Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Tunggu Aku Kembali


__ADS_3

Assalamu'alaikum


Jumpa lagi nih....


Semoga terhibur yaaaa


Selamat membaca readers


Manusia tidak ada daya dan upaya selain kuasa Allah


Yang Maha Kuasa yang berhak menggerakkan segala hal yang dikehendaki-Nya.


Begitupun bagi seorang Ginara, hari-harinya hanya diisi rutinitas di dalam


ruangannya dengan meracik obat-obat yang siap untuk diambil oleh pemiliknya.


Butuh konsentrasi dan ketelitian tinggi, karena apabila ada kesalahan resep


satu saja, maka akibatnya akan sangat fatal. Bisa-bisa akan muncul konflik malpraktiksehingga


segalau apapun hatinya saat ini, ia harus bisa fokus dalam meneliti nama dan


obat apa yang tertera dalam resep itu.


Ginara mencurahkan segala keluh kesahnya pada Dzat


yang Maha membolak-balik hati manusia. Malam ini dia menjalankan ibadah sholat


malam agar hatinya lebih tenang dan damai. Setelah itu ia mencoba untuk memejamkan


matanya kembali.


Sampai malam ini, belum ada satupun yang saling


memberi kabar antara keduanya. Ginara tidak tahu kapan Aldy punya waktu luang,


jadi dia tidak berani menghubungi terlebih dahulu. Sudah tiga hari sejak


kepergian Aldy ke Inggris, namun ia masih mencoba untuk menahan dan membatasi


diri untuk tidak menanyakan kabar Aldy.


Dering telepon mengagetkan aktifitas melamun


Ginara, gadis itu segera menggeser tombol video begitu tahu nama si penelepon.


Muncullah di layarnya wajah yang selama tiga hari ini selalu menghantuinya,


namun sedetik kemudian air mata lolos dari kedua matanya.


“Hei, sayang…kenapa malah menangis…” Perubahan


wajah Aldy langsung sendu begitu melihat air mata itu, hatinya sakit


menyaksikan wajah itu. Ingin sekali ia terbang ke Indonesia dan menenangkan


gadisnya. Andai itu bisa.


“Kamu jahat” Lirih Ginara pelan.


“Iya, maaf…aku benar-benar tidak ada waktu untuk


mengabarimu, aku berusaha menyelesaikannya secepat mungkin agar bisa segera


pulang”


Ginara cemberut sambil menghapus air matanya.


“Kembalikan bibirnya sweety” Aldy menggeram kesal,


karena ia tidak bisa melakukan hal lainnya. Namun gadis itu semakin memajukan


bibirnya lebih ke arah menggoda tepatnya.


“Sweety, kamu mau aku terbang saat ini juga? Akan


aku lakukan” Kata Aldy frustasi. Gadis itu akhirnya perlahan mengkondisikan


bibirnya ke bentuk semula kemudian tersenyum sendu. Aldy menyentuh wajah Ginara

__ADS_1


di layar seolah menghapus sisa lelehan air mata gadis itu.


“Sabar ya, gak sampai lima hari aku sudah ada


bersamamu” Janjinya dengan di balas anggukan gadis itu.


“Masih lama” Rengeknya manja. Hei Gi, kemana jaim,


cuek, dingin mu itu. Siapa kamu Gi. Entahlah, saat berhadapan dengan Aldy


rasanya semua hal bertentangan dengan dirinya. Aldy tersenyum senang.


“Sudah kangen ya…” Ginara mengangguk.


“Pakai banget”


“Jangan menggodaku sweety, aku bisa saja dalam


waktu dua jam sampai di tempatmu, dan…”


“Buktikan” Kata Ginara tidak perduli. Aldy mengacak


rambutnya semakin frustasi.


“Sweety…, please”


“Pokoknya setelah urusanmu selesai kau harus cepat


kembali” Pinta Ginara yang justru seperti perintah bagi Aldy. Mendengar kalimat


Ginara membuat Aldy begitu gemas, ingin sekali ia merengkuh tubuh gadis it uke


dalam dekapannya.


