Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Jangan Bercanda


__ADS_3

Azlan berjalan menelusuri setiap lorong di rumah nya.Banyak Mayat tergeletak di mana-mana.Tapi entah mengapa perasaan nya tidak enak.Dia merasa telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Azlan melihat setiap sudut tempat ia berjalan.Rumahnya sudah tidak berbentuk.Walau rumah utama masih berdiri kokoh.Tapi didalam nya benar-benar berantakan.


Untungnya bangunan itu di bangun menggunakan bahan yang berkualitas tinggi.Jika tidak sudah pasti Rumah itu sudah roboh karena terkena rentetan senjata api .


Azlan sampai di ruang keluarga yang terlihat kacau.Sangat-sangat kacau.Tidak hanya banyak mayat di sana.Tapi bau darah anyir begitu menusuk lubang penciuman.


Berbagai perabot hancur.Dinding yang retak karena tembakan dan masih banyak lagi.


Azlan melangkah kan kaki nya melewati mayat-mayat yang tergeletak di sana.Dia menghela nafasnya kasar dan melihat figura foto keluarga nya yang terpajang di dinding ruang keluarga tanpa tergores sedikit pun.


Azlan mendekati foto Kakek dan orang tua nya..


"Kenapa kalian tersenyum..??Apa kalian senang karena orang itu sudah mati??"Azlan memperhatikan foto itu.Tak terasa kedua matanya mulai memanas.


"Alan harap kalian semua tenang disana..."


"Jangan melihat ku seperti itu Kek.. Tenang saja.Alan akan membereskan kekacauan ini dan memperbaiki semua menjadi sedia kala."


Azlan terus berbicara seolah keluarga nya bisa mendengar kan nya.Hingga dia melihat Danu yang berlari tergopoh-gopoh menghampiri nya.


"Ternyata...Kau..Di sini Lan..A-ku mencari-mu ke-mana-mana.."Seru Danu terbata-bata sambil mengatur nafasnya.


"Ada apa Dan..??Apa terjadi sesuatu..??"


"A-ariel Lan..Ariel...!!!Di-dia..."


"Gaby..???Ada apa dengan Gaby Dan..? Bicara yang jelas.!!"Azlan panik saat Danu menyebut nama Gadis nya.


"A-ariel...Di..Dia.."Belum sempat Danu bicara Azlan sudah terlebih dahulu berlari meninggalkan nya.


"Lan...!!!Tunggu..!!!"


Azlan berlari ke ruang tamu .Tak perduli kakinya yang menginjak mayat ataupun benda-benda yang berserakan dilantai.


Sampai di ruang tamu.Azlan melihat ada beberapa orang yang terikat . Azlan mengira jika mereka adalah anak buah Dewa yang tersisa.


Banyak anak buah nya yang sedang diobati.Dan Dia melihat Adit,Nino dan yang lain yang menundukkan kepalanya.


Di berjalan menghampiri Adit dan menanyakan keadaan Ariel.


"Dimana Gaby Dit...??Apa yang terjadi padanya..??"Adit hanya diam dan meminta maaf.


"Jawab gue Dit. Apa yang terjadi pada Gaby...??"Azlan mencengkeram kerah baju Aditya


"Maaf Lan.Gue gak bisa menolong Ariel.Gue...."


"Jangan bercanda Loe Dit...Ini benar-benar gak lucu.."teriak Azlan.


Hingga matanya menangkap sebuah tandu yang dibawa oleh anak buah Adit.


"Berhenti..!!!!"teriak Azlan.Dia menghampiri anak buah Adit.


"Siapa yang kalian bawa..??"Bukan nya menjawab kedua anak buah Adit hanya menunduk kan kepalanya.


"Aku tanya pada kalian kenapa kalian di saja Hah....???"Bentak Azlan


"Maaf Tuan Muda.Kami harus membawa Nona ke Rumah Sakit untuk....."

__ADS_1


"Tidak...Itu tidak mungkin...Dia pasti bukan Gaby..."


