
Drrrttt drrrttt drrrttt
"Siapa sih pagi-pagi udah telepon..??Ganggu orang tidur aja.Gak tau apa gue baru bisa tidur jam tiga pagi tadi.."gerutu Ariel.Dia meraba-raba nakas mencari ponsel nya.
"Luna..??"gumamnya saat melihat si penelepon.
"Halo Lun.!!"sapa Ariel dengan suara khas bangun tidur
^^^ "Ya ampun ari-ari...!!!Loe baru bangun..???"teriak Luna^^^
"Ish.. Biasa aja dong.. Pagi-pagi udah Teriak aja.."Sungut Ariel
"Pagi loe bilang..???!!"Noh Loe liat sekarang udah jam berapa...??"
Ariel melirik jam dinding di kamar nya..
"Jam Sepuluh.."Gumam Ariel
Ariel melebarkan matanya.
"Apa..??? Udah jam Sepuluh...??? Gawat...!!!Gue telat ke kampus...!!
Ariel melompat turun dari tempat tidur nya dengan ponsel yang masih menempel di telinga nya
"Gak usah ke kampus.. Percuma..."
"Mia..??"Tanya Ariel yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Iya ini Gue.. Astaga Riel.!!!Yang pengantin baru siapa yang bangun telat siapa..??"ledek Mia.
Ariel berdecak dan kembali duduk di pinggiran tempat tidur.
"Kalian lagi barengan..??"tanya Ariel
"Iya..Loe ngapain semalem jam segini baru bangun...??"selidik Luna
Ariel tergagap
"Ah ...itu..Se_semalem gue langsung beres-beres sampai apartemen.Loe tau sendiri kan gue baru aja pindah.."
"Beneran...??"
"Ya elah.Beneran Lun..."dusta Ariel
"Ya udah ...Loe sekarang kesini ya.Kita tunggu.Di cafe tempat biasa kita nongkrong dulu..Buruan..!!!"seru Luna
"Iya-iya..Ya udah Gue siap-siap dulu..Bye..."
Tut Tut Tut
Ariel beranjak ke kamar mandi .Dia berdiri
di depan cermin wastafel.Terlihat Ada lingkaran hitam di matanya.
"Ini semua gara-gara si Om siAlan..Gue jadi kayak panda gini.."Sungut Ariel.Dia mulai membuka kancing piyama nya.
"Satu...Dua.. Tiga.. Empat..."
"Kyaaa..... Kenapa banyak banget sih...!!"
"Kayaknya semalem cuma sebentar.Tapi Koq dia udah cetak segini banyak..."Wajah Ariel bersemu merah.Dia menepuk kedua pipinya.
"Sadar Riel...!!!Loe tuh gak pantes buat dia..!!"seru Ariel tersenyum kecut.
Dia mulai membuka baju nya dan menyalakan shower.Dia mencoba menghilangkan jejak bibir Azlan tapi sia-sia.
"Harus nya ini gak pernah terjadi.."Seru Ariel yang mulai terisak..
"Maaf Kak.. Maafin Gaby..."
🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
"Emang beneran yang Loe bilang tadi My...??"tanya Luna
Mia mengangguk kan kepalanya.
"Iya.Tadi pagi Mas Rendy bilang ke gue.Makanya gue minta tolong sama Loe.Loe kan udah lama kenal sama Ariel dari pada gue.."
"Kira-kira Kak Azlan mau ngapain ya...??!"tanya Luna penasaran
"Mungkin Dia mau kasih kejutan kali ke Ariel.."
"Atau jangan-jangan...!!!"seru mereka serempak
"Sorry gue telat..."Sapa. Ariel yang baru saja datang.
Luna dan Mia saling pandang.Dan terlihat seringai di wajah mereka..
🍁🍁🍁🍁🍁
Langit berwarna biru kini telah berganti orange.Pertanda jika sebentar lagi kegelapan akan menghiasi langit hari itu membawa badan untuk kembali beristirahat setelah seharian beraktivitas.
Begitu juga dengan Ariel.Dia baru saja pulang setelah seharian ini menghabiskan waktunya bersama kedua sahabatnya.
Dia begitu senang Akhirnya Mia bisa pergi berbulan madu.Dan Tiga bulan lagi, Luna akan melangsungkan pernikahan nya dengan Kak Adit.
"Selamat untuk kalian berdua..."Gumam Ariel.
Dia bermaksud meletakkan barang belanjaan nya di meja ruang tamu.Tapi pandangan tertuju pada paper bag yang ada di sana.
"Apa ini...??"Ariel membuka isi nya yang ternyata adalah sebuah gaun dan sepatu yang berwarna senada.
"Cantik banget...!!!Tapi dari siapa..??"Ariel mengambil sebuah note dan membacanya.
..."Bersiaplah.Kakak akan menjemput mu sebentar lagi..I Love You.."...
...Alan...
Ariel tersenyum simpul.Dia segera membawa gaun itu ke kamar nya dan memulai ritual mandi nya.
Tidak lupa dia mengoleskan sedikit makeup di wajah nya.Dia membiarkan rambut panjang nya tergerai menutupi leher jenjangnya.
Ting tong Ting tong
"Itu pasti Kak Alan...!!"Ariel kembali memastikan penampilannya di depan cermin dan beranjak turun membukakan pintu.