“Nanti aku akan bicara pada ke dua orang tuaku”


Ucapnya tanpa menjawab kalimat Ginara. Gadis itu menaikkan alisnya heran.


“Bicara apa?” Tanyanya kemudian.


“Hmmm, aku ingin membicarakan kapan waktu


pernikahan kita…” Jelasnya. Ginara terdiam namun segera tersenyum.


bercanda ya? Jangan memikirkan yang lain dulu, segera selesaikan urusanmu dan


cepat kembali, itu sudah cukup”


“Kamu tidak ingin menikah denganku?”


“Aldy…jangan mulai ya…”


“Hmmm, aku usahakan tidak sampai tiga hari, kamu


tunggu ya, setelah sampai kita langsung menikah” Ginara mendelik terkejut.


“Kau terlihat tidak sabaran banget sih” Seru Ginara


tertawa.


“Sangat tidak sabar” Sahut Aldy serius tanpa


tertawa, membuat tawa Ginara langsung memudar.


“Kau menakutkan Al” Aldy tersenyum lembut membuat


hati Ginara berdenyut.


“Kau mau kan?” Tanya Aldy kemudian.


“Mau apa?” Ginara mengernyit heran, terdengar


******* napas Aldy yang frustasi.


“Sayang, kita baru saja membicarakannya lho…”


Jawabnya kesal.


“Banyak yang kita bicarakan Al, aku tidak mungkin

__ADS_1


mengulang satu persatu” Rajuk Ginara. Pemuda itu menghela nafas dan terlihat


sangat kesal.


“Kita akan menikah setelah aku kembali, apa kau


siap?” Ginara terdiam cukup lama sambil menatap sorot mata Aldy.


“Ehmmm, bagai…” Belum selesai ngomong sudah


langsung di potong oleh suara Aldy.


“Aku sungguh tidak ingin mendengar penolakan”


Katanya cepat dan tegas.


“Baiklah” Jawab Ginara seraya mengerucutkan


bibirnya, membuat mata Aldy melebar.


“Kau serius Nara?” Panggilan nama bagi Ginara malah


membuat gadis itu takut kalau Aldy tidak mempercayainya.


“Tentu Aldy sayang, aku tidak akan bercanda dalam


hal yang sakral seperti ini” Aldy semakin membelalak.


“Coba ulangi…” Desaknya. Ginara mengernyit lagi.


“Apa?”


“Yang barusan”


“Nggak ada, aku sudah lupa”


“Sweety….”


“Aldy sayang?” Aldy tertawa senang.


“Pertahankan panggilan itu” Perintahnya tegas.


Ginara mendengus malu.


“Baiklah, kamu bicarakan sama ke dua orang tuamu ya


perihal kita, jadi yang pasti begitu aku kembali, kita akan menikah”


“Hemmm, aku tutup ya, besok harus bangun pagi


sekali”


“Baiklah, tidurlah, jangan berpikir apa-apa, aku


akan cepat pulang” Ginara mengangguk, namun tidak ada dari mereka yang mau


menutup layarnya masing-masing.


“Tidurlah, aku akan menemanimu sampai kau tidur”


Ginara merebahkan dirinya menghadap ke samping dan meletakkan hpnya sejajar


dengan wajahnya dengan di sandarkan pada guling. Tidak ada pembicaraan, hanya


mata mereka saling menatap kuat untuk menyalurkan perasaan rindu mereka. Banyak


yang ingin mereka bicarakan, tapi tidak ada satupun yang sanggup untuk


mengutarakannya. Sampai akhirnya Ginara benar-benar terpejam karena terlelap.


Aldy mengusap wajah Ginara di layar, akhirnya setelah sekian lama ia tahan,


tetesan air itu turun juga.


“Aku juga sangat rindu my sweety, tunggulah, aku


akan segera datang padamu, love you” Dua jarinya di tempelkan pada layar tepat


pada bibir gadis itu, kemudian ia menutup panggilan.

__ADS_1


*****


To Be Continued


__ADS_2