Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Happy Ending


__ADS_3

.


Kini tiga bulan sudah hubungan Nadia dan Bagas, masing-masing keluarga mereka juga sudah memberi restu, jika hubungan mereka berdua akan berlanjut ke jenjang pernikahan.


Bahkan kedua orang tua Nadia juga sama sekali tidak pernah mempermasalahkan status sosial Bagas yang notabene hanya seorang laki-laki biasa yang sama sekali tidak bergelimang harta.


Namun bagi kedua orang tua Nadia, Bagas adalah sosok menantu idaman. Menurut papanya Nadia, Bagas memberikan respon positif bagi putrinya, mereka juga melihat karakter Nadia kini lebih dewasa. Sangat berbeda jauh dari Nadia yang selama ini mereka hadapi.


Bahkan keduanya kini telah resmi bertunangan. Meski terbilang mendadak dan terkesan gugup, namun itu semua dilakukan Nadia karena dirinya tidak mau kehilangan pria yang di cintai untuk kedua kalinya.


Bahkan ia selalu berusaha untuk menjaga perasaan Bagas, agar tidak berpaling ke lain hati. Nadua juga melakukan hal yang sama, meski pun banyak laki-laki yang menggoda, tapi baginya mendapatkan cinta yang tulus memang tidak mudah dan sulit. Bahkan Nadia kini dapat mengesampingkan egonya, serta memprioritaskan perasaannya pada Bagas.


Nadia berjanji dalam hatinya, akan selalu menjaga apa yang kini di milikinya. Mengingat Nadia juga bersusah payah untuk mendapatkan cinta dari Bagas, serta penuh perjuangan yang harus ia hadapi.


Meski terkadang Bagas masih sedikit dingin padanya, tapi Nadia masih bisa memakluminya. Ia bahkan tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut, karena menurutnya itu semua masih dalam proses untuk seseorang menata hati dan belajar saling mencintai.


Kini jika di dalam kantor pun Bagas sudah mulai terbiasa menghadapi tingkah manja Nadia, bahkan tanpa ia sangka Nadia juga terkadang dapat bertingkah konyol kepadanya.


Bagas dan Nadia menjalani hari-harinya dengan penuh kebahagiaan, bahkan Nadia sudah bisa melupakan Reynand. Ia merelakan Reynand hidup bahagia bersama wanita yang di cintainya, yaitu Shifa. Nadia juga tidak pernah lagi mengganggu kehidupan mereka berdua. Malah yang ada do'a tulus yang ia panjatkan agar senantiasa Reynand dan Shifa menjalani hubungan rumah tangganya dengan penuh kebahagiaan. Ia juga berdo'a agar pasangan suami istri itu segera di berikan momongan, Nadia juga menjalin hubungan baik dengan keluarga Reynand. Bahkan ia juga sering datang berkunjung ke rumah orang tua Reynand, walau hanya sekedar main saja.


🍂🍃🍂

__ADS_1


Tidak berbeda dengan pasangan suami istri yang sudah menikah selama hampir 8 bulan, kini Shifa dan Rey juga menjalani harinya dengan penuh kebahagiaan. Pasalnya beberapa hari yang lalu, dokter menetapkan jika Shifa sedang mengandung buah cintanya dengan Reynand, suaminya. Bahkan usia kandungannya kini sudah memasuki bulan ke 2.


Meski semenjak mengetahui kehamilan Shifa, baik Rey maupun orang-orang di sekelilingnya menjadi terlalu mengkhawatirkan dirinya. Bahkan mama mertuanya yang selalu bawel kepadanya, tidak boleh ini lah, tidak boleh itu lah.


Namun Shifa tetap patuh pada orang-orang yang selalu menyayangi dirinya. Ia tahu apa yang di lakukan oleh orang-orang tercintanya hanya untuk melindungi dirinya serta calon buah hatinya.


Tidak jarang juga kedua orang tua angkatnya menginap di rumah kedua orang tua Shifa, meski terkadang ibu angkatnya menolak. Namun dengan sedikit paksaan dari Shifa akhirnya ibu angkatnya bersedia mengabulkan permintaan Shifa yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri.


Terkadang Shifa juga hanya mengiyakan saja apa yang mamanya Rey ucapkan, dirinya juga sesekali menuruti nasehat yang terucap dari bibir mama mertuanya kepada Shifa. Tergantung benar atau tidaknya setiap kata yang di ucapkan mama mertuanya.


