1


Tawa Dewa berhenti seketika."Apa maksud semua ini..Tio kau.....??"


"Apa kau tidak memperhatikan Sandera mu Dewa.."Baron memotong ucapan Dewa.Ucapannya membuat Dewa sadar bahwa ada yang tidak beres.


Kenapa gadis itu bisa tiba-tiba menyerang nya.???


Kini giliran Baron yang tertawa melihat kebodohan Dewa.


"Kau baru sadar Tuan Dewa yang terhormat???"Ledek Baron


Dewa mengepalkan tangannya.Rahangnya mengeram.."Kau mengkhianati ku Tio..???"bentak Dewa


Pak Tio menghela nafas nya ."Dari Awal Aku Sama sekali tidak mengkhianati siapa pun.Termasuk dirimu Dewa.."


"Lalu kenapa kau melakukan ini Hah..."


"Aku sudah melakukan apa yang kau minta,, Melaporkan Apa yang terjadi di rumah ini dan bagaimana dengan keadaan Tuan Muda.Lalu dimana letak kesalahan ku??Aku bukan Pengkhinat seperti Dia."Ucap nya seraya menunjuk Baron.


"Aku juga tidak meminta kau berada di pihak ku Tapi melihat apa yang telah kau lakukan.Aku yakin Kau juga tidak berada di pihak Pria Busuk itu.."Baron menunjuk Dewa menggunakan dagunya .Dia begitu yakin jika pria di samping nya itu adalah musuh dalam selimut.


"Kau mengkhianati ku Tio...''geram Dewa


"Sudah aku katakan Aku bukan pengkhianat Dewa Erlangga.."Bentak Pak Tio


"Kau....


"Cih Aku benar-benar sudah muak dengan semua ini.."Pak Tio kemudian melepas kacamata dan rambut palsu nya.Dia menyugar rambut nya kebelakang.


Dewa menyipitkan matanya melihat penampilan Pak Tio yang berbeda.

__ADS_1


"Kau...”


__ADS_2