"Selamat Malam Nona...!!"sapa Nino
"Kak Nino..???Kak Alan mana..??"
"Tuan Muda meminta saya menjemput Nona.Tuan sekarang menunggu Nona di suatu tempat.."
"Oh .. Begitu..Ya sudah.Ayo berangkat..!!"
🍁🍁🍁🍁
Nino melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Sesekali dia melirik Ariel dari kaca spion yang tengah melihat keluar jendela.
Ariel tampak mengerutkan keningnya saat mobil yang membawa nya menjauh dari keramaian kota.
"Kak...Kita mau kemana..??"tanya Ariel
"Nanti Nona juga akan tahu..."
Mobil itu berjalan sedikit menanjak.Dan tidak berapa lama Nino memarkir kan mobil nya.
Nino keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Ariel.
"Kita sudah sampai Nona.."
"Bukit..."gumam Ariel.
"Silahkan...!!!"Nino memandu langkah Ariel menuju tempat yang sudah disiapkan oleh Azlan.
__ADS_1
Tidak jauh dari mobil, Ariel melihat meja dengan dua kursi yang saling berhadapan.
"Kak Alan dimana Kak...??"tanyanya pada Nino.Tapi pria itu sudah tidak ada disana.dan terdengar suara mobil yang semakin menjauh meninggalkan dirinya yang sendiri disana.
Ariel mendekati meja itu tapi tiba-tiba lampu kerlap kerlip menyala menghiasi rumput tempat dirinya berdiri.Tidak hanya itu, pohon dan bunga-bunga disana juga di kelilingi lampu yang sama.
Ariel menutup mulutnya dengan telapak tangannya."Indah banget...!!"
Dia berdiri di dekat meja.Dan dapat dia lihat lampu penduduk di bawah sana terlihat seperti bintang-bintang yang menghiasi malam.
Ariel merasakan seseorang memakaikan jas di tubuhnya.
"Apa kau menyukainya.??"tanya Azlan.Pria itu memeluk Ariel dari belakang.
"Iya..Ini sangat indah..Aku suka..."Senyum Ariel terus mengembang melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya.
"Maaf .Aku tidak tau jika malam ini begitu dingin.."sesal Azlan karena memberikan gaun yang sedikit terbuka untuk Ariel.
Ariel menggelengkan kepalanya.Dia membalikkan badannya hingga dia berhadapan dengan Azlan.
"Apa Kakak yang melakukan semua ini...???"tanya Ariel
Azlan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sebenarnya ini ide dari anak-anak yang lain.."
Ariel terkikik.."Tidak apa-apa..Aku tetap menyukainya.."Azlan tersenyum senang.
"Ayo kita makan.. Semua sudah disediakan.."ajak Azlan.
Kini mereka duduk berhadapan.Ariel tak henti-hentinya melihat pemandangan di sekelilingnya.Lampu-lampu yang menghiasi rumput dan pepohonan.Ditambah lampu penduduk di bawah sana yang terlihat seperti bintang-bintang.
"Makan dulu By.."
Ariel mengangguk tersenyum.Mereka mulai makan malam romantis di alam terbuka di sana.
"Apa setelah ini kita akan berdansa di iringi music romantis..??"tanya Ariel
"Mu_musik...??"
"Iya.. Bukan nya kalo makan malam romantis biasanya ada musik juga..??"
Azlan tergagap dan merasa bersalah.."Ma_maaf By.. Kakak gak kepikiran sampai sana.Sebentar Kakak hubungi Nino dulu.."
Ariel memegang tangan Azlan yang berniat menghubungi Nino..
"Aku cuma bercanda Kak.."Azlan bernafas lega.
"Kakak memang gak bisa bikin persiapan yang matang jika berhubungan dengan hal seperti ini.Tapi Kakak mau menunjukkan sesuatu Sama kamu..
Azlan menuntut Ariel untuk berdiri.Mereka memandang ke arah lampu-lampu penduduk di bawah sana.
"Apa yang ingin Kakak tunjukkan..??"
"Kamu lihat saja.."
Ariel kembali melihat lampu-lampu tersebut.Dia nampak mengerutkan keningnya saat lampu mulai padam.Semua jadi gelap.
Tapi tiba-tiba lampu-lampu mulai menyala satu persatu membentuk huruf I Love You.
Ariel membekap mulutnya.. Tiba-tiba lampu kembali redup dan kembali menyala membentuk huruf Will You Marry Me ..??
Ariel tidak bisa berkata-kata lagi.Bahkan dia sampai menitikkan air mata nya.
"Kak....Ini...!!!"Ariel menoleh ke arah Azlan yang tiba-tiba berlutut di depan nya dan memegang berudu berisi cincin berlian.
"Kakak memang bukan orang yang romantis.Bahkan untuk menyiapkan ini semua saja Kakak meminta bantuan yang lain.Tapi satu yang harus kamu tahu.Kalau Kakak sangat mencintaimu.Kakak akan selalu membahagiakan mu dan Menjadikan mu prioritas utama dalam hidup Kakak.Jadi Gabriella Nasution..Maukah kau menikah dengan ku..??"
Ariel tidak bisa berbuat apa-apa lagi.Dia begitu senang.Tapi dia teringat akan sesuatu.Membuatnya mundur dan berpaling..
"Ma_maaf Kak..Aku gak bisa.."Isak Ariel.
__ADS_1
Deg..