
Hari menjelang malam.Alfa mengundang semua orang untuk makan malam di Rumah nya sebagai ucapan terimakasih karena telah membantu putra nya melewati masa-masa sulit nya.
Semua sudah hadir.Tak terkecuali Alex, Leonard, Jessica dan Baron.
Alfa berdiri dari tempat duduknya."Sebelum nya terima kasih telah menghadiri undangan makan malam di Rumah ini Saya mewakili keluarga saya mengucapkan banyak terimakasih karena kalian semua selalu ada di samping putra ku dan membantu nya sampai akhir. Terima kasih... Terima kasih.."Alfa tergugu tidak sanggup lagi berbicara.
Azlan berdiri dan memeluk Ayahnya.."Ayah... Sudah lah..Semua sudah berakhir..Kita mau makan tapi Ayah malah membuat kami sedih ."gerutu Azlan
Alfa mengusap air matanya dan tersenyum.."Maaf telah merusak suasana.. Silahkan di nikmati hidangan nya.."
Mereka begitu menikmati hidangan yang disajikan.Tidak ada sepatah katapun yang keluar saat mereka menyantap makanan.
Acara makan malam selesai.Kini mereka berkumpul di ruang keluarga.Mereka bercanda bersama.
Tapi tiba-tiba semua diam saat Alex mulai bicara serius pada mereka.
"Tuan Alfa ada yang ingin kami sampai kan.."Semua mata menatap Alex..
"Sebelum nya kami mengucapkan banyak terimakasih karena kalian mau memaafkan kesalahan kami.Kami benar-benar menyesal.Bahkan Kami siap jika kalian mau menghukum kami.Tapi kalian dengan mudah nya memaafkan kami dan menerima kami menjadi bagian dari kalian.Tapi kami merasa tidak pantas menerima semua ini.."Alex menghela nafasnya dan melanjutkan ucapannya..
"Kami sudah memutuskan untuk kembali ke Spanyol.Dan kami akan memperbaiki semuanya dan mengembalikan perusahaan yang sempat kami ambil alih.Sekali lagi maaf kan kami.."Alex berdiri dan membungkuk hormat pada semua orang disana.
Leonard dan Jessica juga ikut meminta maaf..
Melihat mereka yang benar-benar menyesal dan tulus meminta maaf, Alfa berdiri dan menepuk pundak Alex..
"Kau memang bersalah tapi kau hanya korban keegoisan orang tua mu.."Alfa melirik Leonard yang menunduk dalam.
"Tapi kalian juga sudah membantu Azlan sampai akhir.Aku rasa itu cukup membuktikan kalian benar-benar menyesal."
"Jika itu keputusan kalian Aku tidak bisa mencegah kalian.Tapi Aku ingin kalian melakukan satu hal untuk ku."lanjut Alfa
"Apa pun itu Tuan.Kami pasti akan melakukan nya.."seru Leonard
"Kembangkan perusahaan yang ada di Spanyol.Kelola dengan baik.Dan aku tidak ingin kalian mengembalikan nya.Anggap saja itu hadiah dari kami sebagai ucapan terimakasih."
"Tapi Tuan...Kami merasa tidak pantas menerima nya..."
"Aku tidak menerima penolakan.Dan Aku rasa Putra ku tidak keberatan.."Alfa menengok Azlan yang tersenyum dan mengangguk pelan..
Azlan berdiri dan memeluk Alex.."Hidup lah dengan baik di sana.Dan jangan pernah menyalahkan diri mu.Aku juga berterima kasih pada mu.."Alex membalas pelukan Azlan dan terus mengucapkan terima kasih.
"Sudah-sudah.. Ini sudah malam.Kalian beristirahat lah.Pelayan sudah menyiapkan kamar untuk kalian..Aku permisi dulu.."Alfa meninggal kan ruang keluarga.
Danu menghampiri Alex dan menepuk pundaknya.."Jangan sia-sia kan kesempatan ini.Dan perbaikan lah hidup mu.Pasti kebahagiaan itu akan menghampiri orang-orang baik ."
"Terimakasih Dan.Maaf untuk Ayahmu.."Alex menunduk dalam.
__ADS_1
"Sudah lah..Itu semua sudah takdir.Dari Awal keluarga kami memang dalam bahaya.Kalaupun kau tidak melakukan nya, pasti akan ada orang lain yang melakukan nya.Kami sudah mengikhlaskan nya.."
Ariel yang mendengar ucapan Kakak nya memalingkan wajahnya dan menyeka air matanya.
Jessica yang tau kesedihan Ariel mengelus pelan punggung gadis itu.
*
*
*
*
*
*
*
Pagi yang cerah.Semua kembali Melakukan aktivitas mereka seperti biasa.
Semua sudah berkumpul di meja makan dan menikmati sarapan yang sudah di sediakan oleh pelayan.
Setelah itu Aditya pamit pada yang lain karena harus ke rumah sakit segera.Danu juga harus kembali bertugas.