Kedua anak buah Adit melihat Adit yang mengangguk pelan.Dan mereka meletakkan tandu yang mereka bawa


Azlan berlutut di dekat tandu.Dia memukul dada nya yang terasa sesak.Airmata nya sudah tidak bisa terbendung lagi.


"Ini tidak mungkin..Ini tidak benar kan...??"tanyanya dengan suara yang serak karena menangis..


Dengan perlahan Azlan membuka kain yang menutupi wajah orang yang berada di tandu itu.


Wajah cantik yang penuh dengan luka lebam.Bibir yang terlihat sangat pucat.


Azlan tersentak dan kembali memukul dada nya.


Direngkuhnya tubuh mungil itu ke dalam pelukan nya.Dia menangis meraung melihat gadis kecil nya yang tidak membuka matanya meski Dia terus memanggil nya..


"Bangun By...!!Jangan tinggalkan Kakak..Apa yang telah kamu lakukan hah..Tega sekali Kamu ninggalin Kakak...Hiks hiks hiks...Kakak bilang bangun Sayang... Bangun...!!!"


Rendy dan yang lain yang baru saja datang melihat pemandangan yang memilukan itu tak kuasa menahan air matanya.


Alex yang masih mencintai Ariel sampai berlutut tidak percaya dengan apa yang Dia lihat.


Rendy yang tidak tega melihat Azlan bermaksud menghampiri nya.Tapi langkah nya ditahan oleh Danu.Dia memicingkan matanya melihat Danu yang seperti menahan sesuatu.


Azlan masih menangis memeluk erat tubuh Ariel.Hingga terdengar suara yang membuat nya menghentikan tangisnya seketika..


"Kakak lepasin...!!Sesak...!!"rengek Ariel


Azlan melonggarkan pelukannya dan melihat Ariel yang merengut kesal.


"Ga Gaby....Kau ..Kau masih hidup..??"tanya Azlan yang masih tidak percaya.


"Ia Aku masih hidup.Apa kakak berharap jika Aku mati...??"sungut Ariel


Azlan mengeram kesal dan membentak Adit dan Danu.


"Apa kalian pikir ini lucu Hah..."bentak Azlan


"Bisa-bisa nya kalian mempermainkan ku dengan menggunakan nyawa orang lain.."


Jika tadinya mereka menunduk berpura-pura sedih sekarang mereka menunduk karena takut.


"Ini semua bukan salah mereka.Tapi aku yang meminta bantuan mereka.Lagi pula Aku tidak bermaksud berpura-pura mati.Kakak saja yang menganggap seperti itu.."seru Ariel


Kini Azlan menatap tajam Ariel.."Apa maksudmu melakukan semua ini...?!!Apa kau puas melihat ku seperti itu..??Kau puas melihat aku yang ketakutan Hah...??"


Belum sempat Ariel menjawab tapi Azlan sudah membalikkan badannya meninggal kan Ariel.


Dia kesal..Dia marah..Dia benar-benar takut hal itu terjadi..


"Bagaimana rasanya nya..!?"Azlan menghentikan langkahnya


Ariel berjalan mendekati Azlan dan berdiri di depan nya.."Bagaimana rasanya di buat mati ketakutan oleh orang yang kakak cintai..??"


"Tidak hanya sehari atau dua hari tapi berbulan-bulan Aku di selimuti rasa takut dan bersalah.Tiap malam aku menangis menyalahkan diri ku sendiri karena telah membuat kakak buta.Tapi apa....??Kakak hanya berpura-pura.."Kedua mata Ariel memanas,,dia tidak bisa membendung air matanya lagi.


"Kakak pikir bagaimana perasaan ku..Tiap hari menyalahkan diri sendiri melihat kakak yang tidak bisa berbuat apa-apa,,Dihina orang lain Apa lagi saat orang jahat itu bilang bahwa kakak dan yang lain tewas terkubur hidup-hidup..Apa kau tau bagaimana perasaan ku Hah....??"teriak Ariel.. Tubuh nya merosot ke lantai .Dia menangis tersedu-sedu.


