
Seorang sniper yang baru saja menghujani tembakan pada Ariel dan Danu tengah membereskan senjata nya.Dia memasukkan kembali senjata nya ke dalam tas nya.Biarlah kedua orang itu lolos yang terpenting adalah Dia berhasil membungkam mulut rekan nya yang hampir saja membocorkan siapa Bos mereka.
Dengan langkah tenang seolah tidak terjadi apa-apa,pria itu turun ke lantai dasar dan menuju mobil nya yang dia parkir agak jauh dari bangunan tempat Dia membidik rekan nya.
Saat tengah membuka pintu mobil nya,,seseorang menodongkan pistol ke arah pelipis nya.
"Angkat tangan dan menyerah lah...!!Seru orang itu yang tak lain adalah Ariel.
Pria itu tersenyum sinis.Hanya seorang bocah tidak akan mungkin membuat nya takut..
Tangan pria itu bergerak cepat untuk menarik tangan Ariel dan memukul nya hingga pistol itu jatuh Dan saat pria itu akan memukul wajah nya dengan cepat Ariel menangkis nya dan membogem perut pria itu Dan membuat nya mundur beberapa langkah.
Dengan gerakan cepat Ariel membungkuk ibgin mengambil pistol nya lagi tapi pria itu lebih dulu menyerang nya dengan tendangan dan hanya di tangkis dengan tangan oleh Ariel.
Gerakan pria itu begitu cepat hingga pistol itu bergeser menjauh dari kedua nya..Ariel mundur beberapa langkah menghindari serangan pria itu.
Ariel menyeka sudut bibir nya yang mengeluarkan darah.
"Gerakan nya begitu cepat..Tapi gue gak boleh nyerah..Gue harus menang.."
Pria itu kembali menyerang Ariel.Mereka terlihat saling pukul dan menghindar hingga saat ada celah,,Ariel menendang Adik pria itu sekuat tenanga membuat pria itu meringis kesakitan.
Danu yang sedari tadi menonton aksi adik nya ikut meringis.."Senjata andalan nya masih sama ternyata..Kenapa dia suka sekali menghancurkan penerus bangsa para pria..??"
Ariel terengah-engah Dan pada kesempatan itu Ariel berlari melompat dan mengapit leher pria itu dengan kedua kaki nya dan membanting nya..
Hiya...
Sheett..
bughh..
Pria itu tak sadarkan diri..Ariel berdiri dan memandang pria itu.
"Loe ahli dalam senjata tapi bela diri loe masih payah.."
Lalu Ariel melihat kearah Kakak nya.Dia mengajungkan jempol nya kemudian membalik nya..
"Game Over .."
Danu terlihat menghubungi seseorang sebelum menghampiri adik nya..
"Ha.."
__ADS_1
"Datanglah ke markas Aku punya sesuatu untuk mu.. SEKARANG.."
tut tut tut
"Lebih baik sekarang kita obati luka mu.Jangan sampai ada yang curiga saat kamu datang dengan muka babak belur seperti itu.."ledek Danu
"Ck..Aku tidak se mengenaskan itu.."gerutu Ariel..
"Bagaimana dengan orang itu..?"tanya Ariel
"Sudah biarkan saja.Nanti anak buahku akan membereskan nya.Sekarang kita ke taman itu dulu mengobati lukamu.."ajak Danu
Mereka berjalan ke arah taman yang tidak jauh dari tempat itu.Ariel mengambil p3k yang di bawa kakak nya dan mengobati luka nya sendiri.
"Semakin lama kau semakin hebat Riel.Kakak bangga pada mu. Kamu pantas mendapatkan julukan Hell Angel.."Kekeh Danu..
"Aku tidak tertarik memakai nama-nama seperti itu. Terdengar Aneh. ."protes Ariel
"Kenapa...??Semua yang dianggap Kakek hebat akan mendapat kehormatan dengan gelar nama-nama itu.."
"Itu bagi mereka tapi tidak untuk ku..Kalian para pria mau saja menggunakan nama konyol itu.."garutu Ariel
"Hei kau tidak boleh begitu.Nama adalah Doa dan Kakek memberi nama itu pada kita juga karena tingkat kehebatan kita.."
