Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Kebahagiaan


__ADS_3

Brak


Ariel yang tengah bersantai di cafe langganan nya tersentak kaget saat seseorang menggebrak meja di depannya.


"Eh Ari-ari... Maksud Loe apa mau ngelangkahin gue HAH...??!!!"bentak Luna.


Setelah mendengar cerita dari Mia,Luna langsung mengajak Ariel untuk bertemu di cafe tempat biasa mereka nongkrong.


"Sabar Lun..!! Pelan-pelan bicara nya..!!Malu banyak orang...!!"seru Mia menenangkan Luna


"Gue gak perduli..."Luna melototkan bola matanya menatap Mia.


"Kalo Elo mau protes,, protes aja noh sama Kak Alan..."ucap Ariel dengan santai.


Luna bersungut dan duduk di depan Ariel di ikuti Mia yang juga duduk di sebelah nya.


"Gak ada angin gak ada ujan tau-tau mau kawin aja Loe.."seru Luna kesal.


"Nikah Lun.... Nikah...!!!"Ucap Mia membenarkan ucapan Luna


"Iya...!!!Itu maksud gue..."jawab Luna ketus


"Udah kebelet kawin lu ya.Ampe-ampe mau ngelangkahin gue yang lebih Tua dari Loe..."


"Nikah Lun...!!Lu kira kucing apa dari tadi kawin Mulu..."


"Ish...Lu apaan sih Tamia...??? Mending Loe diem aja deh..."desis Luna


Ariel menatap kedua sahabatnya bergantian.Dia terlihat menghela nafasnya panjang.


"Loe kenapa Riel..??Mau nikah bukan nya seneng Koq kayak lesu gitu..??"tanya Mia


"Gimana gue mau seneng My.Kalo Kak Alan seenaknya sendiri memutuskan menikah tiga hari lagi... Kalian bayangin Tiga hari lagi.."Seru Ariel


"Maka nya tadi gue bilang ke Elo kalo mau protes sama Kak Alan sonoh..."lanjut Ariel menunjuk Luna


"Terus...!???"


"Ya gue belum siap lah..Ini terlalu mendadak buat Gue.Dan kalian tau alasannya apa???"Luna dan Mia menggelengkan kepalanya


"Kak Alan bilang dia juga pengen punya baby kayak Kak Rendy.. Gila gak Tuh..."geram Ariel

__ADS_1


Ariel memang menerima lamaran Azlan semalam.Tapi dia tidak menyangka jika kekasih nya itu memutuskan untuk menikahi nya tiga hari lagi.


Dengan. perdebatan yang panjang, Akhirnya Ariel mengalah dan membiarkan Azlan menyiapkan semuanya.


"Tapi kayaknya seru juga deh Riel.. Kandungan gue kan udah 2bulan lebih.Kalo Loe nikah dan langsung hamil kan jarak baby kita cuma 3 bulanan.Pasti seru ..Kita bisa cerita bareng soal kehamilan,senam hamil bareng, belanja baju baby bareng..."seru Mia


"Gak...!!!Gak ada kayak gitu.Masak gue yang lebih tua dari kalian punya baby belakangan...??"gerutu Luna


"Terus mau Loe Gimana Lun...???Loe mau nabung dulu kayak Mia.."


Mia melotot kesal kearah Ariel.


"Enak aja ..!!!Gue gak nabung Riel..Ini tuh murni kecelakaan..."sanggah Mia.


"Kecelakaan tapi diulang-ulang.."ledek Ariel


"Iya-iya.. Elo gak nabung..Tapi cuma nyicil..."


"LUNA....!!!!"teriak Mia.


Ariel dan Luna tertawa puas karena berhasil menggoda calon mama muda itu.


Mia mengerucut kan bibirnya kesal.Tapi dia teringat dengan ucapan suaminya semalam.


Ariel menghela nafasnya dan mulai menceritakan pada kedua sahabatnya.


"Lu ingat kan My saat kita di culik..??"Mia mengangguk pelan.


"Yang menculik kita waktu itu adalah Alex.Orang yang telah melenyapkan keluarga Mahardika dan merubah wajah nya seperti Kak Gilang.."