Direngkuhnya tubuh Ariel.."Maafin Kakak by.. Maafin Kakak.. Kakak gak tau jika selama ini kamu tersiksa melihat kakak.Tapi kakak melakukan itu juga karena ingin membuat musuh kakak menampakkan dirinya..Maafin Kakak sayang.."

__ADS_1


"Gaby juga minta maaf kak..."Ariel membalas pelukan Azlan...


"Tapi ini semua salah kakak.Aku dan yang lain sama sekali tidak membohongi kakak dengan kematian..."Bela Ariel


Azlan melepaskan kan pelukannya..."Apa maksudmu..?? Jelas-jelas kalian mengerjai ku.."


"Ariel benar Lan.. Kita gak bermaksud berbohong.Kamu saja yang beranggapan Ariel meninggal.."seru Danu


"Tapi tadi Elu..."


"Apa...??!"potong Danu


"Tadi aku belum sempat selesai bicara kamu sudah lari duluan.."lanjut nya


Kini Azlan menatap Aditya..


"Gue juga gak sepenuhnya salah kali Lan...Tadi gue mau bilang kalau gue gak bisa nolong Ariel karena peralatan yang kurang lengkap.Makanya gue pengen bawa Ariel ke rumah sakit.."


Azlan menatap kedua anak Buah Aditya


"Gak usah lu salahin anak buah gue.. Mereka kan juga bilang kalau mau bawa Ariel ke rumah sakit..."terang Adit


"Lalu kenapa muka nya ditutupi..??"


"Itu Aku yang minta kak..Aku ngantuk jadi aku minta wajahku ditutupi karena aku gak mau mereka lihat wajahku yang lagi bobo syantik..hehehe..."


Azlan menghela nafasnya kasar mendengar penjelasan Ariel.


"Lain kali jangan lakukan sesuatu yang membuat kakak takut.."ucap Azlan.


"Huh..Kalian ini bikin kami jantung saja..Kalian tau..??Kalian sama sekali tidak pantas jadi artis karena akting kalian sangat jelek.."seru pak Tino


Ariel dan yang lainnya hanya terkekeh..


"Bos.. Bagaimana sekarang..??"tanya Nino..


Azlan yang tahu maksud Nino segera memerintahkan nya mengurus semua nya..


"Mereka yang masih hidup jebloskan saja ke penjara..Aku yakin mereka memiliki catatan kriminal.Laporkan mereka sesuai tindakan kriminal mereka."


"Bagi yang terluka segera bawa ke rumah sakit agar mendapat penanganan yang layak.."


"Untuk yang sudah mati,,Jika itu teman kita makamkan dengan layak dan beri santunan untuk keluarga nya.Dan jika itu musuh kita.Berikan saja pada si Belang dan Kitty.."


Ariel dan pak Tino mengerutkan keningnya mendengar nama bintang yang begitu imut di telinga mereka.


"Siapa itu Belang dan Kitty Kak..??"tanya Ariel


"Mereka hewan kesayangan ku.. Mereka sangat imut dan menggemaskan.."Rendy dan yang bergidik ngeri mendengar kata imut untuk ukuran hewan buas peliharaan Tuan Muda nya.


"Boleh aku melihatnya..??"


"Tidak..Lebih baik kau tidak usah melihat nya..Kau cukup melihat kakak saja.."


"ck.. dasar..."sungut Ariel


"Sejak kapan Tuan Muda mempunyai hewan yang lucu itu..??"bisik pak Tino pada Rendy


"Lucu..???"Sentak Rendy

__ADS_1


"Aku rasa kau harus melihat nya guru.. Agar Kau bisa membedakan mana hewan yang lucu dan mana yang mengerikan.."Rendy meninggal kan Pak Tino yang masih terlihat kebingungan.


"Apa ada yang salah..Bukankah Belang dan Kitty terdengar lucu..?? bahkan Tuan Besar belum pernah memelihara hewan unik itu..Aneh.."gumam nya


__ADS_2