
Sudah seminggu sejak kejadian ancaman itu. Aku, ray dan kak stella pun tidak lagi berkomunikasi. Entahlah aku tak mengerti mungkin mereka sedang sibuk atau memberi ku waktu memikirkan apa yang terjadi. Sejujurnya aku sangat syok, tak ku sangka mereka akan mengetahui rencana kami. Seharusnya itu berhasil mengingat kak stella seorang detektif berbakat. Aku curiga ada orang terdekatku yang terlibat dalam hal ini tapi aku tidak tahu siapa itu.
Akhir-akhir ini aku juga jarang bertemu sasya karna kesibukan kami berdua. Aku sangat merindukannya biasanya dia akan selalu bersikap konyol untuk menghiburku. Hari ini aku ingin berangkat ke kampus tapi hari ini hari minggu dan rasanya aku sangat bosan.
Tiba-tiba aku teringat soal kertas yang di temukan ina. Aku pun bergegas ke kamarnya dan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Kulihat ina sangat terkejut. Aku pun sadar dan mengatakan tujuanku pada ina untuk memeriksa barang-barang lyra siapa tahu aku dapat petunjuk lagi. Ina pun tersenyum dan paham maksudku.
Dia pun membantuku memeriksa barang-barang lyra. Kami periksa dengan teliti agar tidak ada satupun yang tertinggal. Tidak terasa sudah berjam-jam kami memeriksa barang-barang lyra tapi tak ada satupun yang kami dapatkan. Kulirik ina wajahnya terlihat lelah akupun menyudahi kegiatan kami. Aku bergegas ke dapur mengambil jus dan memberikannya pada ina.
"ina nanti bantu kakak ya untuk masak makan malam,sekarang kamu istirahat dulu", kataku.
" tentu kak, terima kasih jusnya",kata nya.
Satu jam berlalu aku pun dan ina mulai membuat makan malam kali ini kami membuat soto ayam. Entah kenapa aku sangat ingin memakannya padahal cukup untuk membuatnya di butuhkan waktu yang lama. Ina pun dengan sabar membantuku.
satu setengah jam kemudian kegiatan masak kami sudah selesai. Semua nya sudah tertata rapih di meja. Aku pun memanggil ayah dan ibu untuk makan malam.
__ADS_1
"wah kelihatannya lezat", kata ayah antusias
" ia ayah sungguh bahagia punya mereka berdua kita jadi bisa menikmati makanan lezat",kata ibu
Aku dan ina hanya tersenyum. Semua bahagia dan kami menghabiskan soto ayam itu tanpa tersisa.
Aku dan ina merapikan meja makan dan mulai mencuci piring. Setelah itu kami bergegas ke kamar.
"ina sebelum tidur aku ingin berbicara padamu di kamarku", kataku.
Akupun mengangguk dan menuju ke kamarku.
Sepuluh menit kemudian ina sudah ada di kamarku. Dia kelihatan gugup entah apa yang ada di pikirannya. Bisa saja dia berpikir aku akan memarahinya. Aku tersenyum melihatnya dan dia tambah gugup kulihat dia terus menunduk.
Lama-lama aku merasa bersalah, ku pegang tangannya dan ku tuntun dia duduk di kasurku.
__ADS_1
Aku jelaskan padanya bahwa dia tak perlu takut, karna aku tidak akan memarahinya. Mendengar itu dia pun tersenyum dan rasa gugupnya seketika hilang. Aku terdiam sejenak lalu ku ceritakan semua kejadian yang ku alami seminggu yang lalu. Ku ceritakan tanpa ada yang kurang. Dia pun terkejut, dia tidak menyangka ki gagal dan malah mendapat ancaman. Aku pun meminta pendapatnya tentang hal ini. Aku bingung apakah aku akan tetap mencari lyra atau berhenti saja. Jujur hatiku tidak ingin berhenti tapi aku juga tidak bisa membahayakan semua keluargaku. Sudah cukup aku kehilangan lyra aku tidak mau kehilangan lagi. Ina pun tampak berpikir dan dia menyarankan agar aku menceritakan hal ini pada semua keluarga.
Aku ragu dengan usulan ina tapi yang di katakannya memang benar. Aku tidak mungkin terus-terusan menyimpan hal ini sendirian. Aku memutuskan untuk memberi tahu semua keluarga ku. Aku memeluk ina dan berterima kasih padanya. Setelah itu kami berdua beristirahat di kamar masing-masing dan tanpa kami sadar seseorang lagi-lagi mengetahui rencana kami.
.
.
.
.
.
#happy reading
__ADS_1