Baron kini bergabung dengan Nino dan yang lain.Mereka mudah sekali akrab.Walau Baron terlihat dingin dan menyeramkan tapi ternyata pria itu juga mempunyai sisi konyol juga.
Setelah semua sudah siap.Jessica mencari Rendy karena ada hal yang ingin dia bicarakan.
"Ren..."Panggil Jessica saat melihat pria itu keluar dari ruang kerja Azlan..
"Bisa kita bicara sebentar.."Rendy mengangguk dan mengikuti Jessica.
Kini mereka berada di bawah pohon di halaman luas Pramudya.
"Aku ingin mengucapkan terimakasih Pada mu.Dan maaf untuk semua kesalahanku."
"Aku sudah memaafkan Nona.Jadi jangan terlalu dipikirkan lagi."Jessi menggeleng pelan.
"Kesalahanku terlalu besar.Walau kalian sudah memaafkan ku tapi rasa bersalah itu masih ada Ren.."
Jessica melepaskan cincin berlian pemberian Azlan dan memberikan nya pada Rendy.
"Aku ingin mengembalikan ini pada mu.Dan ada hal yang ingin aku sampaikan kan."
Terlihat Jessica yang menghela nafasnya sedang Rendy hanya diam menunggu.
__ADS_1
"Aku menyukai mu Ren.."ucap nya setelah mengumpulkan keberanian nya.
"Tapi Nona...."
"Ssstttt... Diam lah dan dengarkan Aku.Aku tahu aku tidak pantas mengatakan ini.Tapi aku benar-benar menyukai mu.Aku tidak butuh jawaban mu karena aku sudah tau jawabannya..Aku hanya Ingin kau tahu.Itu saja.."Jessica tersenyum dan memegang tangan Rendy..
"Sekali lagi terimakasih.."Jessica meninggal kan Rendy tapi langkah nya terhenti saat Rendy memanggil nya.
"Tunggu Nona..."
Jessica menghapus air matanya dan membalikkan badannya.
"Maafkan aku yang tidak bisa membalas perasaan nona.Tapi kita bisa berteman bukan..Dan ini anggap saja ini tanda persahabatan kita.."Rendy memakai kan cincin itu kembali.
"Hiduplah dengan baik.Kejar kebahagiaan mu.Aku yakin akan ada laki-laki yang mau menerima mu apa adanya.Dan cobalah hilang kan kebiasaan buruk itu.."Jessica tidak bisa lagi membendung air matanya.Dia memeluk Rendy dan berulang kali mengucapkan terimakasih.
Di waktu yang sama.Ariel dan Alex sedang berada di taman.Cukup lama mereka duduk terdiam.Hingga Alex memberanikan diri membuka pembicaraan.
"Apa kau baik-baik saja..??"Tanya Alex.
"Aku baik-baik saja.."
Sunyi
"Maaf.."seru Alex
"Untuk..???
"Semua nya..Aku tau kau masih belum bisa memaafkan ku. Aku sudah melenyapkan orang yang kau cintai.Bahkan Aku merubah wajah ku hanya untuk bisa memiliki mu.Dan Ayahmu...."
"Sudah lah..Jangan ungkit lagi."potong Ariel..
"Semua sudah terjadi dan tidak akan bisa kembali.Aku Hanya minta padamu jadi lah dirimu sendiri.Yang kau lakukan selama ini bukanlah cinta.Tapi Obsesi."
"Kau terlalu terobsesi padaku hingga kau melakukan apapun untuk mendapatkan ku.Jangan lakukan hal bodoh lagi.Dan cari lah cinta yang tulus dan menerima mu apa adanya.Aku memaafkan mu.."
"Terimakasih Riel..Aku tidak akan melakukan hal bodoh lagi.Terimakasih sudah memaafkan ku.Semoga kau bahagia dengan Azlan.Dia pria yang baik.. Dengan begini aku bisa pergi dengan tenang.Aku akan mencari kebahagiaan ku dan menjadi diri ku sendiri.."Ujar Alex dengan semangat.Ariel hanya tersenyum menanggapi nya.
"Untuk terakhir kalinya.. Bolehkah aku memeluk mu.."Ariel tertegun.Tapi kemudian dia mengangguk.
Alex langsung memeluk erat Ariel dan terus mengucapkan maaf dan terima kasih.Semua pembicaraan mereka tidak luput dari Azlan yang sedari tadi bersembunyi di belakang pohon.
Semua merasa lega.Alex dan yang lain bisa pergi ke Spanyol tanpa beban.Walau rasa bersalah itu masih ada tapi mereka akan menebus dengan menjadi orang baik seperti yang mereka inginkan.
Azlan dan Ariel mengantar Alex sampai di depan pintu Saat mereka sudah masuk kedalam mobil yang akan mengantar mereka ke Bandara,, Lagi-lagi mereka mengucapkan terimakasih pada Azlan dan yang lain..
Mobil melaju meninggalkan pelataran rumah Pramudya.Semua ikut senang dan semoga mereka baik-baik saja.
__ADS_1