Luna menutup mulutnya dengan telapak tangannya.Dia tidak mengira jika Keluarga Mahardika telah meninggal.Itu berarti Kak Gilang juga....


"Maksud Loe Riel...??"tanya Mia bingung


"Yang Loe kenal selama ini itu bukan Kak Gilang yang asli.Tapi Alex yang merubah wajah nya menyerupai Kak Gilang..Dan Kak Gilang yang asli sudah lama meninggal.."Ariel menitikkan air matanya.Dia teringat kenangan bersama Kakak kelas nya itu.


"Tapi kenapa dia sampai melakukan hal itu Riel..??"tanya Luna.


"Alex itu teman kuliah Kak Danu.Dia melakukan hal itu karena... Karena dia suka sama gue.."Ariel menundukkan kepalanya.


"Makanya dia merencanakan penculikan itu untuk mendapatkan gue..."Ariel menatap kedua sahabatnya dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Waktu itu...Dia memberi suntikan obat perangsang ke tubuh gue.Gue hampir diperkosa..."Suara Ariel berubah serak menahan tangisnya.


"Tapi waktu itu ada yang datang selametin gue.Tapi gue gak ingat apa yang terjadi setelah nya.Tau-tau saat gue sadar,gue udah ada di rumah Kak Danu.."


"Tiap hari gue mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi waktu itu.Tapi yang gue ingat justru waktu Alex..."


Ariel tidak bisa lagi meneruskan ucapannya.Dada nya terasa sesak saat mengingat nya.Walau pada akhirnya dia tahu yang sebenarnya.


Luna dan Mia yang merasa kasian mendekati Ariel dan memeluk nya.


"Maafin gue Riel...!!Ini semua salah gue.."Isak Mia


"Gak My..Ini bukan salah Loe..Loe sendiri juga hampir kehilangan baby Loe kan..??"


"Sudah-sudah.. Semua sudah berlalu..."seru Luna menenangkan kedua nya.


"Terus..Apa karena itu Loe menolak Tuan Azlan.."tanya Mia


Ariel mengangguk pelan.


"Gue merasa gak pantes aja My buat Kak Alan


Gue jijik dengan diri gue sendiri.Tapi kak Alan meyakinkan gue kalau gue masih suci dan mau menerima gue apa adanya... Karena waktu itu Kak Alan sendiri yang nyelametin Gue..."


"Koq bisa..???!!"tanya Luna.


"Karena selama ini Tuan Azlan pura-pura buta.Setidak nya itu yang gue tau dari Mas Rendy."sahut Mia.


Luna menghela nafas panjang.."Kenapa semua nya begitu rumit... Cinta buta, balas dendam,, perebutan kekuasaan dan semua itu hanya karena mereka iri...Gue gak habis pikir dengan pola pikir mereka..."


"Yang penting semua sudah terlewati.Sekarang waktunya kita meraih impian kita menuju kebahagiaan.."seru Mia sumringah


"Gue bahagia karena gue bisa menikah dengan orang yang bertanggung jawab.Walau belum ada kata cinta yang terucap,Tapi dari perlakuan nya sudah cukup membuat gue bahagia..."lanjut Mia


"Iya..Gue juga bahagia bisa bersama dengan Orang yang gue Cintai dan mau menerima gue apa adanya.."ucap Luna.Dia memegang tangan Ariel.


"Loe juga berhak bahagia.Jika kebahagiaan Loe ada sama Kak Azlan maka raihlah bersama nya...Ini bukan masalah siap tidak siap.Tapi ini masalah hati dan kepercayaan.Gue yakin Kak Azlan sangat mencintai elo Riel...Dan dia bisa buat Loe bahagia..."


"Makasih Lun..."


"Iya sama-sama..Soal yang tadi jangan Loe anggap serius..Gue hanya bercanda.. Habis ini gue bakalan bilang ke Kak Adit biar di percepat pernikahan kami.."

__ADS_1


"Kenapa gak sekalian aja barengan sama Ariel.."goda Mia.


"Gak ah ..Gue gak mau.. Walau gue suka gratisan.Tapi untuk acara sakral kayak gini gue pengen buat acara sendiri.Gue kan juga punya impian seperti apa pernikahan gue nanti.."Sungut Mia yang di sambut gelak tawa oleh kedua sahabatnya.


__ADS_2