
"Jawab Ayah.Anak Siapa yang ada di kandungan mu itu VAMILA VANESSA PUTRI HARTANTO.."bentak Hartanto
Deg
Mia menggenggam erat selimutnya takut akan kemarahan Ayah nya.
Jika Ayah nya sudah menyebut nama lengkap nya,,Itu arti nya Ayah nya benar-benar murka.
"Kenapa kau diam Mia.Jawab Ayah..!!!"bentak Hartanto
"Ma-maaf kan Mia Ayah..hiks hiks.."
"Apa ini yang kau maksud mandiri dan tidak ingin bergantung pada orang tua.. Mia..??Kau tidak hanya mencoreng nama baik keluarga kita tapi kau sudah membuat Ayah kecewa."
Mia hanya terisak tidak berani menatap dan menjawab Ayah nya.
"Katakan siap Pria itu.Dia harus bertanggung jawab.Jika dia tidak mau maka dengan terpaksa Ayah akan menikahkan mu dengan pria lain.."
Mia mendongakkan kepalanya.Dia menggelengkan kepala nya menolak ucapan ayah nya.
"Gak..Mia gak mau Yah.."
"Kalau begitu cepet katakan siapa pria itu..??"Mia menatap ibu nya yang juga menangis.Dan beralih pada Ayah nya yang tampak marah dan terakhir Rendy yang sedari tadi hanya diam.
"Mia tidak bisa bilang siapa dia.Tapi dia sudah berjanji jika pekerjaan nya selesai,Dia akan datang untuk melamar Mia.."
"Apa dia tidak sedang membohongi mu Nak.."tanya isna yang terus mengelus rambut Anak nya seolah memberi kekutan pada anak nya untuk tegar.
Mia menggelengkan kepalanya."Aku yakin Dia tidak membohongiku bu.Aku percaya pada nya.."
"Baik kalau begitu.Ayah akan tunggu Pria itu datang.Tapi jika dia tidak datang juga Ayah terpaksa menikahkan mu dengan pria lain.Dan satu lagi.Mulai sekarang.Kau tinggal di rumah saja.Ayah tidak lagi mengijinkan mu menempati kos an putri itu lagi.Dan untuk sementara kau cuti kuliah dulu sampai pria itu datang dan menikahimu.."Hartanto segera keluar dari ruangan Mia setelah nya diikuti Rendy.
Mia masih terisak di pelukan Ibunya.."Sabar sayang.Semua ini juga untuk kebaikan mu..Semoga saja pria itu menepati janjinya padamu"
"Ibu..hiks hiks..."
***
Pagi menjelang.Sinar matahari memasuki kamar tempat Ariel berbaring melalui celah jendela.Membuat Ariel mengerjapkan mata nya karena silau.
"Gue dimana.."Ariel memegang handuk kecil yang berada di kening nya.Mungkin seseorang mengompres nya semalam.
__ADS_1
Dia mengedarkan pandangan nya.Dia berada di kamar yang begitu asing.Hingga dia teringat kejadian semalam.Apa jangan-jangan Dia masih berada di tempat yang sama dengan pria Bre***** itu.
Ariel segera bangun walau kepalanya masih pusing Dia melihat baju nya yang berbeda dengan baju nya kemarin..
"Apa yang terjadi??Siapa yang ganti baju gue .??"
"Kamu sudah Sadar..??"
Ariel menoleh kearah jendela tempat suara itu berasal."Kak Alan.."lirih Ariel.
Azlan menoleh dan tersenyum.."Iya..Ini aku.."
Ariel turun dari tempat tidur dan berlari kearah Azlan..
Hug
Ariel memeluk erat Azlan yang duduk di kursi roda.."Maafin Gaby kak..Maaf.."
"Hei.Kamu kenapa By..Kenapa minta maaf.."
"Aku..Aku sudah___
"Ssstt..Jangan diteruskan.Aku tau semua nya.Untung nya Danu dan yang lain tiba tepat waktu."
Ariel duduk di pangkuan Azlan dan memeluk nya erat.Dia lagi-lagi terisak saat mengingat kejadian semalam.
"Maafin Aku Kak..Pria itu..__
"Sudah jangan di bahas dulu.Yang terpenting adalah kamu baik-baik saja..Dan mulai hari ini.Kamu harus patuh dengan apa yang kakak ucap kan.Tidak ada penolakan.Kakak gak mau kejadian seperti ini terulang lagi.Maaf By.Tapi semua ini demi kebaikan mu."
Ariel menganggukkan kepalanya."Iya kak..Terima kasih"
"Ehmm.."
Ariel melepaskan pelukan nya dan menoleh kearah pintu..
"Kak Danu..!!"Teriak Ariel.Dia melompat dari pangkuan Azlan dan berlari memeluk kakak nya..
"Ariel seneng banget kakak disini.."girang Ariel
"Tentu saja kakak di sini.Ini kan rumah Kakak.."
__ADS_1
"Rumah Kakak..??"tanya Ariel bingung
"Rumah Dinas maksud nya.Bagaimana keadaanmu Sayang. "
"Ariel baik-baik saja Kak.Terima kasih sudah menyelamatkan Ariel."
"Kau masih saja seperti dulu..Ceroboh.."
"Maaf.."cicit Ariel.
"Ya sudah..Lebih baik kita makan sekarang.Kakak sudah memasak makanan kesukaan mu.."ajak Danu
"Benar kah..??"mata Ariel ber binar membayang kan makanan kesukaan nya.
Danu menganggukkan kepalanya..
"Ehmm..Seperti nya Aku di lupa kan.."Azlan menunduk berpura-pura sedih
Ariel tersenyum dan menghampiri Azlan.Dia mendorong kursi roda pria itu ke meja makan.
Mereka menikmati sarapan yang terlambat itu dengan nikmat.Sesekali Ariel menyuapi Azlan di depan kakak nya.
"Hei..berhenti mengumbar kemesraan didepan ku.."sungut Danu
"Kenapa kak..??Apa kau iri..??"ledek Ariel
"Ck..lebih baik Aku menghubungi istriku tercinta.."Danu beranjak dari duduk nya berpura-pura marah
Azlan dan Ariel terkikik mendengar gerutuan Danu.
"O iya Kak..Bagaimana dengan Mia..Apa dia baik-baik saja..?"
"Teman mu itu baik-baik saja.Sekarang Dia berada di Rumah Sakit .Seperti nya dia akan kembali ke keluarga nya dan akan cuti kuliah.."terang Azlan.
"Cuti kuliah. ??"
"emm.Mungkin kejadian ini membuat nya syok.Apa lagi dia mengalami kekerasan dan hampir saja terbunuh.Setidak nya itu yang di katakan Rendy.."
Ariel menundukan kepalanya.."Semua yang berada di dekatku pasti terluka.."
"Sstttt..Apa yang kau kata kan.Semua itu bersumber dari ku.Jadi kalaupun ada yang harus di salahkan maka itu adalah diriku.."
__ADS_1
"Tidak Kak semua bukan salah mu..ini semua__
"Berhenti menyalah kan dirimu.."Azlan membawa Ariel dalam pelukan nya.."Semua akan baik-baik saja.Percaya lah.."