Sementara Rey juga sama saja seperti sang mama, dirinya menjadi lebih sensitif. Ia tidak mau terjadi sesuatu pada istri dan calon buah hatinya. Karena kehamilan Shifa memang tidak semudah pasangan suami istri yang lainnya, begitu menikah mereka langsung bisa hamil.


Shifa harus melewati liku kehidupan terlebih dahulu, hingga akhirnya setelah berusaha dan penantian selama 8 bulan dirinya baru bisa hamil.


Malah wanita setengah baya itu sering mengutarakan isi hatinya pada putra dan juga pada menantunya, "Andaikan kalian punya anak kembar, nak. Pasti kebahagiaan mama akan semakin berlipat ganda!" ucapnya dengan penuh pengharapan.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh sang mama, hanya Rey yang berani memberi nasehat padanya. Sementara Shifa hanya diam, dan hanya menyunggingkan senyum manisnya. Ia takut jika dirinya memberikan jawaban pada mama mertuanya, takutnya akan membuat hati sang mama mertua akan terluka.


"Ma, kita tidak bisa meminta yang lebih seperti itu, tidak baik. Sekarang Shifa sudah hamil saja Rey seneng banget, karena perjuangan yang kita berdua hadapi terlalu panjang. Bahkan mama ingat kan, disetiap waktu mama dan Shifa pergi ke acara mama, mama dulu selalu mengutarakan isi hati mama pada Shifa." balas Rey. Putranya selalu mengingatkan sang mama, setelah itu barulah mama Ros akan menyadari semuanya.


"Tentu ingat dong, nak. Tapi permintaan mama masih wajar kan?"

__ADS_1


"Wajar sih wajar ma, tapi tanpa mama sadari Shifa terkadang menangis karena sedih dengan ucapan mama, lho." ucap Rey pelan.


"Benarkah, nak? Mama minta maaf padamu ya, Shifa. Mama tidak menyangka keinginan mama akan membuatmu merasa sedih." ucapnya dengan penuh sesal.


"Iya ma, lagian semua itu juga sudah berlalu kok. Sudahlah mas, jangan bahas itu lagi, kasihan mama." nasehatku pada mas Rey, aku juga membela mama mertuaku.


"Tidak apa nak, semua itu memang kesalahan mama. Do'a mama pada kalian berdua, semoga kehidupan kalian akan di penuhi kebahagiaan salamanya..."


"Amien..." balasku dan mas Rey mengaminkan do'a tulus dari mama.


Berbeda dengan mamaku, mama Riana. Ia sangat sabar, juga tidak terlalu mengekangku. Meski aku akui semenjak mengetahui kehamilanku, mamaku juga menjadi lebih bawel dari biasanya. Namun sekali lagi, aku tetap mematuhi nasehat yang di berikan oleh kedua orang tuaku.


🍂🍃🍂


Kehidupan Erka kini juga lebih baik lagi dari sebelumnya, bahkan kini ia telah resmi meminang Adelia. Sekertarisnya di kantor, meski tak jarang juga mereka berdua bertengkar seperti anak kecil. Tapi itu malah semakin mengeratkan hubungan suami istri yang terjalin di antara mereka berdua.


Adelia juga masih di izinkan oleh Erka untuk tetap bekerja di kantornya, namun ada satu syarat yang nantinya harus di penuhi oleh sang istri.


Erka meminta jika Lia melahirkan nanti, dirinya harus siap menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya. Hal itu pun di iyakan oleh Lia, ia menyadari apa yang di minta oleh suaminya tidaklah muluk-muluk.


Permintaannya masih wajar bahkan mungkin akan di lakukan oleh kebanyakan para suami, yaitu menjadi istri dan ibu yang baik untuk dirinya serta anak-anaknya kelak.

__ADS_1


Lia menyadari jika sang suami memang tipe laki-laki yang pencemburu, sehingga memintanya untuk sedikit tertutup pada pria lain. Lia juga bersedia melakukan itu semua agar suaminya bahagia.


Akhirnya mereka bertiga menemukan kebahagiaannya dengan pasangan masing-masing, dan hidup damai untuk selama-lamanya.


__ADS_2