Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Pisau Dapur


__ADS_3

Azlan mengikat kedua tangan Dewa kebelakang,. Kemudian Dia melepaskan ikatan Alex, Leonard dan Jessi.


"Kau tidak apa-apa??"tanya nya pada Jessi.. Walau bagaimana pun wanita itu pernah mengisi hati nya. Apalagi Rendy berkata jika Jessi dan Alex sudah menyadari kesalahan mereka.


"Iya. Aku tidak apa-apa. Terimakasih banyak Lan.. "ucap Jessi tulus.


Azlan menatap Alex dan Leonard. Seolah menanyakan keadaan mereka. Alex hanya mengangguk pelan sedang Leonard menundukkan kepalanya.


"Lebih baik kita segera keluar dari sini .."Ajak Azlan.


"Nak Azlan.. "panggil Leonard


"Ada apa.. ??"tanya Azlan dingin


"Om tau ini sudah terlambat. Dan Om tidak pantas mengucapkan nya. Tapi ini adalah permintaan terakhir Om. "Leonard menghela nafasnya.Dia mengumpulkan keberanian nya menatap Azlan.


"Om mau minta maaf pada mu. Om tau kesalahan om tidak bisa di maaf kan.Om siap menerima hukuman dari mu,Kau ingin membunuhku , menyiksaku atau mengasingkanku, Aku terima asalkan Kau mau memaafkanku. "


Azlan terdiam. Dia tidak tau harus berkata apa.Dia memang begitu membenci pria di depan nya ini. Tapi melihat ketulusan Leonard meminta maaf membuat hati nya sedikit mencair.


"Aku mohon nak. Maafkan Aku.Setidak nya agar Hati ku lega.Om siap menerima adapun hukuman yang akan kau berikan pada ku.. "isak Leonard.


Alex begitu terenyuh mendengar kata maaf yang Ayah nya ucapkan. Seumur hidup nya.,baru kali ini Dia melihat Ayah nya memohon seperti ini.


"Bunda pernah berkata padaku untuk memaafkan kesalahan orang lain se besar apa pun kesalahannya. Bunda juga melarangku melakukan balas dendam pada orang yang jahat pada kita karena jika kita membalas nya sama saja kita juga jahat seperti orang itu.. "


"Tapi melihat apa yang dilakukan Dewa, Aku tidak akan bisa memaafkan nya. Bukan hanya orang tua ku, Tapi orang yang tak bersalahpun ikut menjadi korban.. "Azlan memejamkan mata nya. Dia menghela nafasnya dan mulai berkata


"Aku memaafkan Om. Bagaimana pun bukan Om yang membunuh keluargaku. Tapi Om telah mencelakai Ayah Gaby.Jadi Aku harap Om meminta maaf juga pada nya.. "lanjut Azlan


Leonard yang sedari tadi menundukkan kepalanya segera menatap Azlan. Dia tidak percaya Azlan begitu mudah memaafkan nya.


"Terima kasih. .Terima kasih Nak.. "ucap Leonard memeluk Azlan. Alex ikut memeluk Ayah dan Azlan. Dia juga mengucapkan terimakasih pada pria itu.

__ADS_1


Dewa berdecak melihat drama didepan nya. Dia sedang mencari cara untuk melakukan rencana B.


*


*


*


*


*


Sementara itu, Danu bersama dengan yang lain masih terus menyerang anak buah Dewa.Dia tak henti-henti nya mengumpat kesal .Karena ini tidak ada habis-habis nya.


"Ck.. Kenapa mereka tidak ada habis nya.. Sebenarnya berapa banyak anak buah pria itu.."umpat Danu yang bersembunyi di balik pilar, Dia terus menembak musuh di depan nya.


"Ah sial.. Peluruku habis. Tidak ada pilihan lain,, Aku akan menggunakan ini.. "Danu membuang senjatanya dan mengambil belati yang Dia bawa.


Dia melompat menggapai sisi tangga dan bergelayut naik ke lantai 2.Saat akan berlari ke lantai 3 Danu di hadang oleh Tiga anak buah Dewa yang membawa senapan.


"Angkat tangan..!!."teriak Lukas anak buah Dewa.


Danu mengangkat tangan nya dengan sebuah belati di tangan nya.


"Kita langsung bunuh atau kita bawa pada Bos Besar.. ???"tanya Riko


"Kita bawa saja pada Bos Besar,,Sepertinya Dia bisa di jadikan tawanan.. Lihatlah Dia hanya membawa pisau dapur. Bagaimana mungkin Dia menang melawan kita "seru Lukas.


"Pisau Dapur.. ??"gumam Danu..


"Iya.. Pisau dapur.. Kau kesini mau memasak atau berperang... "ledek lukas.Membuat kedua teman nya tertawa terbahak..


Danu yang mendengar nya pun murka. Dia menggenggam erat belatinya dan mulai berlari kearah ketiga anak buah Dewa dan melempar belatinya tepat pada jantung Lukas.

__ADS_1


Jleb..


Ukhhh..


Danu meraih tangan Riko yang memegang senjata dan memelintirnya,Dia juga menendang senjata yang teman Riko arahkan padanya. dan saat itu juga Danu mengarahkan senjata yang berada di tangan Riko untuk menembakkan nya pada teman Riko yang terlihat syok dengan apa yang baru saja terjadi..


Dor.. Dor.. dor..


Ugh.


Bruk..


Danu yang masih memegang tangan Riko menghantamkan sikunya pada muka Riko berkali-kali dan membanting tubuh Riko yang sudah tidak berdaya.


Bruk....


Danu mengambil senjata Riko dan menembakkan nya tepat di dahi pria itu.


Dor...


Riko tewas seketika.


Danu berdiri merapikan bajunya yang sedikit berantakan.Kemudian Dia mencabut belatinya yang menancap di dada Lukas .Dia membersihkan darah yang menempel di belatinya dengan sapu tangan yang selalu Dia bawa..


"Dasar Bodoh..Seharusnya kalian langsung menembak tadi. Tapi Kalian malah Asyik menghinaku. "


"Apa kau bilang tadi. ??Pisau dapur.. ???Bahkan nyawamu melayang karena pisau dapur ini.. "


"Andai Helen tau kau membandingkan belatiku dengan pisau dapurnya maka kau akan tau betapa mengerikan nya pisau itu jika Helen menggunakan kan nya.. "


Danu tidak henti-henti nya menggerutu karena pisau dapur. Bahkan saat naik ke lantai 3 pun Dia masih mengatakan hal yang tak jelas.


"Gara-gara pisau dapur Aku jadi merindukan Helen..Ah.. Aku harus segera menyelesaikan kan nya agar Aku bisa segera menghubungi nya... "

__ADS_1


__ADS_2