Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Episode 22#Keraguan Anne


__ADS_3

Pagi ini aku bangun seperti biasanya dan melakukan aktivitas seperti biasa. Semuanya hanya berbeda bila aku membantu ibu membuat kue yang di pesan oleh orang-orang secara online. Tapi kini aku sudah jarang membantu ibu, karna sudah ada ina dan jadwal kuliahku untuk semester ini cukup padat.


Pagi ini aku akan ke kampus, sebenarnya jadwal kuliahku kosong karna dosen yang bersangkutan sedang berhalangan hadir. Tapi aku mau bertemu dengan dosen pembimbingku mengenai ketertinggalan ku. Ya aku ingin mengejar teman-temanku agar aku bisa selesai bersama-sama dengan mereka. Rasanya aneh jika aku berbeda sendiri. Semoga saja kekuatan otakku tidak sia-sia.


Hari ini aku naik motor ke kampus karna tadi pagi ayah di jemput oleh temannya. Katanya itu teman ayah semasa sekolah dulu jadi mereka ingin reunian. Dan ibu pagi ini membuat banyak kue karna banyak pesanan. Sebenarnya aku ingin membantu ibu dan ina tapi ayah dan ibu selalu bilang pendidikan lebih penting daripada membantu mereka, jadinya aku mengurungkan niatku untuk membantu.


Aku tidak sabar cepat-cepat wisuda agar aku bisa membahagiakan mereka. Dan aku berjanji akan menguliahkan ina. Tidak mungkin seumur hidup dia akan membantu ibuku. Dia pun punya hak yang sama denganku untuk sukses. Semoga saja apa yang aku inginkan dapat terwujud.

__ADS_1


Di perjalanan ke kampus aku memikirkan apa yang ku bicarakan dengan ina. Aku sebenarnya sangat setuju dengan pendapatnya tapi bagian lain dari hatiku Seolah-olah menolak. Rasanya aku ragu dan curiga pada keluargaku sendiri. Aku merasa mereka terlibat sesuatu yang tidak baik. Tapi semoga saja ini hanya perasaanku.


Sesampainya di kampus aku langsung menemui dosen pembimbingku dan mengatakan niatku. Setelah setengah jam berbincang-bincang aku pun menuju ke kantin. Rasanya perutku lapar padahal tadi aku sudah sarapan. Aku memesan seporsi batagor di tambah es jeruk. Ini adalah makanan favoritku dan sasya, andai saja dia ada di sini tapi sayangnya dia tidak ada kabar. Nomornya pun susah di hubungi, mungkin dia benar-benar sibuk.


Akupun menikmati makananku sendirian. Untung saja kantin ini ramai jadi setidaknya aku tidak merasa sepi. Sebenarnya aku punya tekan lain tapi aku tak akrab dengan mereka hanya sebatas saling menyapa saja. Kembali aku teringat soal adikku. Sampai saat ini aku masih percaya bahwa ada yang aneh dengan kehilangannya.


Adikku anak yang sangat baik dan tidak punya musuh. Dan rasanya tidak ada alasan seseorang bisa menculiknya. Tapi yah ini sudah di gariskan Tuhan, doaku setiap saat adalah semoga dia selalu baik-baik saja dimana pun dia berada. Dan ya aku sudah mencabut laporannya di polisi dan itu berarti polisi tidak akan mencari adikku lagi. Entahlah bagaimana bisa aku menghentikan kasus adikku ini, tapi aku merasa para polisi ini sudah di suap makannya mereka selalu beralasan jika menyangkut tentang kasus adikku.

__ADS_1


.


.


.


.

__ADS_1


.


#happy reading


__ADS_2