Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Malam Kedua 2


__ADS_3

Mia masih tenggelam dengan pemikiran nya saat Rendy keluar dari kamar mandi.


"Apa yang kau pikirkan ..??"Mia tersentak dari lamunannya.Dia melihat Rendy yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.Reflek Mia menutup matanya dengan telapak tangannya.


Rendy terkekeh melihat sikap Mia


"Maaf Aku lupa jika ada kau disini.."ucap nya santai.


"Belum ada satu hari tapi Tuan sudah lupa jika sudah menikah???"pekik Mia


"Bukan begitu Maksud ku .Aku sudah biasa keluar dari kamar mandi seperti ini.Karena Aku tinggal sendirian.Jadi Kau harus terbiasa melihat tubuh ku.."kekeh Rendy


"A_apa maksud Tuan..??"


"Apa kau tidak ingin mandi..?"bukan nya menjawab, Rendy malah mengalihkan pembicaraan.Dia memakai kaos putih yang tipis dan celana boxer nya.


"Buka mata mu.Aku sudah memakai baju.."


Mia mendengus dan beranjak ke kamar mandi.Dia menutup pintu kamar mandi dengan kencang.Membuat Rendy menggeleng pelan.


"Astaga..Apa yang gue pikirin sih...Otak gue kenapa mendadak mesum gini..??"Mia menatap langit-langit kamar mandi ..


"Roti sobek...???Aish... Seperti nya gue mesti cepat-cepet mandi biar pikiran gue gak menjurus kesana Mulu.."


Mia mencoba melepaskan gaun nya tapi terasa sulit.Bahkan hampir sepuluh menit Mia masih belum bisa membuka gaun nya.


"Astaga..Ini gimana nglepasin nya sih..Susah amat..Pake perekat tikus kali ini Susah bener.. "gerutu Mia.


"Gak ada pilihan lain..Gue cuma bisa minta tolong dia,"


Kepala Mia keluar dari kamar mandi dan melihat Rendy yang sedang memainkan ponselnya.Dua kain berbentuk angsa sudah ia singkirkan di atas meja.


"Ehm..Tu_tuan.."Panggil Mia.


"Ada apa..??"


"Bisa tolong sebentar..??"Rendy yang sedari tadi fokus pada ponsel nya langsung menatap Mia..


"Minta tolong apa..??"


"Emmm..I_itu..Ga_gaun...


"Ya..???."


"Aku tidak bisa membuka gaun nya.."lirih Mia..


Rendy menaikkan sudut bibirnya.Dia meletakkan ponselnya di atas nakas dan mendekati Mia.


"Kenapa tidak bilang dari tadi..Sini..!!!"


"A_apa..??"


"Jika kau seperti itu.Bagaimana Aku membantu mu membuka gaun mu.."Mia langsung keluar dari kamar mandi dan berdiri di hadapan Suaminya.


Rendy mengangkat kedua alisnya


"Kau ingin aku membuka gaun mu dari depan...???"Mia reflek langsung membalikkan tubuh nya.


Dengan hati-hati Rendy melepas hiasan yang ada di sanggulan Mia.Kain Veiltulle yang menutupi punggung Mia kini lolos begitu saja.


glek


Rendy menelan Saliva nya kasar.Di depan nya disuguhkan bagian tubuh istrinya yang terlihat mulus.Rasanya di tidak rela jika ada orang lain yang melihat tubuh Mia.


Rendy mulai melepas pengait gaun di leher Mia.Dia mengusap pelan punggung Mia turun sampai ke resleting gaun Mia.


Mia tersentak mendapat sentuhan lembut itu.Dia memejamkan matanya merasakan kulit nya yang tiba-tiba meremang.

__ADS_1


Kini Rendy menurun kan resleting gaun Mia.Dia memegang bahu Mia dan membuka gaun nya.Tapi Mia segera bergegas ke kamar mandi.


"Aku harus segera mandi..."Mia berlari masuk ke dalam kamar mandi.Sedang Rendy masih mematung dengan kedua tangan yang terangkat.


