
Rendy membuang senjata nya, Begitu pula dengan Baron.Dia mulai menyerang Rendy. Dengan tenang Rendy menangkis setiap pukulan yang dilayangkan pada diri nya.
Pukulan demi pukulan yang Baron lakukan tidak ada satupun yang mengenai Rendy.Hingga Rendy melakukan tendangan berputar dan mengenai wajah Baron.
Baron mundur beberapa langkah dan menyeka darah di sudut bibir nya.
"Sepertinya Aku terlalu meremehkan mu Bocah.. "seru Baron..
"Jangan begitu kawan. Bagaimana pun Kau adalah seniorku. Karena Kau kelihatan nya lebih tua dari ku.. "
"Kau tau.. Wajahmu itu mengingatkan ku pada Adikku."ucap Baron. Tatapan nya yang tadi tajam berubah sendu. Dia begitu merindukan Adik nya. Andai Adik nya masih hidup. Pasti sekarang sudah besar seperti Rendy.
"Kalau begitu anggaplah aku sebagai Adik mu. Kita berdamai. Oke.. "
Baron terkekeh.. Dia tidak mau tertipu lagi dengan bualan Bocah yang ada di hadapan nya ini..
"Apa kau mencoba menipuku lagi hemm.. "
"Menipumu.. ??tentu saja tidak..Kau tau kita ini sama. Aku dulu hidup miskin. Ibu ku sakit-sakitan, Ayahku masuk penjara. Tapi berkat pertolongan Tuan Besar Pramudya,, Aku jadi seperti sekarang. "
"Kita sama. ??Sepertinya kau sudah mencari tahu siapa Aku.. "
Rendy terdiam. Memang benar Dia sudah mencari tahu tangan kanan Dewa.Dan dia tidak menyangka jika Baron sudah di kelabuhi oleh Dewa.
"Apa kau tau penyebab kebakaran itu kawan.. ??"tanya Rendy
"Kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu.. ??"
"Kau jawab saja apa susah nya sih.. "gerutu Rendy
__ADS_1
"Menurut pihak kepolisian kebakaran itu di sebabkan karena konsleting listrik.. "
"Dan Kau percaya begitu saja.. ??"tanya Rendy
Baron mengerutkan keningnya. Dia menjadi bimbang dengan pertanyaan Rendy yang sepertinya mengetahui sesuatu.
"Prasetya Adinata.Bukankah itu nama Ayah mu.Meninggal karena kecelakaan bersama istri nya. Itu yang menyebabkan Kau dan Adik mu keluar dari istana mu karena Di sita oleh pihak bank untuk melunasi hutang Tuan Adinata. Apa Aku benar Roni purna Adinata.???. "
Baron mengepalkan kedua tangan nya.Ucapan Rendy telah mengorek luka lama nya.
"Kau tinggal di sudut kota bersama Adik mu dan tidak lama kemudian terjadi peristiwa kebakaran itu.Dewa datang bagai malaikat penolong dan kau mengabdikan hidupmu pada nya.. "
"Kita memang sama kawan. Tapi Aku lebih pintar dari mu.. "lanjut Rendy
"Apa maksudmu bicara seperti itu Bocah tengik.. Apa kau mencoba mengorek luka lama ku agar Aku lengah dan kau menang.. ??"teriak Baron
"Tenang kawan. Aku hanya bilang kalau aku lebih pintar dari ku. Bukan berarti kau bodoh. Dan Aku tidak bermaksud membuka luka lama mu. Aku hanya ingin mengatakan hasil dari penyelidikan ku selama ini. "
"Apa kau tau bahwa Dewa adalah anak angkat Tuan besar Pramudya yang berarti Dia adalah Adik angkat Tuan Alfa.. ??Karena kesalahpahaman Dewa menyimpan dendam pada Keluarga Pramudya dan bermaksud menghancurkan nya. Dia menghasut rekan bisnis Tuan Alfa untuk bekerjasama menghancurkan Pramudya. Dan rekan bisnis yang tidak mau bekerjasama dengan nya akan dihabisi oleh Dewa tanpa tersisa. "
"Kau terlalu bertele-tele Bocah.. "potong Baron.
"Tuan Adinata adalah rekan bisnis Tuan Alfa. Kau tau maksudku bukan.. "
Deg
Tubuh Baron seketika bergetar Memang selama ini Dia tidak pernah mencari tau kecelakaan yang menyebabkan orangtua nya meninggal. Bahkan peristiwa kebakaran itu pun tak ia hiraukan. Karena terlalu terhanyut akan kesedihan di tinggal orang yang Dia cintai membuat Dia ingin mengakhiri hidup nya. Hingga kemudian Tuan Dewa datang menolong nya.
Baron tertawa terbahak mendengar cerita Rendy. "Apa kau mencoba menghasutku dengan dongeng mu itu Bocah.. ??Aku tidak akan tertipu lagi. Sekarang rasakan pembalasan ku.. "
__ADS_1
Baron mulai menyerang Rendy membabi buta membuat Rendy kualahan menangkisnya. Hingga sebuah tendangan mengenai perut Rendy membuat nya mundur beberapa langkah.
"Aku sama sekali tidak berniat menghasut mu Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Terserah Kau mau percaya atau tidak.. "seru Rendy
"Diam kau bocah.. "Baron kembali menyerang Rendy.Membuat Rendy terpojok karena kekuatan Baron meningkat karena di kuasai oleh amarah nya.
Rendy menghela napasnya. Dan mulai melakukan perlawanan.pukulan demi pukulan dia lakukan.Tapi Baron benar-benar lihai dalam menghindar hingga sebuah tembakan melesat mengenai lengan Rendy.
Dor...
Akhh..
Rendy memegang lengan nya yang tertembak. Sedang Baron membalikan tubuh nya menatap Anak buah nya yang telah menembak Rendy.
"Apa yang Kau lakukan Bodoh. ??Dia adalah bagian ku.. ??"bentak Baron pada anak buah nya..
"Ma-maaf Bos.. Aku hanya ingin membantu mu.. "
"Membantu Kau bilang.. "Baron mengambil senjata yang dia lempar tadi dan menembak anak buahnya tepat di dahi nya..
Dor...
"Itu baru nama nya membantu.. "seru Baron
Baron mendekati Rendy ,,Dia merobek baju nya dan membalut nya pada luka di lengan pemuda itu.
"Terimakasih kawan.. "ucap Rendy
"Kau jangan senang dulu. Aku melakukan ini karena Aku tidak ingin menyerang orang yang terluka. Rasa nya tidak Asyik jika Aku menang begitu saja.. "
__ADS_1
"Dan Aku juga tidak ingin kehilangan Adik ku untuk kedua kalinya "gumam Baron.