Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Beruntung


__ADS_3

.


.


Mendengar apa yang papanya ucapkan Shifa sangat antusias, begitu juga dengan Rey. Pria dingin tersebut merasa sangat bahagia, meski papa mertuanya telah memberikan izin pada mereka berdua karena usulnya tadi siang.


"Terima kasih banyak, pa. Semoga apa yang papa dan mama harapkan akan segera terwujud yah! Shifa juga tidak lupa untuk selau berdo'a, semoga Tuhan mengabulkan do'a kita semua!" ucap Shifa bahagia.


"Rey juga mengucapkan terima kasih banyak pada papa dan juga mama, kami berdua mohon do'anya juga dari kalian. Semoga keinginan kita semua akan segera terwujud!" imbuh Rey dengan penuh pengharapan.


"Amien.. Do'a mama selalu menyertai kalian berdua, nak. Tapi kalian akan pergi honeymoon kemana? Jangan pergi jauh-jauh dan jangan terlalu lama meninggalkan kami berdua! Kami kesepian bila tidak ada kalian di rumah ini!" ucap Riana sedih saat ia mengingat kembali kepergian putrinya beberapa tahu yang lalu.


Mendengar apa yang mamanya ucapkan, Shifa menjadi terharu. Wanita itu menghampiri sang mama, ia memeluknya dengan hangat, membuat kedua pria di depannya merasa iri. Ia berjanji pada sang mama, kepergiannya tidak akan lama. Secepatnya mereka berdua akan segera kembali.


"Mama tenang saja, aku dan mas Rey perginya tidak akan lama kok. Paling hanya tiga hari, setelah itu kami berdua akan pulang kesini lagi!" balas Shifa mencoba memberi pengertian pada sang mama.


"Iya ma. Apa yang di ucapkan istriku benar, kami hanya akan pergi selama tiga hari kok." imbuh Rey.


"Baiklah.. Mama dan papa setuju! Iya kan ma?" ucap Jho sambil melirik ke arah sang istri.


"Lagian kita berdua tidak akan pergi jauh-jauh kok, ma. Kita hanya akan pergi ke labuan bajo, disana kan banyak destinasi dan spot yang bagus. Jadi selain untuk pergi honeymoon, kita juga bisa sekalian refeshing. Iya kan sayang?" ucap Rey sambil mengedipkan mata genitnya pada sang istri.


"Iya baiklah.. Asalkan kalian selalu berhati-hati. Dimana pun kalian berada, kalian harus selalu saling menjaga satu sama lainnya. Juga jaga kesehatan kalian baik-baik, jangan lupa makan tepat waktu. Jangan sampai kalian lalai dan menyebabkan tubuh kalian berdua menjadi sakit. Nanti niat honeymoon malah akan menjadi kacau!" nasehat Riana pada putri dan anak menantunya.


"Iya ma.. pa.. Shifa dan mas Rey selalu ingat nasehat dari kalian berdua. Terima kasih ya ma.. pa.. Karena kalian berdua memberi suport pada kami!" ucap Shifa terharu.


"Apa yang di ucapkan istriku benar ma.. pa.. Terima kasih banyak dukungan dari kalian berdua ya." imbuh Rey, ia bahagia karena kedua mertuanya yang begitu baik serta menyayangi dirinya, tidak jauh dari kedua orang tua kandungnya.

__ADS_1


"Sama-sama, nak. Kami berdua juga mengucapkan terima kasih banyak karena selama ini kamu telah menjaga putri kami dengan baik. Semoga kebahagiaan senantiasa selalu menyelimuti kalian berdua ya, nak." balas Riana dengan senyum mengembang di bibirnya.


Mereka berempat bahagia karena malam ini dapat berkumpul bersama, meski esok hari mereka akan berpisah sementara. Karena malam telah larut Rey dan juga istrinya berpamitan untuk beristirahat. Mereka juga akan mempersiapkan segala keperluan yang akan mereka bawa untuk kepergian mereka berdua esok hari.


