
Assalamu'alaikum...
Selamat siang
Maafkan lama gak up masih sibuk nih...
Tapi hari ini aku usahakan up sampai 2 episode yah....
Doakan lancar terus nulisnya.....
Maap yaaa ada ralat dikit ya untuk perjalanan dari Malang ke Lumajang....
Perjalanan dari Kota Malang ke Lumajang dengan
perkiraan kemacetan lalu lintas yang ada akan bisa di tempuh dalam waktu 5 jam atau
paling lama 6 jam kalau kondisi jalanan muacet banget. Rombongan dua mobil yang
di berangkatkan dari apotek Medical Farma mulai memasuki daerah terdampak
erupsi Semeru.
Seperti diketahui, kejadian meletusnya Gunung
Semeru pada tanggal 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB menyisakan pilu
bagi warga sekitar. Hingga saat ini, terlapor 14 korban jiwa dan setidaknya
ratusan warga yang mengalami luka-luka.
Sejumlah warga yang kehilangan harta benda dan belum bisa Kembali ke rumah
mereka sebab rumah mereka luluh lantak tertimbun abu vulkanik serta status
gunung Semeru yang masih dalam status waspada, sehingga mereka terpaksa
mengungsi di posko-posko yang tersebar di lokasi yang masih terbilang aman.
Gunung Semeru adalah sebuah gunung berapi kerucut
di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau
Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut. Gunung ini
terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia kebawah Lempeng Eurasia.
Peristiwa erupsi yang terjadi di Kabupaten Lumajang
ini mengundang empati dan menggerakkan banyak orang untuk dapat andil
memberikan bantuan demi meringankan beban korban terdampak. Banyak bantuan yang
sudah di luncurkan begitu peristiwa erupsi itu terjadi.
Rombongan Ginara selain membawa obat-obatan juga
membawa bantuan yang berupa 50 paket sembako terdiri dari beras, minyak, gula,
sarden, dan kecap, kurang lebih 40 kaleng sarden, 200 bungkus mie instant,
beras 5 kg 20 bungkus, kue kering 45 bungkus, 100 makanan siap saji, pakaian,
keperluan anak seperti mainan sebagai penghibur di kala sedih dan ada juga
keperluan bayi, tak lupa amplop besar uang.
Dari penyisiran pertama di empat titik pengungsian
yaitu Kantor Desa Oro-Oro Ombo, SDN 2 dan SDN 4 Oro-Oro Ombo, serta Masjid
Oro-Oro Ombo belum ditemukan korban dewasa dan anak yang mengalami luka bakar.
Keempat titik pengungsian tersebut menampung pengungsi dari desa terdampak
yaitu Desa Supit Urang. Namun mulai banyak anak-anak terserang pernapasan akud
dengan efek batuk yang tak kunjung sembuh. Obat-obatan dari semua lini
Kesehatan sudah di sebarkan tapi ternyata masih belum mencukupi untuk kebutuhan
semua pengungsi.
Ginara, Aldy, Andi dan beberapa rekan mereka yang
__ADS_1
sudah lebih dulu datang selain membantu melakukan perawatan terhadap warga yang
terluka akibat bencana dan membagikan donasi, mereka juga menghibur warga
khususnya anak-anak dengan memberi mainan dań bermain bersama anak-anak yang
berada di lokasi pengungsian.
Ginara melihat tim dokter yang bergerak di sana
juga sangat cekatan sehingga warga yang mengalami sesak napas, batuk, ataupun
luka bakar bisa dengan cepat tertangani. Gadis itu membaur beusaha untuk ikut
membantu melayani kerja dokter tersebut, sehingga dengan kerja sama yang baik
penanganan terhadap korban erupsi Semeru segera selesai.
Usai membantu tugas para dokter, Ginara menyelinap
ke beberapa tenda pengungsi dan mendatangi para kepala keluarga di dalamnya. Ia
menyerahkan banyak amplop kepada masing-masing kepala keluarga sambil
memberikan hiburan, harapan, dan doa semoga keadaan ini menjadi semakin baik
dan mereka bisa melewati masa pengungsian dengan sabar dan ikhlas. Beribu
ucapan terima kasih mereka sampaikan kepada gadis yang sangat murah hati itu.
Seorang diri menyampaikan begitu banyak amplop kepada ratusan kepala keluarga,
bisa dibayangkan begitu murah hatinya gadis itu. Banyak doa yang mereka
lantunkan untuk gadis itu agar mendapat rezeki berlimpah dan kehidupan yang
senantiasa Bahagia.