Dia mengusap wajah frustasi karena celana nya yang mulai sesak..


"Apa yang telah aku lakukan..??? Apa dia takut padaku.."Rendy mengusap wajah dan memilih untuk tidur.


Selang beberapa menit,Mia yang sudah selesai mandi mengintip Suaminya sebelum keluar.Terlihat Rendy yang sudah tidur membelakangi nya . Dengan hati-hati Mia keluar dari kamar mandi.


Dia merutuki kebodohan nya karena lupa membawa baju ganti.Akhir nya dia keluar hanya menggunakan handuk yang melilit menutupi tubuh polos nya.


Mia berjalan pelan-pelan agar suaminya tidak bangun.Dia mulai mencari baju ganti tapi tidak ada satu pun baju ganti di sana.


"Apa yang kau cari..??"Mia tersentak mendengar Rendy yang tiba-tiba ada di belakang nya.


Sebenarnya Rendy tidak benar-benar tidur.Saat dia mendengar pintu kamar mandi yang terbuka.Rendy masih pada posisi membelakangi Mia.


Dia tahu istri nya itu pasti malu pada nya.Tapi setelah beberapa menit Rendy mendengar gerutu an Mia akhirnya dia membalikkan badan nya.


Lagi-lagi dia disuguhi pemandangan indah.Dia tidak lagi bisa membendung nya.Bukan kah mereka sudah menikah??


"Kau mencari baju ganti..??"Mia mengangguk pelan sambil memegang erat lilitan handuknya.


"Seperti nya mereka lupa menyiapkan nya.."Mia melebar kan matanya.


"Lalu Aku harus bagaimana..???"


Rendy berjalan maju mendekat dan Mia terus mundur hingga tersudut di dinding.


"Apa kau takut padaku. ??"Mia mengangguk kemudian menggeleng dan mengangguk kembali..


Rendy tersenyum dan memegang bahu wanita itu.."Apa yang kau takuti dari ku..??"


"A_aku tidak takut.Ha_hanya saja Aku gugup.."lirih Mia.Dia menunduk tidak berani menatap mata suami nya.


Rendy memegang dagu Mia dan mengangkat nya hingga pandangan mereka bertemu.


Merasa tidak ada penolakan,Rendy memperdalam ciuman nya.Bahkan Dia menekan tengkuk gadis itu.


Setelah beberapa menit.Rendy melepaskan ciumannya.Mereka meraup oksigen sebanyak-banyaknya.


Rendy mengusap bibir Mia yang basah karena ulahnya.Dan tanpa aba-aba,,Pria itu mengangkat tubuh Mia ala bridal dan meletakkan nya di ranjang dengan hati-hati..


"Aku tadi nya berniat untuk tidak melakukan nya karena aku takut akan menyakiti mu.Tapi rasa nya aku sudah tidak bisa menahan nya.."


"Apa Aku boleh melakukan sayang..??"ucap nya dengan suara yang parau menahan hasratnya.


Mia terdiam.Hatinya bergetar mendengar panggilan yang begitu sangat dia ingin kan .


"Jika kau belum siap.Aku akan menunggu mu.."


Mia mengalihkan pandangan..


"Bukan kah kita sudah menikah.. Kenapa masih bertanya..??"


Bibir Rendy mengembang.Dia menarik dagu Mia agar menatap dirinya..


"Apa kau yakin..??"


Mia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Bisakah kau tidak bertanya terus Tuan..??Aku malu.."


Rendy tersenyum dan membuka telapak tangan Mia yang menutupi wajah nya..


"Kenapa malu ..hmmm..."

__ADS_1


"Ini memang bukan pertama kalinya untuk kita tapi ..."Mia menggigit bibir bawahnya karena gugup tapi terlihat begitu menggoda untuk Rendy..


"Apa aku harus meminum obat itu lagi agar kau tidak gugup..??"canda Rendy


"Ja_jangan..Kau terlihat begitu buas saat itu.Aku saja sampai kualahan.."Mia menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Bodoh..!! Apa yang sudah Loe katakan Mia.."rutuk nya dalam hati..