"Apa kau tau siapa Kakek dulu..??"
"Kakek dulu adalah seorang Jendral kepolisian di Kota B.Beliau terkenal tegas dan berwibawa.Itulah maka nya kakak mengikuti jejak Kakek karena Kakak ingin seperti Kakek menghukum penjahat.."
"Kakek dulu di beri julukan Lion karena kegarangan nya saat membasmi penjahat.Tapi kata kakek ada yang lebih mengerikan dari kakek Dan dia bernama Devil.Kakek bilang Devil bisa melakukan apa pun bahkan lebih kejam dari iblis."
Danu memandang Ariel yang selesai mengobati luka nya.
"Kakak ingin sekali bertemu Devil tapi kakek tidak mau mengatakan nya.Tadi nya Kakak kira dia adalah Rendy.Tapi kakek memberi nama Tiger pada nya."
"Devil..Pertama dan terakhir kakek melihat aura mengerikan dari orang itu saat menghabisi lawan nya.."
Ariel bergidik ngeri.."Apa dia juga murid kakek..?"
Danu menggelengkan kepalanya.."Bukan..Kakek hanya sekali bertemu dengan nya.Dan kakek tau nama nya pun dari orang lain.."
"Ngeri sekali..Kedengaran nya lebih mengerikan dari pada seorang Mafia.."
"Walau begitu Dia memiliki sisi yang lembut.Itu yang kakak dengar dari Kakek.."
__ADS_1
"Kalau begitu apa nama panggilan kakak dari kakek..??"tanya Ariel penasaran..
Danu menoleh kearah Ariel.."The One.."jawab Danu singkat
Ariel mengeryitkan dahinya. "Nama yang aneh.."gumam Ariel
"Apa kau tau artinya..??"
"Ck ..Apa kakek berpikir kalau kak Danu adalah satu-satu nya orang yang terkuat..??Aku rasa Kakek waktu itu sedang mengigau saat memberimu nama itu.."cibir Ariel
"Kau salah..The One artinya Aku adalah satu-satunya orang yang kakek sayangi.."Danu berlari meninggalkan Ariel karena Dia tau kalau adik nya itu tidak suka saat kakek nya berbagi kasih sayang dengan yang lain nya..
"Tidak mungkin..Kakak pasti bohong..!!"teriak Ariel dan berlari mengejar kakak nya.
****
Di tempat lain Azlan dan Rendy tengah mengadakan rapat membahas kerja sama dengan berbagai perusahan besar lain nya.
Walau dalam keadaan cacat tapi jiwa kepemimpinan dalam bekerja tidak pernah luntur.
Dia di haruskan menjadi sosok yang tegas dan berwibawa.Jangan sampai lawan nya melhat sisi kelemahan nya karena itu bisa menjadi titik seseorang akan mudah menghancurkan nya.
Mulai hari ini Azlan memang menyibukkan diri di perusahaan nya.Dia akan mendengarkan laporan yang di bacakan Rendy hingga dia bisa mengambil keputusan yang tepat.
Tepat Setelah rapat berakhir, ponsel Rendy berbunyi.Dengan segera Rendy menjawab telepon itu setelah tau siapa yang menghubungi nya..
"Ha..
"Datanglah ke markas.Aku punya sesuatu untuk mu.SEKARANG.."
Tut tut tut
Rendy mencibik kesal."Dasar..."
"Siapa Ren..??"Azlan yang mendengar umoatan sekretarisnya mulai penasaran dengan orang yang menghubungi pria itu.
"Danu Bos.Dia meminta kita ke markas.kata nya dia punya sesuatu untuk kita .SEKARANG.."Rendy memberi tekanan pada kata sekarang seperti yang di lakukan Danu..
"Loe berani merintah gue..?"bentak Azlan
"Bu-bukan Bos.Tadi Saya hanya meniru ucapan Danu saja.."
"Ya sudah tunggu apa lagi..Ayo kesana SEKARANG.."titah Azlan
__ADS_1
"Si-siap Bos.."
"Sabar Ren..Sabar..."