
Hari pernikahan telah tiba.Kini sang mempelai wanita tengah di rias di paviliun keluarga Pramudya.
Ya.Setelah Danu dan istrinya tiba ,Alfa langsung memboyong mereka untuk tinggal di paviliun keluarga Pramudya sampai hari H.Tentu saja tanpa sepengetahuan Azlan.
Alfa melakukan ini karena dia tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Walau Dewa sudah tewas.Tidak menutup kemungkinan akan muncul Dewa-dewa yang lainnya.Karena bagaimana pun Azlan maupun Alfa mempunyai banyak saingan dalam usaha bisnis nya.
"Anda sungguh cantik nona..."puji Isna setelah selesai merias Ariel.
"Saya yakin Tuan Muda pasti akan terpesona melihat Anda.."lanjut nya.
Ariel hanya membalas dengan senyuman.
Saat ini perasaan nya sungguh tidak menentu.
Dia bahagia karena akhirnya dia akan menikah dengan orang yang dicintai nya.Tapi dia juga sedikit kecewa karena pesta pernikahan nya tidak sesuai dengan yang dia harapkan.
Sederhana bagi nya ternyata berbeda dengan Azlan.
Sungguh sebenarnya Dia tidak mempermasalahkan tentang pesta itu jika keadaannya tidak seperti ini.
Bagaimana mungkin Dia bisa bersenang-senang menggelar pesta pernikahan yang megah jika keluarga nya tidak ada di sampingnya.
Walaupun ada Kakak nya tapi dia masih memikirkan Ayahnya.
"Kalau begitu saya permisi dulu Nona.."pamit Isna yang di ikuti beberapa pelayan .
Ariel hanya tersenyum dan saat Isna dan para pelayan sudah keluar, Ariel menatap dirinya di cermin yang besar.
"Apa ini beneran gue .??"Ariel menyentuh wajahnya dan gaun yang di pakainya.
Gaun itu adalah pilihan Azlan.Model gaun yang hampir sama dengan gaun pernikahan Ayah dan Bunda Azlan.
Ariel memakai gaun berjenis strap wedding dress dengan bagian dada yang sedikit terbuka memberi kesan eksotik dan mewah yang dipadukan dengan bahan Lace di atas dan sutra di bagian bawah.
Dan tidak lupa kalung mutiara tipis sebagai pelengkap penampilan Ariel hari itu.
Ariel tersenyum menatap dirinya yang terlihat berbeda.Tapi wajah nya berubah sendu kala teringat tentang Ayah nya.
"Apa kau sudah siap..???"Tanya Danu yang baru saja masuk ke kamar Ariel.
"Wah...Kau terlihat cantik Riel.."puji Danu saat Ariel menoleh ke arah nya.
"Kakak..!!!"Ariel memeluk Danu dengan mata yang mulai berembun.
"Kenapa...???Ini adalah hari bahagia mu.. Kenapa kamu malah bersedih..??"
Ariel tidak menjawab tapi justru memeluk Danu lebih erat.
__ADS_1
Tahu akan apa yang di rasakan Adik nya,Danu mencoba menghibur nya dengan iming-iming sebuah hadiah
"Kakak punya sesuatu buat kamu..!!"
"Apa ??"tanya Ariel tanpa melepaskan pelukannya.
"Lepas dulu!!!"
Ariel melepas pelukannya dan menatap Kakak nya.
"Janji jangan menangis lagi..!!!"
Ariel berdesis karena Danu menggodanya.
"Apaan cepat..!!!"
"Sabar..!!"Danu merogoh ponsel nya.Dan terlihat menghubungi seseorang.
Setelah sambungan telepon terhubung,Danu memberikan nya pada Ariel.
"Ini..."
Ariel mengerutkan keningnya.Dia mengangkat dagunya seolah bertanya siapa..
Danu hanya tersenyum dan memberikan nya pada Ariel.
"Ingat..Jangan menangis...!!!"
"Apa kabar sayang...??"
Deg
Ariel melebarkan matanya.Suara Itu.. Suara yang sangat ia rindukan.
Ariel menatap Danu yang mengangguk pelan.
Ariel menutup mulutnya dengan telapak tangannya.Dia tidak percaya jika suara itu benar-benar suara orang yang dia rindukan.
"A_Ayah...!!!"Suara Ariel tergugu menahan Isak tangis nya.
"Iya sayang..Ini Ayah..Ayah merindukan mu Gaby.. Putri kecil Ayah..
