Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Sang Pengkhianat 2


__ADS_3

Azlan dan yang lain merasa lega karena bisa keluar dengan selamat dari ledakan itu.Daniel dan Jessica sampai menangis karena mereka masih diberi kesempatan untuk hidup.Sedangkan Alex tak henti-hentinya mengucap syukur.


"Wah ini benar-benar menegang kan.Bahkan lebih mendebarkan dibandingkan saat mengejar penjahat.."seru Danu


Rendy hanya diam mengatur nafas nya Lalu kemudian dia menghubungi Nino yang ternyata sudah keluar dengan selamat bersama dengan yang lainnya.


Azlan pun juga bernafas lega mereka bisa selamat dari ledakan itu.Karena semua ini diluar perkiraan nya.


Dia tidak menyangka Dewa bisa berbuat nekad dengan menghancurkan rumah nya sendiri, bahkan tidak sedikit anak buah nya yang terkubur hidup-hidup karena ledakan itu.


"Sekarang bisa kalian jelas kan pada ku apa yang sebenarnya terjadi,,??"tanya Azlan


"Ternyata Baron adalah anak Tuan Adinata yang menghilang Bos.Dia diperdaya oleh Dewa untuk melawan kita.Tapi syukur lah kami sudah menjelaskan semua pada nya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga nya. "terang Rendy


"Ya,, Aku yakin sekarang Pria itu sudah menghabisi baji**** itu di suatu tempat.."sambung Danu.


"Tapi Aku rasa tidak semudah itu.."sangkal Alex


"Apa maksudmu..??"Danu menatap mantan teman nya itu dengan sinis


"Kalian melupakan Rumah Utama.Disana masih ada anak buah Dewa.Bukankah tadi Dewa bilang begitu Lan.. "


"Kau benar.Dewa bilang jika ada anak buah nya di dalam rumah utama.Aku yakin Baron membawa Dewa kesana.."


"Kalau begitu ayo kita kesana.."ajak Jessica


"Ariel..."gumam Danu


"Akhhh sial.. Seharusnya aku tidak mengantar nya pulang tadi.."Danu segera berlari menaiki mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat itu.


Azlan yang juga menyadari nya ikut berlari menaiki mobil nya bersama Rendy dan juga Jessica.


Sedang Alex dan Daniel ikut mobil Danu.


"Kenapa kau yakin jika Baron membawa Dewa kesana nak..??"tanya Daniel pada Alex


"Dad.. Baron sudah sadar kalau dia hanya dimanfaatkan oleh Dewa.Buktinya Dia menyelamatkan kita.Aku yakin Dia tidak akan gegabah karena dia tahu rencana Dewa selanjutnya.Bukankah Dewa bilang membutuhkan sidik jari Azlan untuk membuka kode ruang tempat penyimpanan data penting kekayaan keluarga Pramudya.Tapi kenapa Dewa malah berniat mengubur hidup-hidup Azlan dalam ledakan itu ?? Artinya Dewa memiliki rencana lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan nya."


"Dan lagi jika Baron berniat menghabisi Dewa,pasti Baron sudah melakukan nya tadi karena bagaimanapun posisi Dewa saat itu tidak bisa berbuat apa-apa.Harusnya saat itu juga Baron bisa menghabisi nya langsung tanpa ragu tapi dia memilih memainkan peran nya untuk menyelamatkan Dewa.Dengan kata lain Baron tau rencana Dewa atau Baron ingin melindungi seseorang yang masih ada di tangan Dewa.Sebenarnya banyak kemungkinan terjadi tapi itu hanya pemikiran ku saja."lanjut Alex

__ADS_1


Mereka terdiam mencerna ucapan Alex.Memang besar kemungkinan apa yang dikatakan Alex benar adanya.


"Dan harus kalian ingat.Dewa tidak lemah seperti yang kita lihat.Tapi Dia mempunyai pertahanan yang kuat dan jangan lupa Dewa itu sangat licik dan mempunyai begitu banyak cara untuk mencapai tujuan nya.."sambung Daniel


"Tidak ada waktu lagi untuk berfikir.Yang pasti kita harus segera kesana untuk menyelamatkan Ariel dan yang lain.."seru Danu


Walau dia terlihat tenang tapi nyatanya hatinya sangat mengkhawatirkan adiknya.


"Kakak harap kamu baik-baik saja Riel.. Bertahan lah.Tunggu kakak.."


*


*


*


*


*


Ditempat yang lain diwaktu yang sama, Baron dan Dewa telah sampai di rumah utama Pramudya.


