Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Episode 14#bolehlah aku mencintaimu?


__ADS_3

Aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat,sungguh di luar dugaan. Memang benar itu baju milik lyra tapi bukan berarti darah itu adalah darahnya. Aku benar-benar bingung ditambah lagi dengan keadaan ibu yang drop dan ayah yang sama sekali tidak peduli dan dia malah bermain wanita.


Kalian tahu apa yang membuatku senang dan juga kaget yaitu ray. Saat aku dan ibu akan pergi ke kantor polisi dia tiba-tiba muncul. Sungguh aku rindu padanya tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa toh dia hanya sebatas teman chat dan lagi pula yang penting saat ini adalah menemukan keberadaan lyra. Ray mengantarkan ku dan ibu ke kantor polisi dia dengan sabar menunggu aku dan ibu. Aku sungguh terharu dengan sikapnya sekarang beda saat pertama kali bertemu dengannya dulu. Tatapan kebencian yang ada di matanya dulu kini sudah tiada.


Setelah urusan kami selesai ray mengantar kami pulang tapi di tengah perjalanan dia berhenti dan mengajak aku dan ibu makan di sebuah warung. Awalnya kami menolak tapi karna dia memaksa aku dan ibu pun akhirnya setuju. Ray pun memesan makanan untuk kami bertiga. Sesekali kami bercanda dan terkadang juga kami diam,sungguh suasana yang canggung. Rasanya aku bisa sedikit lega dengan kehadirannya dan kulihat ibu pun menerima keberadaan ray buktinya ibu tersenyum saat ray bercanda.


Sore hari kami baru tiba di rumah,aku mengajak ray untuk mampir tapi dia menolak katanya biar aku dan ibu bisa beristirahat. Hari ini sungguh melelahkan aku sampai lupa dengan ayah. Seharusnya ayah ada di samping ibu bukannya bermain wanita,untung saja ibu tidak tahu jika ibu tahu dia pasti akan sangat drop. Tuhan ku mohon kembalikan lah keluargaku yang dulu.

__ADS_1


Kini aku berharap lyra bisa segera di temukan dengan adanya kiriman baju berdarah itu. Aku harap semuanya akan berakhir dengan indah. Aku masuk ke kamarku setelah menemani ibu di kamarnya. Ku pejamkan mataku mencoba mengingat kenangan ku bersama lyra,tanpa izin air mataku mengalir begitu saja rasanya sakit.


Disela-sela tangisku hpku berbunyi kulihat ada panggilan masuk dari ray. Cepat-cepat ku hapus air mataku dan berusaha membuat suaraku senormal mungkin. Kami berbicara cukup lama dia menanyakan tentang keadaan ku dan keadaan ibuku. Bisa ku tebak dari nada bicaranya bahwa dia sangat mengkhawatirkan ku, dia menyemangatiku dan tak lupa juga melontarkan lelucon-lelucon hingga membuatku tertawa terbahak-bahak rasanya untuk sesaat semua beban yang kurasakan langsung hilang.


Akhirnya kami berdua sepakat untuk mengakhiri obrolan kami. Sebelum menutup telpon dia berjanji padaku bahwa ia akan membantuku untuk menemukan adikku. Aku sangat bersyukur bahwa masih ada orang baik seperti dia yang membantuku. Dia juga mengajakku untuk bertemu dengannya minggu depan. Dia bilang sih mau membicarakan soal adikku tapi kepercayaan diriku bilang dia mengajakku kencan.


Rasanya aku tidak sabar menunggu hari itu. Hari dimana aku akan bertemu dengannya. Sepertinya aku telah jatuh hati pada ray. Tapi bisakah aku mencintainya aku takut cintaku hanya bertepuk sebelah tangan aku juga takut bahwa ray hanya kasihan pada keadaanku makannya dia penuh perhatian padaku. Oh Tuhan tunjukkan lah yang terbaik aku percaya pada kuasaMu dan tidak lama kemudian akupun terlelap.

__ADS_1


.


.


.


.

__ADS_1


.


#happy reading guys


__ADS_2