Ginara Kembali ke posko berkumpulnya para relawan,
ia sungguh yakin pemuda yang menemaninya tadi merasa kehilangan dan pasti akan
panik akan kehilangan jejaknya. Ia ingin melihat seberapa panik dan khawatirnya
aula terbuka Nampak banyak relawan yang beristirahat, ada yang tidur
selonjoran, ada yang duduk-duduk sambil bersenda gurau, ada juga yang masih
menulis berbagai laporan yang akan di kirimkan ke atasan mereka.
Mata gadis itu mulai mengitari area aula namun
tidak menemukan sosok yang dicarinya, namun sekelebat ia melihat penampakan
Andi di antara relawan yang duduk ngobrol. Gadis itu mendatanginya.
“Andi…” Yang di panggil langsung menoleh dan dengan
wajah panik langsung bangkit menghampiri Ginara.
“Aduh, kamu kemana aja sih Gi, gak tau aja kamu
gimana frustasinya pacarmu itu.” Gerutu Andi, Ginara hanya meringis.
“Maaf, akua da urusan sebentar, dimana dia?”
Tanyanya.
“Tau tuh, katanya nyari kamu keluar, emang kemana
sih Gi?” Tanya Andi balik.
“Aku ke tenda pengungsian sebentar” Jawab Ginara.
Andi memutar kepalanya Ketika melihat sosok yang
dicari masuk dengan wajah mengeras.
“Tuh, hadapi singamu, dari tadi siapapun kena
aumannya tau…” Ginara meringis tak enak hati. Di hampirinya pemuda yang sudah
mulai melihat ke arahnya dengan tatapan tajam seolah menyiratkan kemarahan yang
__ADS_1
tidak ada obatnya. Ya iyalah…emang ada obat marah. Disiram aja pakai air biar
adem. Hahaha.
“Hehe, maaf…” Cicit Ginara di depan Aldy. Pemuda
itu menatap datar, tapi jelas terlihat kepanikan di matanya.
“Jangan suka membuat orang jantungan kenapa sih!”
Ketusnya.
“Iya, kan sudah minta maaf” Kata Ginara dengan
sengaja mengambil tangan kanan Aldy dan di genggamnya untuk meredakan
amarahnya. Pemuda itu menghela nafas berat. Sentuhan lembut di tangannya
benar-benar mampu merontokkan kemarahannya pada gadis di depannya ini.
“Hmmm”
“Ini sudah malam, kita pulang besok pagi aja atau…”
Tawar Ginara.
“Kita menginap di hotel”
“What?!”
“Tidak ada penolakan” Aldy keluar ruangan dengan
menggandeng Ginara, secara otomatis gadis itu mengikuti ke arah Aldy
membimbingnya. Mereka mengendarai mobil menuju ke hotel yang sudah di pesan
Aldy secara online sejak di Kota Malang, karena ia tahu tidak mungkin mereka
akan pulang tengah malam.
Sesampai di hotel, Ginara merasa keberatan karena
ternyata Aldy memesan hanya satu kamar hotel walaupun vvip, tapi membuatnya tak
nyaman. Ah…satu kamar, masak satu ranjang?
Aldy menempelkan kartu ke pintu dan otomatis puntu
hotel terbuka dan langsung menampilkan keindahan dan kemewahan ruangan. Gadis
itu ragu-ragu untuk masuk.
Ctak.
“Aww” Ginara mengelus keningnya perlahan, cukup
sakit sentilan jari Aldy ke keningnya.
“Singkirkan otak mesummu, kita tidak akan sekamar
tahu”
Ginara tersenyum malu.
“Mandilah dulu” Perintah Aldy. Gadis itu mengangguk
kemudian mencari-cari baju ganti di tas ranselnya kemudian membawanya ke kamar
mandi. Aldy tampak duduk di sisi ranjang kemudian menekan tombol telepon untuk
memesan makanan. 20 menit kemudian Ginara keluar dengan keadaan telah segar dan
wangi bersamaan pesanan Aldy datang. Tanpa menunda mereka menikmati hidangan
dengan tenang.
“Tidurlah, aku akan tidur di sofa di luar, kalau
butuh apapun kamu tinggal telpon aja” Ginara tersenyum mengangguk.
“Terima kasih” Ucapnya sebelum Aldy keluar kamar,
pemuda itu menoleh tersenyum.
__ADS_1
To Be Continued