"Ayah..Hiks hiks I_ini benar Ayah.. Ayah masih hidup.."
"Iya sayang.. Dengarkan Ayah..!!!Ayah mohon jangan menangis..!!!Jika Gaby menangis Ayah tidak akan sanggup mendengar nya sayang."
Ariel menghapus air matanya dan tersenyum.
"Gaby gak nangis Yah..Ayah dengar kan???Gaby lagi tersenyum sekarang.."
__ADS_1
"Terima kasih Sayang."
"Ayah dimana sekarang..???"
"Maaf kan Ayah Gaby.. Karena Ayah tidak bisa mengantar Gaby ke altar pernikahan.Karena Ayah sedang dalam pemulihan.."
"Ayah... Sebenarnya apa yang telah terjadi..???"
"Maafkan Ayah Gaby karena merahasiakan hal ini dari mu.Sebenarnya setelah kecelakaan itu ,Ayah di selamatkan oleh anak buah Azlan.Ayah juga tidak ingat yang sebenarnya terjadi.Tapi saat Ayah sadar Ayah sudah berada di Rumah Sakit.Di sini Ayah di jaga ketat oleh pengawal Azlan.Mereka bilang itu atas perintah Azlan karena Ada yang mengincar nyawa Ayah.Karena itu Azlan membayar salah satu media untuk menyebar berita kematian Ayah ke publik..."
"Kak Alan..???"
"*Iya Sayang.Tapi Ayah senang sekarang karena sebentar lagi kita bisa berkumpul kembali "
"Gaby..!!! Maukah kamu berjanji pada Ayah Nak*..??"
"A_apa Yah...??"
,"Berjanji lah kalau Kau akan terus tersenyum.Jangan terlalu memikirkan keadaan Ayah.Ayah sudah baik-baik saja sekarang.Gaby tahu..Ayah sangat ingin bertemu dengan putri Ayah karena itu Ayah bersemangat untuk segera pulih..Tapi jika Gaby sedih dan terus memikirkan Ayah,Ayah akan ikut bersedih.Oleh karena itu terus lah tersenyum nak.Ini adalah hari bahagia mu.Dan cepat buatkan Ayah cucu agar Ayah semakin semangat untuk sembuh.."
"Ayah...!!!"pekik Ariel
Di seberang sana Ayah Ariel terkekeh senang karena menggoda Putri nya.
"Selamat untuk pernikahan mu sayang.Maaf Ayah tidak bisa hadir menyaksikan pernikahan mu.Maaf Ayah tidak bisa memberi hadiah untuk pernikahan putri kecil Ayah..."
"Tidak apa-apa Yah.. Gaby tahu kalau Ayah masih hidup dan baik-baik saja itu sudah cukup untuk Gaby dan kesembuhan Ayah adalah Hadiah terindah untuk Gaby.Gaby janji akan terus bahagia jadi Ayah juga harus semangat untuk cepat sembuh ya.Gaby sudah sangat merindukan Ayah."
"Iya sayang..Ya sudah.. Ayah tutup dulu telepon nya.Dokter sudah menunggu Ayah..Ayah sayang Gaby..."
"Gaby juga sayang Ayah.."
tut tut tut
Ariel memejamkan matanya dan tersenyum bahagia.Dia merasa lega karena Ayahnya masih hidup dan baik-baik saja.
"Ingat..!!!Jangan menangis..!!"seru Danu
Ariel mengangguk cepat
"Apa Kakak tahu..??"
"Iya..!!! Kakak tahu beberapa hari setelah kecelakaan itu.Waktu itu Kakak sudah kembali ke kota Z.Dan Azlan menghubungi Kakak untuk menemuinya di Rumah Sakit."
"Saat itu dia menceritakan semuanya.Dia meminta maaf karena merahasiakan hal itu pada Kakak.Tapi kakak mengerti kenapa Azlan melakukan semua itu tanpa sepengetahuan kita.Dia terpaksa meminta Media menyebar berita kematian Ayah agar musuh kita mengira kalau Ayah berhasil mereka singkirkan.Jika mereka tahu Ayah masih hidup, pasti mereka akan mencoba membunuh Ayah lagi."
"Jadi...!! Jangan marah dengan apa yang telah dilakukan Azlan.Dia melakukan nya juga penuh perhitungan.Dan semua demi kebaikan kita.Kamu paham kan..??"
Ariel mengangguk paham.
__ADS_1
"Terimakasih Tuhan.. Terimakasih Kak Alan...!!!"