
"Ada apa Dad..??Kenapa kau terlihat cemas,,Apa yang kau pikir kan..??"Alex sedari tadi memperhatikan Ayah nya .Sejak Ayah nya datang ke Apartemen nya,,Daniel hanya diam dan terlihat memikirkan sesuatu.
"Daddy hanya berfikir Apa Rendy benar-benar bisa di percaya.."
Alex beranjak dari kursi kerja nya menghampiri Ayah nya yang duduk di sofa.."Kenapa tiba-tiba Daddy berfikir seperti itu..??Apa yang membuat Daddy ragu..??"
"Entahlah nak..Daddy merasa kalau pria itu bukan orang biasa..Daddy takut dia __
"Daddy..Tenang lah.."Alex menggenggam kedua tangan Ayah nya.
"Aku yakin dia bisa di andalkan.Dan jika firasat Daddy ini benar maka Aku orang pertama yang akan menghabisi nya.."Ucap Alex meyakin kan Ayah nya.
"Baik lah Nak.Daddy percaya pada mu.."Daniel menepuk bahu pria itu..
drrrttt drrrttt
Ponsel Alex yang berada di atas meja kerja nya berbunyi..
Alex mengambil ponsel nya dan meihat pesan yang baru saja masuk..
"Pesan Video..??"gumam Alex mengerutkan kening nya.
Alex terkejut saat memutar video yang di kirim oleh Rendy..Dia menggertakkan rahang nya saat tau ada orang yang mencoba berkhianat pada nya..
"Dasar Ja**** sialan..!!!Bre*****..!!"umpat Alex
"Hei..Ada apa Lex..Kenapa tiba-tiba kau marah.."Daniel mendekati Alex
"Daddy lihat sendiri.."Alex menyerahkan ponsel nya pada Ayah nya..
Daniel membulatkan mata nya.."Bagaimana ini bisa terjadi...?"
Alex menggelengkan kepala nya.."Entahlah Dad..Tapi aku tidak akan mrmbiarkan itu terjadi.."
"Tapi apa benar wanita itu mengkhianati kita..Apa video itu bukan rekayasa..Dari mana Rendy mendapat kan video itu..??"berondong pertanyaan Daniel yang membuat dia penasaran.
"Dia pasti mendapatkan Video itu dari Cctv yang ada di ruangan itu.Saat kita ke sana,Aku sudah menanyakan tentang cctv itu dan meminta nya mematikan Cctv saat kita berkunjung kesana.."
"Bagaimana kau bisa seceroboh itu Lex..??Bagaimana jika dia membohongi kita..??!"
"Tenanglah Dad.Aku juga tidak seceroboh itu bisa di bodohi oleh nya.Aku langsung mengecek sendiri Cctv itu .Apakah pertemuan kita terrekam atau tidak.Jadi Daddy jangan khawatir.Yang harus kita pikirkan adalah Ja**** sialan itu.Apa yang harus kita lakukan pada nya.."
"Kita biarkan saja dia melakukan rencana nya.Kita akan mengikuti sedikit permainan nya.Dan setelah di merasa puas,,maka kita akan merebut semua nya dari nya.."Seringai Daniel
"Ya ..Daddy benar...Kita biarkan ja**** itu berada diatas awan dulu baru kita hempaskan kan dia sehancur-hancur nya..."Alex tertawa terbahak membayangkan wajah wanita itu nanti nya.Pengkhianat harus dilenyapkan.
****
Di gedung pencakar langit ARP Group siang itu,,Jessi lagi-lagi datang menemui Rendy..Setelah pria itu mengabaikan nya pagi tadi,,sekarang diri nya bertekad mendapat perhatian pria itu..
__ADS_1
"Siang menjelang sore Honey.."sapa Jessi saat masuk kedalam ruangan Azlan..
Rendy yang sedari tadi fokus pada dokumen di depan nya mendongak kan kepala nya tegak melihat sumber suara yang baru saja membuka pintu.
Jessi melenggak lenggok kan tubuh nya mendekati Rendy dan duduk di pangkuan pria itu..
"Bagaimana jalan-jalan nya..Apa menyenangkan..??"tanya Jessi dengan nada merajuk.Dia kesal karena Rendy mengabaikan nya dan memilih mengawal Azlan pergi jalan-jalan..
"Apa kau marah Nona..??"Tangan nakal Rendy mulai mengusap-usap pa** mulus wanita itu..
"Aku sakit hati karena kau abaikan Ren.."Ucap Jessi membelai dada bidang pria itu yang terhalang kemeja kerja.
Jessi membuka satu persatu kancing kemeja Rendy tapi tangan nya di tahan oleh pria itu.."Jangan sekarang Nona..Saya masih harus mengerjakan pekerjaan saya..Ini sungguh melelahkan.Apa lagi Saya masih harus mempelajari dokumen kerja sama dengan Tuan Daniel Mahardika.."
