Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Pengakuan


__ADS_3

Di ruang kerja Azlan, empat orang berdiri dengan kepala menunduk di hadapan Azlan dan Ariel. Mereka adalah Nino, Lani, Baron dan Ayna.


Setelah mendengar jika Nino akan segera menikah, Azlan langsung menyeret pria itu ke ruang kerjanya untuk meminta penjelasan. Tidak mau sendirian, Nino menarik Lani. Karena semua ini ada hubungannya dengan wanita itu. Dan untuk menemani mereka berdua, Lani menarik Ayna dan Baron.


Ini adalah kesempatan untuk mereka mengatakan yang sebenarnya pada Azlan. Untuk itu Lani menyeret Ayna dan Baron untuk ikut serta.


Azlan menatap keempat orang yang berdiri di depannya dengan tatapan yang sulit di artikan. Berbeda dengan si pembuat onar, dia duduk di sofa sambil menikmati camilannya. Siapa lagi jika bukan Ariel. Latihannya harus di tunda karena Azlan datang dan membawa Nino ke ruang kerjanya. Jadi mau tidak mau, Ariel mengikuti Azlan. Karena dia juga penasaran dengan Nino. Siapa yang akan pria itu nikahi? Dan kenapa ketiga orang yang lain juga ikut kemari? Apa mereka juga akan menikah? pikir Ariel.


"Katakan!!"


Satu kata yang keluar dari mulut Azlan membuat bulu kuduk keempatnya berdiri. Kata itu adalah sebuah perintah penuh dengan penekanan. Membuat siapapun yang mendengarnya gemetar ketakutan.


"Aku tidak suka mengulang ucapan ku."


Glek


Nino melirik Lani yang masih menunduk. Begitu juga dengan Baron dan Ayna. Apa dia harus mengatakannya? Tidak ada pilihan lain.


Nino menghela nafas panjang dan berkata, "Maaf tuan." Hanya itu yang bisa Nino ucapkan.


"Aku tidak membutuhkan maaf dari mu, tapi penjelasan dari mu. Dan kenapa mereka juga ikut kemari? Apa semua ini ada hubungannya dengan mereka?" Azlan menunjuk Lani, Baron dan Ayna. Yang mau menikah bukankah Nino, tapi untuk apa mereka bertiga ada di sana sekarang.


Nino melirik pria berwajah seram yang berdiri di sampingnya. Tidakkah dia mau membantu nya bicara saat ini? mereka dalam masalah yang sama bukan.

__ADS_1


Brakh


Azlan menggebrak meja membuat keempat nya terkejut.


"Katakan!!!!" ucap Azlan lagi.


Nino menghela nafas panjang. Dia menggenggam tangan Lani yang membuat wanita itu tersentak dan menatap Nino.


Nino tersenyum pada Lani. Dia akan mengatakan yang sebenarnya pada Azlan sekarang. Dia juga menatap Baron yang melihat kearahnya. Baron mengangguk sekali memberi dukungan padanya.


"Saya dan Lani mempunyai hubungan selama ini Tuan, dan saya berencana menikah dengan nya dalam waktu dekat ini." seru Nino


Deg deg deg deg


Nino dan Lani adalah bodyguard kepercayaan Azlan. Untuk itu, kabar ini pasti akan membuat Azlan kecewa. Tapi mereka juga tidak bisa menyembunyikan hubungan mereka terus menerus. Mereka saling mencintai dan ingin membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Untuk itu mereka siap menerima konsekuensinya. Jika mereka di pecat, mereka akan menerimanya dengan lapang.


"Lalu kalian?" Azlan menatap Baron dan Ayna.


Baron menggenggam tangan Ayna yang bergetar. Bahkan wanita itu nyaris menangis. "Saya sangat mencintai Ayna, Tuan. Saya ingin menikahi nya dan menjaganya." seru Baron.


Ayna tidak kuasa menahan tangisnya. Dia menangis antara takut dan bahagia. Takut karena mendapat tekanan dari Azlan. Dan Bahagia karena Baron mau menerima dirinya apa adanya. Dia bahkan tidak percaya jika Baron berkata ingin menikahinya.


Baron menarik Ayna kedalam pelukannya. Tangis Ayna semakin menjadi.

__ADS_1


"Katakan alasan kau mau menikahi Ayna!!! Kau tahu bukan, Ayna itu seperti apa?" seru Azlan.


"Setiap orang mempunyai masa lalu Tuan. Entah itu masa lalu yang indah ataupun buruk. Aku juga bukan pria baik-baik. Tapi Ayna wanita pertama yang membuat hati ku bergetar. Apalagi mendengar masa lalu kelam Ayna, membuat ku ingin melindungi nya."


"Lalu kau, Nino?" tanya Azlan.


"Kami saling mencintai Tuan. Kami sudah menjalin hubungan sejak lama. Kami minta maaf karena menyembunyikan hubungan kami. Tapi kami selalu berusaha bersikap profesional. Dan sekarang, kami sudah sepakat untuk memberitahu tuan. Kami siap menerima hukuman sebagai konsekuensinya." seru Nino.


Ariel terharu mendengar penjelasan dari kedua pria kekar kepercayaan suaminya. Dia berdiri dan memeluk Lani. "Selamat Kak, akhirnya kau akan menikah dengan pria pilihan mu."


Lani menangis dan membalas pelukan Ariel. "terimakasih nyonya."


Ariel mengurai pelukannya dan beralih memeluk Ayna. " Kau beruntung mendapatkan pria seperti Kak Baron. Walaupun wajah nya menyeramkan, tapi dia mempunyai hati yang lembut." ucapnya.


Ayna hanya bisa mengangguk. Dia tidak tahu harus berkata apa. Orang mau berteman dengan nya aja dia sudah sangat senang, apalagi jika dia mau hidup bersamanya. Dia adalah wanita kotor. Tapi Baron memperlakukannya seperti putri. Dia benar-benar beruntung.


Mereka berempat merasa sedikit lega karena nyonya muda mereka sepertinya merestui hubungan mereka. Tapi bagaimana Azlan? Karena bagaimanapun semua keputusan ada di tangan pria itu.


"Istriku merestui hubungan kalian. Tapi jangan harap kalian akan mendapatkan restu dari ku dengan mudah."


Glek


"Sebagai hukuman atas kesalahan kalian karena sudah melanggar peraturan yang aku buat, maka kalian harus melakukan sesuatu."

__ADS_1


Keempat orang itu saling pandang. Kira-kira hukuman apa yang akan Azlan berikan pada mereka? Tapi melihat seringai Azlan membuat keempat nya bergidik. Seperti nya hal itu tidak akan mudah.


__ADS_2