"Benarkah??Apa kau kesakitan waktu itu..??"


"Awalnya iya tapi.."Lagi-lagi ia menggigit bibir bawahnya..


"Maaf..Saat itu aku tidak bisa mengontrol nya...Tapi bisa kah kau tidak memanggil ku Tuan..??Aku suami mu bukan Tuan mu.."


"Lalu aku harus memanggil mu Apa..??"


Rendy mendekatkan bibirnya ke telinga istrinya..


"Panggil aku sayang.Dan saat Aku membuat Kau mendesah nanti panggil namaku sayang.."bisik Rendy membuat kulit Mia meremang.


"Apa kau sudah siap sayang..??"tanya Rendy


Mia mengangguk pelan..


"Tapi lakukan pelan-pelan.Aku takut anak kita akan syok nanti.."


Rendy melipat bibir nya kedalam menahan agar tidak tertawa.Dia benar-benar tidak mengira jika istri nya benar-benar polos.Dia memang akan melakukan nya dengan hati-hati.Tapi bukan takut anak nya akan syok.Tapi dia takut akan menyakiti kedua nya.


"Terima kasih..Aku akan melakukan nya dengan pelan-pelan.."


Rendy kembali mencium istrinya.Dia menggigit bibir bawah Mia agar terbuka dan mulai mengakses setiap rongga mulut istri nya itu..


Kini bibir pria itu turun menelusuri leher jenjang istrinya.. membuat wanita yang berada dibawah nya mendesah pelan.


"Jangan di tahan sayang.. Keluar kan lah..Aku suka mendengar ******* mu.. Panggil nama ku sayang.."


Rendy membuka lilitan handuk Mia dan langsung terlihat jelas tubuh polos istrinya.Kini tangan dan bibirnya bermain di Dua benda kenyal yang kini menjadi favorit nya.


Mia tidak bisa lagi menahan suaranya.Dia mendesah saat bibir Rendy bermain disana..


Tidak hanya sampai disitu, bibir


Rendy turun kebawah sampai ke perut istri nya yang sedikit menonjol.


Dikecup dan di elusnya perut istri nya..


"Hai sayang.Ini Daddy.. Apa Kau merindukan Daddy??Iya Daddy juga merindukan mu. Sekarang Daddy akan mengunjungi mu.."Mia menggigit bibir bawahnya mendengar percakapan Rendy dengan calon buah hati mereka.


Rendy menegakkan tubuhnya.Dia melepaskan kaos dan celana boxer nya..Mia membuang muka karena malu melihat nya.


Rendy membuka kedua kaki Mia.Dengan lihai nya bibir Rendy bermain di bawah sana.Membuat Mia merasa sensasi yang begitu luar biasa sampai dia mencapai puncak kenikmatan untuk pertama kalinya.


Nafas Mia terengah-engah.Peluh menetes di pelipis nya.Rasa nya sungguh luar biasa.


Rendy tersenyum puas melihat istrinya yang begitu menikmati permainan nya.


"Bersiap lah sayang.Aku akan memulai pada intinya sekarang.."


Rendy menyambar bibir Mia sedang di bawah sana dia mendorong masuk ke pemilikan istri nya.


"Ugghhh.."


Lenguh kedua nya .Rendy mulai menggerakkan pinggulnya perlahan.Dia menumpu tubuhnya dengan kedua tangan nya.


Sesekali dia mendesah menyebut nama istrinya.Begitu juga Mia.Dia terus berteriak memanggil nama suami nya.


Mereka benar-benar merasa terbang ke angkasa.Hingga beberapa menit kemudian mereka melenguh bersama an mencapai puncak kenikmatan.

__ADS_1


"Terima kasih sayang.."Rendy mengecup kening Mia dan berguling kesamping.Dia menarik selimut dan menutupi tubuh polos keduanya.


"Tidur lah..!!Kau pasti lelah.."Mia hanya mengangguk pelan dan mulai memejamkan mata.


__ADS_2