
"Lalu kenapa Kau membawa ku kemari,,??Bukankah Kau bilang tempat itu berada di kediaman Pramudya. ??"Azlan mencoba bersikap tenang. setidak nya sampai bantuan datang. Walau kemungkinan kecil mereka menyadari keberadaan nya saat ini..
"Apa kau pikir Aku bodoh. Tentu saja Aku membawa mu kemari hanya untuk umpan. Dengan Aku menculikmu otomatis sekretaris bodohmu dan juga anak buah nya akan sibuk mencari mu. Dan keamanan di Rumah utama akan melemah. Bukankah itu kesempatan yang bagus untuk mengosongkan Rumah itu dari hama. Dengan begitu Aku akan leluasa masuk ke sana tanpa ada penghalang sedikit pun. "
Azlan mengepalkan kedua tangan nya.Dia teringat dengan ucapan Ariel beberapa hari yang lalu..
""Kak.. Aku merasa ada yang aneh dengan pak Tio.. Dia begitu mencurigakan.. "ucap Ariel
Azlan mulai berpikir Apa benar masih ada pengkhianat di rumah nya.
" Siapa yang Dewa maksud anak buah nya.. ??Apa itu pak Tio. ??Semoga Gaby baik-baik saja.. "batin Azlan.
Tak berapa lama tiba-tiba terdengar suara tembakan di bawah.Dewa dan Baron segera keluar dan melihat apa yang terjadi.
Beberapa anak buah nya sudah tergeletak tak bernyawa. Dewa segera kembali ke dalam ruangan tempat Dia menyekap Azlan.
"Sepertinya semua tidak berjalan lancar. Apa tebakan ku benar.. "sindir Azlan.
"Berengsek bagaimana bisa mereka menemukan tempatku begitu cepat.. "Dewa benar-benar murka. Kemudian Dia menghampiri salah satu tawanan nya.
"Kau.. Pasti ini semua perbuatan mu kan.. .."Dewa membuka lamban yang menempel di mulut tawanan nya.
Sraakk
"Bukan kah Kau sendiri menempelkan penyedap di tubuhku.. Harus nya kau tau kalau bukan Aku yang melakukan nya.. "sangkal pria itu yang tak lain adalah Alex.
Dia terpaksa melakukan perintah Dewa untuk menculik Azlan karena nyawa Ayah nya menjadi taruhan nya.Bahkan rencana nya dan Jessi juga di ketahui oleh Dewa.
Ternyata diam-diam Dewa menempelkan penyedap pada Jessi hingga semua rencana nya gagal.
__ADS_1
"Jika bukan Kau lalu siapa lagi Hah.. "teriak Dewa..
Dia menatap tajam Alex,, Leonard dan juga Jessi.Dia yakin diantara mereka ada yang membocorkan rencana nya.
"Percuma kau marah-marah Dewa. Mereka tidak tau apa-apa.. "ucap Azlan.
Dewa membalikkan badan nya dan menghampiri Azlan. "Apa maksud mu.. ??"
"Maksud ku adalah ini. "Azlan tiba-tiba memukul Dewa hingga terjatuh dan muntah darah..
"Kau...
"Kenapa.. ??Apa kau terkejut??Bukan kah ini sangat Woaw Dewa.. Aku yang buta bisa dengan mudah menghajarmu.. "Saat suara tembakan terdengar,, Azlan berusaha melepaskan ikatan pada tangan dan kaki nya.
Karena terkejut dengan serangan dadakan,, Dewa tidak menyadari jika ikatan Azlan sudah terlepas.
Azlan membuka kacamata nya dan berjalan mendekati Dewa..
Azlan mengangkat kerah baju Dewa dan memukulnya tepat di organ vital nya.
Bugh
Uughh..
"Ka-u hanya berpu-ra-pu-ra buta ter-nyata.. "ucap Dewa terbata menahan sakit di tubuh nya.
"Untuk menangkap ikan yang besar di butuhkan Jaring yang besar pula. Dan untuk melawan orang yang licik sepertinya maka Aku pun harus lebih licik dari pada dirimu.. "
"Kau pasti bertanya-tanya kan kenapa Aku bisa tau rencana mu.. Itu karena kau Bodoh.. Dari dulu kau itu Bodoh Dewa Erlangga.. "
__ADS_1
Flashback On
Saat terjadi kecelakaan di depan Rumah Sakit xxx,, Azlan yang terluka tidak terlalu parah merencanakan kebutaan nya. Dan rencana itu hanya di ketahui Aditya dan Rendy.
Dengan berita Azlan yang tidak bisa melihat membuat musuh dalam selimut menampakkan diri, terutama di Rumah Utama.
Walau pada awal nya Azlan berhasil melenyapkan pengkhianat di Rumah Utama dan di Perusahaan nya,, Nyata nya itu tidak menghentikan semua nya.
Mereka hanya memanfaatkan kelemahan orang-orang untuk melakukan kejahatan mereka.
Mereka sungguh melakukan nya dengan sempurna bahkan Azlan dan Rendy pun terkecoh dengan aksi mereka. Maka dari itu Azlan,Rendy dan Aditya merencanakan semua ini. Dengan begitu,, mudah bagi Azlan untuk mengetahui siapa saja pengkhianat itu.
Sama hal nya dengan tadi pagi sebelum penculikan itu terjadi,, Azlan yang sudah tau rencana Dewa sengaja meminta Ariel dan Rendy untuk tidak di samping nya.
Dengan begitu akan memudahkan rencana Dewa.
Saat di dalam Mobil pun Azlan tau jika itu adalah Alex.Azlan sengaja meminta Alex untuk memeriksa berkas yang dia berikan pada nya.
Alex membulatkan mata nya membaca apa yang tertulis di lembaran kertas yang ada di tangan nya..
"Aku percaya pada mu. Maka lakukan lah sesuai rencana kalian. Diamlah agar mereka tidak curiga.. "
Alex membuka masker nya menatap Azlan yang duduk di jok belakang. Azlan meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir nya memberi isyarat untuk diam sambil tersenyum.
Dan saat Alex membelikan kopi pesanan Azlan,, Saat itu pula Azlan menghubungi Rendy untuk segera menjalankan rencana mereka.
Flashback Off
"Kurang ajar.. Dasar bedebah. Kau.. Berani kau melawan ku.. "teriak Dewa pada Alex.
__ADS_1
"Harus nya Kau sadar,, tidak mungkin Alex atau anak buah mu dengan mudah menyusup ke Rumah Utama begitu mudah. Dengan sistem keamanan yang begitu ketat. Apa kau tidak curiga sama sekali Dewa.. "sindir Azlan
"Memang benar. Rasa nya tidak mungkin anak Leon bisa membawa Azlan dengan mudah. Jadi selama ini usahaku sia-sia.. Huh.. Tak akan Aku biarkan mereka lolos begitu saja..Aku harus menggunakan rencana B.Awas saja kalian.. "geram Dewa dalam hati.