Terlihat pemandangan yang tidak biasa.Dimana semua pelayan duduk dilantai dengan tangan terikat kebelakang.


Begitu juga dengan Ariel.Dia menatap tajam Dewa dan Baron yang baru saja datang.


"Kau sudah datang rupanya,, Kenapa lama sekali??Apa begitu sulit menghadapi si buta itu??"tanya pak Tio yang melihat kedatangan Dewa.


Dewa berdecak mendengar ocehan pak Tio.Bukan nya menjawab,Dewa malah menanyakan keadaan di sana."Bagamana keadaan di sini,,Apa Kau sudah tau cara membuka ruangan itu??"


Pak Tio mengerutkan keningnya melihat wajah Dewa yang lebam."Apa Dia berhasil memukulmu...??"ledek pak Tio


"apa kau bisa diam???!!!Aku sedang tidak berselera membahas orang yang sudah mati.."seru Dewa.


Ariel yang sedari tadi diam mendengar pembicaraan mereka mulai mencerna ucapan Dewa.


"Apa maksudmu?? siapa yang mati??"tanya pak Tio


"Si buta itu.Siapa lagi..Dan asal kau tau ternyata selama ini Dia tidak buta.Dia hanya pura-pura buta.."

__ADS_1


Ariel mendengar itu mengepalkan tangannya. "Kak Alan pura-pura buta..??Dan sekarang Dia....Gak..itu gak mungkin ..."


Dewa masih terus menghina Azlan.Tapi seolah pendengaran Ariel tuli,, telinga nya berdengung pandangan nya kosong.Dia masih tidak percaya jika Azlan meninggal.


"Tidaakkk...!!!"teriak Ariel


Dewa,pak Tio dan Baron terlonjak kaget dan menatap gadis itu..


"Tidak..itu tidak mungkin.Kau pasti bohong kan..??"Dewa mendekati Ariel yang menatap tajam diri nya dan berdiri dihadapannya.


"Bukan hanya si buta itu yang mati tapi juga teman-temannya itu.Mereka terkubur hidup-hidup di sana.. hahaha.."Dewa tertawa melihat keputus asaan gadis itu


Tapi tanpa dia duga Ariel berdiri dan mencengkeram kuat leher Dewa hingga membuat nya kehabisan nafas.


Dapat dia lihat sorot mata yang tajam penuh kebencian dan amarah Dimata gadis itu.


Dengan siaga pak Tio, Baron dan anak buah Dewa menodongkan senjata nya pada Ariel.


Tapi ada yang yang aneh.Karena Baron bukan nya mengarah kan senjata nya pada Ariel tapi pada pak Tio.


Pak Tio melihat Baron kemudian menurunkan senjata nya.Ariel yang juga menyadari dia dalam bahaya pun melepaskan cengkraman nya dengan kasar membuat Dewa mundur beberapa langkah.


Dewa terbatuk-batuk menetralkan kan nafasnya.Sedang Baron masih setia mengarah kan senjata nya pada Pak Tio..


"Baron apa yang kau lakukan?! Turun kan senjata mu..??"teriak Dewa saat melihat Baron siap menembak pak Tio.


Baron hanya tersenyum sinis kemudian mengarahkan senjatanya pada Dewa..


"Baron..!!!Apa kau sudah gila hah...??!!"bentak Dewa.


"Aku memang sudah gila karena ternyata kau yang sudah membunuh keluarga ku tapi kau juga yang menyelamatkan ku.Kenyataan yang benar-benar membuat aku gila.Bukankah Aku begitu bodoh Tuan Dewa yang terhormat.."


Dewa terdiam.Sedang anak buah Dewa sudah mengarah kan senjata nya pada Baron.


Dewa tertawa keras .."Jadi kau sudah tahu Baron.Baik lah Aku juga sebenarnya sudah lelah berpura-pura terus dihadapan mu.Jika bukan karena kau orang yang bisa diandalkan,Aku sudah pasti mengirimmu ke akhirat menyusul keluarga mu.."


Baron menggenggam erat senjatanya.


"Jadi kau mengkhianati ku Baron.?? Sungguh aku tidak menyangka. "Dewa berpura-pura memasang wajah sedih.Tapi tidak dengan Baron.Dia hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Harusnya kau bisa lebih pandai dalam situasi seperti ini Tuan.Ingat ancaman itu bukan datang dari musuh.Tapi dari orang dalam."ucap Baron sambil melirik ke arah Pak Tio..


__ADS_2