"Daniel Mahardika..Ayah nya Alex..??"Tanya Jessi terkejut
Rendy mengerutkan kening nya."Ayah..???"
"Ehmm..Ma-maksud ku Tuan Daniel Mahardika rekan kerja Alex yang sudah dianggap Ayah nya sendiri.."ucap Jessi terbata..
Rendy hanya beroh ria mendengar penjelasan Jessi.
"Bolehkah aku melihat dokumen itu Honey.."pinta Jessi dengan nada sensual..
"Tapi Nona..__
"Ba-baik lah.."Rendy mengambil dokumen kerjasama dari Daniel yang dia simpan di laci meja nya.Dan menyerahkan nya pada Jessi.
"Ini Nona.."
Jessi nampak serius membaca dokumen itu.Tidak ada yang mencurigakan.Dia membuka tiap lembar dokumen itu hingga tidak sengaja menjatuhkan selembar berkas ke lantai.
Jessi turun dari pangkuan Rendy dan mengambil berkas itu.
Jessi nampak melebarkan mata nya saat membaca berkas itu..
"Apa maksud nya ini Ren..??!Apa mereka bermaksud menguasai harta pramudya..??Dan kamu.__
Rendy buru-buru merebut berkas itu dari Jessi.."I-ini tidak seperti yang Nona pikir kan.."
Jessi memicingkan mata nya curiga.."Apa yang sebenar nya kalian rencana kan..??"
"Nona__
Ucapan Rendy terhenti saat Jessi mengangkat telapak tangan nya di depan Rendy.
"Katakan..Atau kita tidak akan bersenang-senang lagi.."ancam Jessi..
"Tapi Nona.__
__ADS_1
Rendy menelan saliva nya kasar melihat tatapan mata Jessi yang tajam..
"Baiklah..Tapi jangan bilang siapa-siapa kalau Saya yang memberitahu Nona.."
Jessi menganggukkan kepalanya dan tersenyum saat Rendy takut karena ancaman nya.Sedang Rendy tampak menghela nafasnya.
"Tuan Alex meminta saya agar Tuan Muda Pramudya menandatangani pengalihan Aset berharga milik Tuan Muda untuk menjadi milik Tuan Alex.Dan saya akan di beri perusahaan Ini sebagai bagian saya.."
"Apa kau menyetujui nya..??"
"Mau bagaimana lagi Nona...Saya sudah lelah menjadi kacung Tuan Azlan.Jadi saya terima saja tawaran Tuan Alex."
"Lagi pula jika saya menjadi pemimpin yang baru di perusahaan ini,,Saya tidak akan lelah lagi.Saya tinggal meminta Asisten saya bekerja dan kita bersenang-senang.."Lanjut Rendy seraya menarik pinggang Jessi agar merapat padanya..
Kini tangan nya sudah bergerilya di balik gaun mini Jessi.Membuat Wanita itu mendesah..
"Stop Ren..Kamu bilang jangan di sini.."Jessi menahan tangan usil Rendy..
"Maaf Nona..Tiba-tiba saja saya tidak tahan.Coba liat..Adik saya sudah merasa sesak di dalam sana.."Ucap Rendy menarik tangan Jessi untuk menyentuh adik kecil nya..
"Aku akan menidurkan nya.Tapi Nanti.Sekarang kamu harus melakukan apa yang saya ingin kan.."
"Apa itu Nona...??"
"Kamu buat duplikat berkas itu dan ubah sedikit isi nya..Ganti pemilik Semua Aset itu dengan Nama ku..Bagaimana..?"
"Tapi Nona Bagaimana jika nanti Tuan Alex tau..Saya bisa di bunuh Nona.."
"Kamu tenang saja.Kamu hanya harus mengganti nama nya saja.Urusan yang lain biar aku yang urus..Okey sayang.."
Rendy tampak befikir.Tapi kemudian ucapan Jessika langsung disanggupi oleh pria itu
"Jika kamu sudah mengganti nya aku akan langsung memberikan servis terbaik ku..Bagaimana Honey..??"
"Oke Nona..Akan saya lakukan.."
"Good.Kalau begitu.Sampai jumpa lagi besok sayang."Cup..Jessi mencium pipi Rendy dan pergi dari ruangan itu.
Saat Jessi sudah tidak terlihat lagi,,Rendy melihat Rekaman Cctv di ruangan itu dan mengirimkan nya pada Alex..
"*Jadi apa yang harus Saya lakukan Tuan.."
drrrrtt drrrrtt*
Ponsel Rendy berbunyi .Dia membuka pesan balasan dari Alex..
"Lakukan sesuai apa yang di inginkan wanita itu.Aku juga punya kejutan menarik untuknya nanti nya"
Dia menaikkan sudut bibirnya.."Kena kalian.."
__ADS_1