🍂🍃🍂


Hari ini Shifa dan suaminya melakukan perjalanan ke labuan bajo, tempat yang telah mereka berdua sepakati. Mereka memilih untuk menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Jhonatan. Sama seperti keinginan papanya Shifa.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya mereka berdua sampai di tempat yang menjadi tujuan mereka. Rey dan Shifa cek in di sebuah villa yang menghadap langsung ke arah pantai yang sangat indah dan mempesona. Rey memindahkan barang-barang miliknya dan sang istri, ke tempat mereka akan menginap malam ini.


Tanpa menyia-nyiakan waktu Rey mengajak istrinya untuk berkeliling memutari tempat tersebut, ia akan membawa sang istri berkeling ke pantai, untuk menikmati destinasi yang sangat menawan. Rey berharap istrinya akan bahagia dengan apa yang di lakukannya.


Meski badan terasa sangat lelah, tapi Shifa mengikuti kemauan sang suami. Dirinya juga akan memanfaatkan waktu luang yang ada untuk refeshing sejenak, mereka berdua menyunggingkan senyum bahagia.


Mereka akan mempergunakan waktu luang sebaik mungkin, di sela-sela cuti yang mereka berdua ajukan dari kantornya.


'Tetaplah berada di sisiku, hingga kita berdua menua bersama. Tetap cintai aku, meski kelak rambutku telah pudar dan memutih. Kamu cintaku, aku cintamu. Semoga kita akan selalu bersama selamanya' itulah rangakian kata-kata yang tersimpan dalam hati Rey.


Shifa menghirup udara segar, sesekali pandangannya menjelajah ke segala arah yang begitu mempesona. Dirinya bahagia, meski dirinya dan sang suami tidak pergi honeymoon ke luar negri.


Tapi di negri sendiri juga tidak kalah eksotis, di negri sendiri juga menyuguhkan pemandangan dan panorama yang tidak kalah menakjubkan dari luar negri. Bahkan pemandangan ditempatnya berpijak kini, juga membuat siapapun terpukau.


Rey tersenyum jahil saat dirinya memandangi wajah yang terlihat begitu bahagia istri tercinyanya. Ia merasa sebagai laki-laki yang paling beruntung dapat memiliki Shifa seutuhnya.


"Sayang.. Apa kamu bahagia, walaupun kita hanya pergi di negri sendiri?" bisik Rey tepat di telinga Shifa.


Shifa merinding, seolah bulu kuduknya berdiri setelah sang suami membisikan kata tepat di telinganya.

__ADS_1


"Iya mas, aku sangat bahagia. Walaupun kepergian kita disini, di negri sendiri, tapi pemandangan di negara kita tidak kalah indah dari pemandangan luar negri kan, mas?" jawab Shifa penuh rasa kagum.


"I..iya sih. Tapi aku kira kamu akan meminta padaku untuk pergi ke luar negri?" ucap Rey terbata.


"Enggak juga lah, mas. Meski kita berada disini, tapi aku sangat bahagia. Bagiku bulan madu itu tidak perlu jauh-jauh ke negri orang, disini pun apa salahnya. Toh, yang kita inginkan Tuhan akan mengabulkan do'a kita, supaya dapat terwujud secepatnya." balas Shifa jujur.


"Iya juga sih! Terima kasih ya sayang, karena kamu sangat pengertian padaku, aku beruntung bisa memiliki dirimu sepenuhnya." balas Rey dengan senyum merekah di bibirnya.


"Sama-sama, mas. Aku juga sama sepertimu, meski kadang sikap dingin kamu membuatku merasa tidak nyaman!" cibir Shifa, namun ia sama sekali tidak berniat untuk menyakiti hati suaminya.


"Iya sayang. Aku tahu kok! Aku melakukan itu semua karena aku cinta dan sayang padamu, aku tidak mau kamu berpaling dariku!" ucap Rey jujur.


Shifa dan Rey saling melempar pandangan, bahkan senyum bahagia tersirat di bibir keduanya. Shifa sangat bersyukur memiliki keluarga yang lengkap serta seorang suami yang sangat mencintai dirinya. Meski satu keinginannya yang belum terwujud yaitu kehadiran seorang putra.


.


.


Bersambung...


.


.


**Jangan lupa dukungannya ya🙏🏻


Selamat membaca, semoga kalian semua suka dengan ceritanya..🙏🏻**.

__ADS_1


__ADS_2