
Sesuai saran Adit, Azlan membawa Ariel ke rumah sakit dan menemui Hana.
"Kenapa kita kesini Kak? Siapa yang sakit?" tanya Ariel.
"Gak ada yang sakit By. Kita kesini untuk ketemu Hana." seru Azlan.
Ariel mengerutkan keningnya. "Hana? Hana siapa?"
"Dia dokter kandungan di rumah sakit ini."
Ariel membulatkan kedua matanya. Pikiran nya sudah kemana-mana. "Apa? dokter kandungan? untuk apa kita kesini Kak? atau jangan-jangan, kakak udah hamilin wanita lain, Iya?"
Azlan dibuat panik karena suara Ariel begitu keras hingga pengunjung yang berlalu lalang menatap kearah mereka. Apalagi Ariel menangis meminta penjelasan dari nya.
"Sa_sayang.. bukan begitu maksud ku."
Ariel tidak mau mendengarkan penjelasan Azlan dan terus menangis histeris. Hal itu membuat Azlan panik. Dia mendapat tatapan tajam dari para pengunjung. Alhasil, mau tidak mau Azlan menarik Ariel masuk ke ruangan Hana.
"Hei, apa yang kau...." ucapan Hana terhenti kala melihat siapa yang masuk ke ruangan nya tanpa ijin. Dia mengerutkan keningnya melihat pakaian Azlan dan Ariel. Dia yakin mereka dari pesta pernikahan Adit. Tapi kenapa mereka kemari? dan kenapa Ariel menangis?
"Ekhm.. Tuan Azlan, apa anda tidak tahu saya sedang ada pasien?" seru dokter Hana menunjuk pasien di depannya.
__ADS_1
"Ma_maaf Han, tapi ini darurat."
"Jadi, dia wanita yang sudah kau hamili?" Ariel menunjuk pasien dengan perut membuncit yang duduk di depan Hana.
"Hei nona, apa yang kau katakan? Aku hamil dengan suami ku, bukan dengan pria yang berdiri di samping mu itu." seru wanita itu.
"Sayang, kau salah paham. Aku....
"Diam!!!!" potong Ariel.
Hana menggelengkan kepalanya. Sepertinya telah terjadi drama diantara mereka. "Nyonya cukup melakukan senam hamil dan olahraga kecil untuk mempermudah persalinan nantinya. Dan jangan lupa makan makanan bergizi dan minum vitaminnya." seru dokter Hana.
Dokter Hana mempersilahkan Azlan dan Ariel untuk duduk. Dia mulai meminta penjelasan dari keduanya. Untuk apa mereka kemari? apa sudah ada kabar baik? pikirnya.
"Begini Han, aku kemari atas saran dari Adit."
Dokter Hana mengerutkan keningnya. " Adit?"
Azlan mengangguk kan kepalanya dan mulai menceritakan keanehan yang terjadi pada Ariel. Dokter Hana mengangguk paham. Dia meminta Ariel untuk berbaring di brankar.
"Ke_ kenapa kau menyuruhku untuk berbaring?" tanya Ariel bingung.
__ADS_1
"Saya akan memeriksa anda, nyonya." Dokter Hana menyingkap baju Ariel dan memberikan gel pada perut Ariel. Dokter Hana menggerakkan transduncer di perut Ariel dan tersenyum. Ternyata perkiraan Adit benar.
Dokter Hana kembali ke kursinya sedangkan Azlan membantu Ariel untuk bangun dan kembali duduk di depan dokter Hana.
"Jadi bagaimana?"
*****
Di sepanjang perjalanan, Azlan terus memeluk Ariel. Dia mengusap perut rata Ariel dengan bibir yang mengembang. Akhirnya apa yang dia nanti kan datang juga. Seorang penerus keluarga Pramudya. Dia tidak perduli jika nanti anaknya lahir laki-laki atau perempuan. Yang terpenting adalah dia sehat, begitu juga dengan induknya.
"Apa kakak senang?" tanya Ariel.
"Pertanyaan macam apa itu? tentu saja Kakak senang, by. Akhirnya bibit unggul kakak membuahkan hasil juga. Sehat-sehat ya sayang!!" ucapnya mengusap perut Ariel.
Ariel tersenyum dan mengusap kepala Azlan. Dia bersyukur penantian mereka akhirnya terjawab. Dia sudah tidak sabar menanti malaikat kecil nya lahir ke dunia.
Sesampainya di kediaman keluarga Pramudya, Azlan mengumpulkan semua pelayan dan memerintahkan mereka untuk mengadakan acara pesta perayaan kehamilan Nona Muda mereka. Azlan juga mengundang Ayah Hendra, Danu dan Helena. Tidak lupa asisten pribadinya dan istrinya. Untuk pengantin baru, biarlah mereka menikmati malam pertama mereka dengan tenang tanpa gangguan.
Kabar gembira itu di sambut meriah oleh semua orang. Alfa bahkan memberikan bonus untuk para karyawannya dan membagikan sedekah untuk anak yatim sebagai rasa syukurnya.
Lani dan Nino, Baron dan Ayna ikut berbahagia. Rasanya mereka juga ingin merasakan hal yang sama. Mungkin setelah ini mereka akan meminta ijin pada Azlan untuk melaksanakan pernikahan mereka. Sungguh hari yang membahagiakan.
__ADS_1