Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Satu Titik Terang


__ADS_3

"Mulai sekarang jika kau ingin menemui ku,,Kau kirim saja pesan padaku.Atau kau datang ke Markas saja.Karena sekarang tidak ada tempat yang aman untuk membicarakan semua hal selain di markas Si Bos."saat ini Rendy tengah mengantar Danu ke rumah dinas nya setelah pertemuan tadi.Sedang Azlan diantar oleh Adit..


"Markas..??"Danu nampak mengerutkan kening nya.."Apa itu semacam tempat penyimpanan senjata..?"


Rendy menggelengkan kepala nya."Aku akan mengajakmu kesana sekarang.Tapi Aku tidak bisa mengajakmu berkeliling karena itu sangat membosan kan.Aku yakin kau pun juga begitu.Jadi kita berhenti didepan markas saja ya.."


"Terserah..Tapi tempat apa itu sebenar nya dan kenapa harus di sana..?"


"Kau akan tau jika kau sudah masuk ke dalam tapi tidak sekarang.Dan soal tempat pertemuan kita sekarang berpindah kesana karena Apartemen si Bos seperti nya di pasangi penyadap oleh seseorang.Tapi sayang nya tidak ada Cctv yang merekam siapa pelaku nya.Dan markas adalah tempat teraman karena tidak sembarangan orang bisa masuk kedalam .Dan kalau pun ada yang berkhianat Aku yakin mereka akan berpikir Dua kali untuk melakukan nya..."seringai Rendy


"Kalian seperti mafia saja..Tapi Kenapa kalian yakin jika ada orang lain di belakang mereka..??Jika begitu ingin tau Akan lebih mudah segera ringkus mereka dan introgasi agar mereka mengaku kan..??"


"Tidak semudah itu..Tadi nya Aku menangkap Kenzo dan anak buah nya untuk membuat mereka kehilangan sebagian kekuatan mereka tapi alat penyadap yang aku pasang di cincin wanita itu merekam rencana mereka dan menyebut kan Dia Sudah memperkuat pertahanan untuk menghancurkan keluarga Pramudya.."Rendy sempat memeriksa rekaman penyadap yang Dia pasang pada cincin Jessy


"Dia..??"


Rendy mengangguk pelan. "Sayang nya dari mereka tidak ada yang menyebut nama asli nya.Mereka hanya memanggil nya Dia.."


"Apa mungkin Dia pria yang kakek takuti..??"gumam Danu


"Maksud mu..??"


"Devil..!!Entah mengapa sampai sekarang Aku masih penasaran dengan nya.."


Rendy tertawa mendengar nya.."Hahaha...Kau akan tau nanti siapa Devil..Dan Kakek bukan takut pada nya tapi menghindari masalah dengan nya.Bagaimanapun juga Devil Adalah orang yang di sayangi kakek sama hal nya dengan kita.."


Flashback Off

__ADS_1


Danu kembali melajukan Mobil nya.Dia terus bergumam di balik kemudinya.."Aku benar-benar tidak menyangka..Pantas Dia tadi terlihat begitu menyeram kan.Dan Tawa nya seolah yang dia lakukan sangat menyenang kan.."Danu bergidik ngeri


Danu mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada Rendy..


"Aku menemukan harta karun yang pasti akan membuat kalian senang.Temui aku sekarang..Ini sangat penting.."


Danu memasukan kembali ponsel nya.Satu titik terang telah mereka Dapat kan dan Dia harap semua akan segera berakhir.


****


Ditempat lain ,,Rendy dan Azlan baru saja sampai di Rumah Utama.


"Selamat Sore Tuan Muda.."sapa Ariel


Bukan nya menjawab Azlan dan Rendy malah merapatkan kedua kaki mereka..


Ariel mengerutkan kening nya.."Kenapa mereka..?"batin Ariel


"Gue masih sayang nyawa gue..Gak siap gue hidup tanpa pencetak bangsa gue.."batin Azlan*.


"Ehm..Kenapa dengan wajah anda Sus..?tanya Rendy mengalihkan perhatian Ariel yang sedari tadi menatap mereka curiga.


"Oh ini..Tadi saya di rampok Tuan jadi tadi saya sempat berkelahi dengan perampok itu.."dusta Ariel


"Kalau begitu kau istirahat saja Sus..Biar pak Tio yang menyiapkan keperluan ku.."ucap Azlan datar


"Tapi Tuan..__"

__ADS_1


"Biar saya mengurus keperluan Tuan Muda Suster El..Anda sekarang lebih baik istirahat saja di kamar yang sudah pelayan siap kan.."ucap pak Tio yang sedari tadi berada di belakang Ariel.


"Baik lah..Saya permisi dulu Tuan Muda dan Tuan Rendy."pamit Ariel


Rendy diam-diam memperhatikan kepergian Ariel hingga ponsel nya bergetar..


Rendy menautkan kedua alis nya..


"Aku menemukan harta karun yang pasti akan membuat kalian senang.Temui aku sekarang..Ini sangat penting.."


"Ck..Bocah ini..Apa dia begitu merindukan ku?!Bukan kah baru saja kita bertemu..??Dasar..Tapi hal penting apa yang ingin dia sampaikan..??Atau jangan-jangan..."


"Bos..Saya pamit undur diri karena ada yang harus saya selesaikan.."


Azlan hanya menjawab dengan deheman.Setelah Rendy berlalu ,,Kursi roda Azlan di ambil alih oleh pak Tio.


"Sekarang saya akan membantu anda membersihkan diri Tuan Muda.."Pak Tio mendorong kursi roda Azlan ke kamar pria itu dan menyiap kan air untuk mandi.


Azlan berjalan menggunakan tongkat untuk ke kamar mandi.Dia sudah biasa dan hafal letak kamar mandi dan tentu saja karena di bantu oleh Ariel.


Selesai mandi,,Azlan memakai baju yang sudah di siapkan oleh pak Tio.Dia meraba-raba tempat tidur nya karena biasa nya Ariel meletakkan nya di pinggiran tempat tidur.


"Pak Tio keluar saja.Saya ingin istirahat sebentar.Bangun kan saya saat makan malam nanti.."


"Baik Tuan muda. "Pak Tio membuka pintu dan menutup nya .Tapi dia tidak keluar dari sana.Dia masih mengamati Tuan nya yang meraba-raba sisi Ranjang dan mulai merebahkan tubuh nya.Dia melepaskan kaca mata nya menatap kosong pada langit-langit di kamar nya.Tak berapa lama mata Pria itu terpejam dan terdengar dengkuran halus dari pria itu.


Pak Tio membuka perlahan pintu kamar Tuan nya dan keluar dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

__ADS_1


Setelah terdengar samar pintu tertutup,Azlan membuka kembali mata nya.Entah kenapa mata nya tiba-tiba terasa panas hingga air mata nya jatuh begitu saja..


"Gue Harap semua itu tidak benar.."


__ADS_2