
Semalaman aku gelisah, mataku sulit untuk terpejam. Aku terus memikirkan temuan ina di buku lyra. Kenapa dulu lyra tidak pernah memberitahuku?apakah masih ada hal lain yang ia tulis? Atau apakah wanita yang ia maksud sama dengan wanita yang ku lihat di foto yang selalu ayah lihat?Ah sudahlah aku sungguh lelah. Semoga saja besok hari yang baik dan semuanya segera terungkap. Aku hanya ingin semua keluargaku bersatu seperti dulu lagi.
Aku bangun pagi-pagi sekali. Saat kulihat jam sudah jam 4 pagi dan mungkin aku tidur hanya sekitar 1 jam saja. Kulihat mata ku bengkak dan pipiku terlihat pucat. Aku langsung menuju dapur untuk memasak. Ayah ibu dan ina belum bangun mereka biasanya bangun jam 5 pagi. Aku memutuskan untuk memasak ayam goreng rempah dan tumis kangkung yang pedas. Membayangkannya saja membuat cacing di perutku meronta.
Kehidupan keluarga sudah mulai membaik itu sebabnya kami bisa makan makanan yang enak. Aku sungguh bersyukur bahwa di balik duka yang kami alami ada hal lain yang membuat kami bahagia. Di tambah lagi sosok ina yang bisa sedikit mengobati rasa rinduku pada lyra. Aku selalu berdoa kepada Tuhan agar lyra baik-baik saja di luar sana. Aku sangat yakin bahwa adikku itu masih hidup.
Jam 7 pagi semua orang sudah bersiap untuk sarapan. Kami pun makan sambil sesekali bercanda. Selesai makan aku bergegas mandi dan meminta izin pada ayah dan ibu untuk siap-siap ke kampus. Sebenarnya hari ini aku tidak ke kampus tapi akan menemui kak stella dan ray. Untungnya aku sudah minta izin pada dosen yang hari ini akan masuk. Aku berbohong pada ayah dan ibu karna tidak ingin mereka khawatir dan juga aku tidak mau mereka kecewa saat nanti kami tidak mendapatkan hasil apa-apa.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap-siap aku masuk ke kamar ina ku katakan padanya bahwa hari ini aku akan mencari tahu semuanya. Dan kukatakan pada ina untuk merahasiakan hal ini dari ayah dan juga ibu. Ina pun mengangguk tanda mengerti.
Kami janjian di salah satu cafe. Aku menyerahkan tulisan lyra yang di temukan ina kepada kak stella. Kami pun berdiskusi sejenak untuk menyusun strategi. Sekitar 15 menit kami pun beranjak dari cafe tersebut. Kami pergi menggunakan mobilnya ray. Setelah mobil berjalan 10 menit tak sengaja aku melihat ayah dan seorang wanita. Aku menyuruh kak ray berhenti. Ku perhatikan wanita itu dan dia mirip dengan wanita di foto yang ayah simpan.
Ku katakan semuanya pada kak stella dan ray. Dan kak stella memutuskan untuk kami memata-matai ayah. Siapa tahu ini adalah wanita yang sama yang di lihat oleh lyra. Aku melihat ayah tampak bahagia dengan wanita itu. Mereka bercanda tawa dan bahkan sesekali ayah mencium kening wanita itu.
Kami terus mengikuti mobil itu dan tiba-tiba saja di belakang kami ada banyak mobil berwarna hitam bahkan ada yang mendahului kami dan berhenti di depan mobil kami. Untung saja kak ray bisa menguasai keadaan dan berhenti di waktu yang tepat sehingga tidak terjadi kecelakaan. Kami semua terkejut seperti nya mereka tahu kalau kami mengikuti mobil tersebut.
__ADS_1
Seseorang akhirnya keluar dari mobil tersebut. Orang itu memakai kacamata hitam dan menuju ke arah kami. Dia mengetuk kaca mobil kami, dengan hati-hati kak ray membuka kaca mobilnya dan orang itu memberinya sebuah kertas setelah itu dan orang itu dan rombongannya pergi meninggalkan kami.
Setelah di rasa aman kami pun membaca isi surat tersebut dan kami kaget dengan isinya.
"dasar para bocah jangan pernah bermain-main denganku terutama kau anne,jika kau masih melanjutkan rencana mu itu aku akan mencelakai seluruh keluargaku tanpa tersisa dan ingat jangan lagi mencari adikmu hahahahhaah".
Aku hanya bisa menangis dan tak mampu berkata-kata. Kami pun bergegas pulang dan di perjalanan semuanya hening tidak ada satupun di antara kami yang mencoba memulai pembicaraan.
__ADS_1