Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Azriel Reygan Pramudya


__ADS_3

Azlan membawa Ariel yang kesakitan ke rumah sakit. Dia berteriak memanggil dokter untuk menolong istrinya. Dan tak berapa lama, suster datang dengan mendorong sebuah brankar.


Azlan langsung membaringkan Ariel di brankar dan ikut suster yang mendorong brankar Ariel ke ruang bersalin.


"Sakit kak..!!" rintih Ariel


"Sabar sayang. Kau harus kuat!! Demi anak kita, demi aku juga." Azlan tidak tega melihat istrinya yang kesakitan. Tapi dia terus memberinya semangat karena Ariel ingin merasakan perjuangan melahirkan secara normal.


Ariel di bawa ke ruang bersalin dan tidak berapa lama, Hana datang. " Han, tolong Ariel!! dia kesakitan." seru Azlan khawatir


"Tenang dulu Tuan, Aku akan berusaha. Sebaiknya kau ikut kedalam dan memberinya semangat."


"Aku?" seru Azlan menunjuk dirinya sendiri


"Ya.. Anda suaminya, bukan? Jadi silahkan masuk!! Anda bisa memberikan semangat untuk Nyonya muda."


Azlan menelan Saliva nya kasar. Bukan dia tidak mau masuk. Tapi dia tidak tega mendengar Ariel yang berteriak kesakitan.


"Kenapa Anda diam? Ayo kita masuk!!" dokter Hana menarik Azlan masuk ke ruang bersalin. Di sana, Ariel kesakitan sambil mengusap perutnya. Dia bahkan berteriak kencang saat terjadi kontraksi.


Dokter Hana memeriksa Ariel dan ternyata masih pembukaan 4. Masih lumayan lama untuk sampai pembukaan sempurna. Jadi dia meminta Suster untuk menyiapkan peralatan yang diperlukan.


Azlan masih diam mematung di dekat pintu. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Semua orang mulai sibuk dan Ariel terus berteriak kesakitan.


"Kak..!!!" panggil Ariel yang terlihat lemas. Azlan mendekat dan menggenggam tangan Ariel.


"Sayang, Aku tidak tega melihat mu kesakitan. Kita operasi saja ya!!!"


"Aku tidak mau Kak. Aku ingin merasakan perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya."

__ADS_1


Azlan terharu mendengar keinginan mulia istrinya. Dia mencium tangan Ariel dan memberi semangat untuknya. Tapi tiba-tiba, Ariel kembali teriak saat mengalami kontraksi. Azlan panik, dia bingung harus berbuat apa.


"Han...!!!"


"Tenanglah!!! Itu sudah biasa untuk ibu yang melahirkan normal. Tidak perlu khawatir." seru Hana menenangkan. Dia kembali memeriksa dan sudah hampir pembukaan sempurna.


Dokter Hana meminta Suster untuk bersiap karena sebentar lagi, bayi Ariel akan segera lahir.


"Ok.. sudah saatnya. Nyonya, dengarkan aku!! Ikuti aba-aba dari ku karena sebentar lagi bayi kalian akan lahir" seru Dokter Hana.


Azlan menggenggam erat tangan Ariel dan menyeka keringat yang menetes di pelipis istrinya.


"Ambil nafas dalam !! hembuskan !! Ambil nafas lagi dan dorong!!"


Ariel mengejan keras dan sesekali mengambil nafas terengah-engah. Dia kembali mengikuti aba-aba dari dokter Hana. Hingga akhirnya tak berapa lama anak mereka lahir ke dunia.


"Baby boy ... Selamat Tuan Azlan, Nyonya Ariel." seru dokter Hana. Dia menyerahkan bayi Ariel pada suster untuk di bersihkan. Sedangkan dirinya memberikan penanganan terakhir pada Ariel.


"Terimakasih sayang. Terimakasih.. Aku mencintaimu.. Sangat mencintaimu." Azlan menciumi wajah Ariel yang penuh dengan peluh. Terakhir dia mendaratkan bibirnya di bibir Ariel. Dan hal itu membuat dokter Hana malu melihatnya.


"Dasar tidak tahu tempat." gerutu Hana dalam hati .


Kini Ariel sudah selesai di tangani dan di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP.


Di sana, semua sudah berkumpul. Alfa dan Hendra mendapat kabar dari Lani jika Ariel akan melahirkan. Untuk itu mereka segera bergegas pergi ke rumah sakit. Mereka terus berdoa untuk keselamatan Anak dan juga cucu mereka.


"Selamat sayang, akhirnya kau menjadi seorang ibu." seru Hendra


"Terimakasih Kakek."

__ADS_1


"Ah iya.. Aku sudah menjadi kakek sekarang." kekeh Hendra


"Ck.. Kau memang sudah menjadi kakek lebih dulu daripada aku, Hen." celetuk Alfa.


"Ingat putra Danu!! Dia cucu pertama mu." sambung Alfa.


Hendra berdecak. Ucapan Alfa seolah mengatakan jika dia lebih tua daripada dari pada Alfa. Tapi memang benar, ini adalah cucu keduanya.


"Permisi Tuan, nyonya!! Saya membawa Baby nyonya Ariel." seru suster yang masuk menggendong bayi mungil


"Berikan pada ku dok!!" seru Alfa


"Tidak!! Tapi padaku saja!!" Hendra tidak mau kalah. Itu cucu yang dilahirkan oleh Ariel. Jadi dia yang lebih berhak lebih dulu menggendong putra Ariel.


"Eh...." Suster terlihat bingung. Akhirnya Azlan mengambil Baby boy dari gendongan Suster.


"Berikan padaku!!" seru Azlan.


Alfa dan Hendra berdecak karena Azlan mengambil kesempatan saat mereka bertengkar. Tapi tidak apa-apa, karena setelah ini mereka yang akan menggendong cucu mereka.


"Aku mau lihat kak!!" pinta Ariel. Azlan mendekat dan duduk di tepi brankar Ariel.


"Lihat!! Dia tampan seperti ku" seru Azlan.


"Iya.. Dia sangat mirip dengan mu."


"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk putra kalian?" tanya Alfa yang di jawab anggukan oleh Azlan.


"Aku memberi nama putra ku, Azriel Reygan Pramudya." seru Azlan.

__ADS_1


"Nama yang bagus." celetuk kedua kakek tersebut.


__ADS_2