Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Rencana Penculikan.


__ADS_3

"Bagaimana..???"Tanya seorang pria pada anak buah nya.


"Beberapa hari yang lalu,Target sempat keluar dan menuju Rumah Sakit xxx.Tapi karena penjagaan yang ketat orang kita tidak mudah untuk ikut masuk kedalam.Jadi mereka hanya mengintai dari luar Bos"


"Lalu..?"


"Setelah beberapa lama target tidak muncul.Bahkan menjelang malam target tidak keluar dari sana.Dan seperti nya Target mempunyai pengawal bayangan Bos.Karena saat kami mengikuti nya.nampak sebuah Mobil mengikuti nya dari belakang.."


"Apa kau yakin???Atau kalian saja yang lengah hingga kehilangan target .Heh.."bentak pria itu.


"Maaf Bos..Tapi Kami terus memperhatikan setiap orang yang keluar dan masuk dari Rumah sakit itu dan target memang tidak kelihatan.."terang anak buah pria itu..


"Sial..Bagaimana mungkin Dia bisa lolos dengan mudah..Kenapa tiba-tiba rumah sakit itu di jaga ketat..??"


"Beberapa waktu yang lalu ada sekelompok perampok yang masuk ke rumah sakit itu dan menyebabkan seorang suster meregang nyawa.Maka dari itu setiap orang yang datang harus memperlihatkan identitas nya Bos."


"Hem..Ok kali ini kalian lolos.Tapi tidak untuk nanti.Saat ada kesempatan langsung kalian culik gadis itu.Bagaimana pun cara nya dan bawa Dia kemari.Tapi ingat jangan melukai nya sedikit pun.Kau mengerti..!!"


"Mengerti Bos.."


"Sekarang pergilah.."Anak buah pria itu pergi menjalan kan tugas nya.


"Pengawal bayangan..??Aku semakin yakin jika itu adalah dirimu sayang.."gumam nya


"Aku harus mendapatkan diri mu bagimanapun cara nya.."Seringai pria itu


****


Pagi menjelang,Di mana setiap orang memulai aktifitas mereka seperti biasa nya.Begitu juga dengan Ariel,,Setelah membantu Azlan menyiapkan keperluan mandi nya,,Kini Ariel tengah menyuapi Pria itu.


"Saya sudah kenyang Sus.."ucap pria itu menolak suapan kesekian.


"Tapi Tuan ..__


"Saya sudah kenyang.."


Ariel menghela nafas nya dan meletakkan piring ke meja.Dia mengambilkan segelas air putih dan memberikan nya pada Azlan.


"Bagaimana keadaan mu Sus..??Jika masih sakit lebih baik Suster istirahat saja.."


"Saya baik-baik saja Tuan.Terima kasih atas perhatian nya.."Ariel merasa ada yang aneh dengan Azlan.Sedari tadi Pria yang biasa nya cerewet dan suka menggoda nya tiba-tiba menjadi pendiam.


"Selamat pagi Tuan.."Sapa Rendy.Pagi ini Dia menjemput Tuan Muda nya karena ada hal penting yang akan mereka kerjakan di kantor.


"Ayo ke ruang kerja sebentar.."ajak Azlan.

__ADS_1


Tanpa menjawab,,Rendy mendorong kursi Roda Azlan.


"Ada apa dengan mereka..??"batin Ariel.


drrtttt drrrttttt


Ponsel Ariel berbunyi.Dia melihat sekitar nya sebelum menjawab panggilan telepon itu.


"Halo.."


"Ha-halo Riel,,Akhirnya loe angkat telepon gue juga."


Ariel mengerutkan kening nya..Tidak biasa nya sahabat nya itu menghubungi nya.


"Ada apa Mi..??Loe baik-baik aja kan.??"


"I-iya..Gu-gue baik-baik aja..Dimana loe sekarang.Apa kita bisa ketemu..??Gue kangen banget Riel..Gue pengen curhat sama loe.."


Ariel melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.Masih terlalu pagi jika dia ingin ijin keluar.Apa lagi kelihatan nya Azlan akan pergi ke kantor.Jadi kemungkinan di akan menemani pria itu nanti nya


"Kalo sekarang gue gak bisa.Gimana kalo besok aja.."


"Tapi gue pengen nya sekarang Riel.Please..."


Ariel diam sejenak.Dia merasa ada yang aneh dengan Sahabatnya itu.Dari nada bicara nya seperti nya ada yang menekan nya.


"I-iya gak papa..Makasih ya Riel.Gue tutup dulu telepon nya.."


tut tut tut


"Kenapa hari ini semua orang jadi aneh sih.."


Diruang Kerja


"Bagaimana..?Apa loe dah melakukan apa yang gue minta..??"tanya Azlan


"Sudah Bos.."Rendy meletakkan sebuah kotak perhiasan di meja.Rendy juga memberikan map pada Azlan.


"Apa ini..?"tanya nya saat menyentuh sebuah map di depan nya.


"Bos akan tau jika membuka nya.."


"Apa loe mencoba menghina gue Ren..??"


"Ma-maaf Bos.Bukan begitu maksud saya.Baik lah akan saya jelaskan..Itu adalah berkas yang selama ini kita cari dan ternyata benar apa yang orang itu kata kan.Dia__

__ADS_1


Azlan mengangkat telapak tangan nya meminta Rendy tidak meneruskan nya.."Gue tau..Baik lah kalau begitu kita berangkat sekarang.."titah Azlan.


"Baik Bos.."Rendy mendorong kursi roda Azlan keluar dan meminta Suster El untuk bersiap-siap.


Didalam Mobil.Lagi-lagi terasa hening Ariel yang tadi nya ingin meminta ijin bertemu Sahabat nya jadi ragu untuk mengatakan nya.


drrttt drrrtt


Lagi-lagi ponsel Ariel berbunyi.Ariel menjawab panggilan telepon itu.


"Iya Mi.."


"Ki-kita jadi kan Riel ketemu sore ini..??"


"Iya Gue usahain ya..Kenapa emang nya.."


Rendy diam-diam memperhatikan Ariel dari kaca spion sedang Azlan nampak tenang di samping gadis itu.


"Gue cuma mau mastiin aja koq..Ya udah gue tutup telepon nya.."


tut tut tut


Ariel memasukan kembali ponsel nya.


"Siapa..??"Akhir nya Azlan angkat bicara setelah sedari tadi diam.


"Mia Teman aku..Dia ngajak ketemuan Sore ini.Boleh kan nanti Aku keluar ketemu di sebentar..??"


Rendy nampak mengerutkan kening nya.Lantas dia mengeluarkan ponsel nya dan mengecek pesan dari seseorang semalam..


"Bolehkan kak..?"pinta Ariel.


"Boleh.Asal kamu mau memakai ini.."Azlan memberikan kotak perhiasan yang dia minta dari Rendy tadi.


"Apa ini kak..??"


"Kamu buka dan pakai.Aku tidak mrngijinkan mu keluar jika kamu tidak mau memakai nya.."


"Dasar pemaksa.."gumam Ariel tapi masih terdengar oleh Azlan.


Ariel membuka kotak itu,,Terdapat sebuah kalung dengan liontin berbentuk love.Sederhana tapi itulah yang Ariel suka.


"Indah banget.."Ariel menyentuh kalung itu dan langsung memakai nya.


"Makasih kak..Aku suka.."ucap nya senang

__ADS_1


"Jangan pernah kamu lepas..Kamu ngerti.."


"Siap Bos.."Ucap Ariel seraya memberi hormat ..Dia tersenyum sambil mengelus liontin itu.


__ADS_2